Kang Jalal teh ahli komunikasi. Nu kabaca ku uing mah, lain propaganda
etheis. Nyokot conto kasus atheis mah ukur cangkangna dina nepikeun eusi nu
dibungkusna. Eusina mah, numutkeun uing nya, taya lian keur ngabela urang
syi'ah umumna, khususna nu jadi korban dina eta kajadian.

2012/1/14 Abbas <[email protected]>

> **
>
>
> hahahaha, apal oge kang dik2X yen eta teh propaganda atheis !
> Tanggapan ieu rada leuir teuing; ku sabab kitu ti na leuir jadi LIEUR
> Keun we lah inget ka n paribasa better LATE than never tea.
>
>
> --- In [email protected], "Dikdik" <d.kurnia@...> wrote:
> >
> > ceuk uing mah, dibaca2 teh jiga propaganda atheis euy
> > ah nya pek teh teuing deuk atheis ge, da eta mah kayakinan
> > kitu deui deuk di syiah, sunni, karesten, hindu, buddha, konhucu, sunda
> wiwitan jrrd...
> >
> >
> > --- In [email protected], Ahsa <albanduni@> wrote:
> > >
> > > Agama dan Kekerasan
> > > Oleh JALALUDDIN RAKHMATÂ Â Â Â Â
> > > Â
> > > "Jika aku bisa mengayunkan tongkat sihirku dan harus memilih apakah
> melenyapkan perkosaan atau agama, aku tidak akan ragu-ragu lagi untuk
> melenyapkan agama," tulis Sam Harris, yang bersama Daniel Dennett dan
> Richard Dawkins dikenal sebagai the Unholy Trinity of Atheism.
> > >
> > > "Agama sudah semestinya ditinggalkan manusia bukan karena alasan
> teologis, tetapi -masih kata Harris dalam The End of Faith: Religion:
> Terror and the Future of Reason - "karena agama telah menjadi sumber
> kekerasan sekarang ini dan pada setiap zaman di masa yang lalu".
> > >
> > > Romo Magnis pernah mengatakan kepadaku bahwa orang menjadi ateis lebih
> banyak bukan karena pemikiran filsafat atau sains. Mereka menjadi ateis
> karena tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pengikut agama. Mereka
> melihat kontradiksi antara apa yang dikhotbahkan dengan apa yang dilakukan.
> > >
> > > Alkisah, ada seorang Inggris yang sangat religius. Kalau bukan orang
> yang tekun ibadat, ia orang yang rajin 'mencoba' berbagai agama. Ia
> dibesarkan sebagai Anglikan, dididik sebagai Methodist, berpindah kepada
> Greek Orthodoxy karena perkawinan, dan dikawinkan kembali oleh seorang
> rabbi Yahudi.
> > >
> > > Sebagai wartawan, ia mengembara secara geografis dan intelektual. Ia
> mengumpulkan setumpuk data tentang keterlibatan semua agama dalam berbagai
> peperangan dalam sejarah. Hasil pengembaraan 'spiritualnya' membuahkan
> buku: god (dengan huruf kecil) is not Great. Ia menuliskan namanya dengan
> setiap huruf pertamanya huruf besar: Christopher Hitchens. Ia membagi
> bab-bab dalam bukunya berdasarkan kontribusi setiap agama pada pembunuhan,
> peperangan, dan kekejaman. Seumur hidupnya, ia menjadi pendakwah ateis yang
> efektif, terutama terhadap orang-orang yang menjadi korban kekejaman agama.
> > >
> > > Setelah Hitchens, Dan Baker menulis buku dengan judul yang ditulis
> dengan huruf kecil dan subjudul dengan huruf besar semua: godless, How an
> Evangelical Preacher Became One of America’s Leading Atheists. Jawab:
> Karena tindakan kekerasan umat beragama.
> > >
> > > Ayaan Hirsi Ali untuk Islam sama dengan Hitch dan Dan Baker untuk
> Kristen. Ia lahir di Somalia, dari keluarga bangsawan Muslim. Waktu remaja,
> ia masuk sekolah muslimah yang berbahasa Inggris dan didanai Saudi.
> Guru-gurunya keluaran Saudi. Dengan semangat ia berpindah dari mazhab
> Syafii yang toleran kepada mazhab baru yang sangat keras. Hidup dengan
> aliran keras ini tidak membahagiakannya. Ia menyaksikan berbagai tindakan
> kekerasan, terutama kepada perempuan, atas nama agama.
> > >
> > > Ia mengungsi ke negeri Belanda. Di sini, ia mendapat perlakuan yang
> tidak enak dari sesama Muslim. Setelah kecewa dengan peristiwa 11
> September, setelah membaca Manifesto Atheis dari Herman Philipse, secara
> resmi ia meninggalkan Islam dan menyatakan diri Atheis.
> > >
> > > Pada 2004, Ayaan, yang kini menjadi anggota Parlemen Belanda, menulis
> naskah dan menyediakan suara untuk film pendek Submission. Seorang aktris,
> berpakaian chador yang tembus pandang, mengisahkan penderitaan empat tokoh
> perempuan yang ditindas atas nama Islam.
> > >
> > > Melalui chador yang transparan, penonton melihat tubuh telanjang yang
> bertuliskan ayat-ayat Al-Quran. Film ini tentu saja menimbulkan kemarahan
> hatta di negeri Belanda sekalipun. Produsernya, Theo van Gogh, dibunuh di
> jalan di Amsterdam. Di atas jenazahnya diselipkan surat dan pisau yang
> berisi ancaman kepada Ayaan. Ia ditunjuk Time sebagai 100 most influential
> people in the world. "This woman is a major hero of our time," kata Richard
> Dawkins, anggota trinitas Atheis. Hirsi Ali menjadi dewi ateis sedunia.
> > >
> > > Walhasil, kenapa orang menjadi atheis? Karena mereka menyaksikan atau
> mengalami sendiri tindakan kekerasan yang dilakukan atas nama agama.
> Agamanya sendiri sebetulnya hanya menjadi kambing hitam. Bisa saja orang
> menyulut konflik karena motif-motif sekular â€"misalnya, ekonomi, politik,
> rasialisme - tetapi mereka menyelimuti nya dengan jubah agama.
> > >
> > > Jika kita belajar sejarah, kita akan segera tahu bahwa konflik
> Palestina adalah konflik etnis (Yahudi yang terdiri dari 22,9 persen ateis,
> 21 persen sekular dan sisanya menganut agama Yahudi dan etnis Arab yang
> terdiri dari Islam dan Kristen); bahwa konflik di Irlandia Utara disebabkan
> karena masalah etnis-politis, setelah Inggris mendirikan Perkebunan Ulster
> tahun 1609; bahwa konflik bersenjata antara Pakistan dan India tentang
> Kashmir ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah kolonial Inggris, dan bukan
> karena anjuran Kitab Suci; bahwa perang Irak dan Iran dimulai dari
> perebutan wilayah, bukan karena perbedaan mazhab (terbukti setelah perang
> diketahui bahwa Syiah juga mayoritas di Irak).
> > >
> > > Bagaimana dengan konflik Sunnah dan Syiah di berbagai tempat di Jawa
> Timur, termasuk Sampang? "Bukan karena perbedaan pendapat, tetapi karena
> perbedaan pendapatan," kata petinggi NU masih dari daerah yang sama. Rois
> dan Tajul, kakak-beradik, dilantik sebagai pengurus Ijabi (Ikatan Jamaah
> Ahlil Bait Indonesia) pada 2007. Pada 2009, mereka terlibat konflik
> keluarga, antara lain karena masalah santri perempuan di pesantren Tajul.
> > >
> > > Karena persoalan pendapatan, Rois meninggalkan paham Syiah dan beralih
> pendapat. Katanya, "Saya kembali ke Nahdhiyin, karena banyaknya
> penyimpangan dalam ajaran Syiah". Pada pengujung 2011, Rois â€"menurut
> pengakuannya sendiri- membiarkan orang-orang yang sependapat dengan dia
> menghancurkan teritori dan massa pengikut saudaranya. Media melaporkan,
> "Roisul Hukama memimpin massa Ahli Sunnah untuk menyerang perkampungan dan
> pesantren Tajul Muluk, yang berpaham Syiah". Para tokoh Islam, dengan
> pendapatan yang lebih besar, kemudian menabuh genderang perang. Atas nama
> agama!
> > >
> > > Siapakah yang beruntung? Tidak satu pihak pun. Tidak Rois dan tidak
> Tajul. Siapakah yang menang? Kaum ateis. Mereka punya amunisi baru. Mereka
> akan menisbahkan tindakan kekerasan dan kekejian kepada agama. Tidak jadi
> soal apakah penyebab yang sebenarnya itu berasal dari masalah ekonomis,
> politis, ideologis, ethnis, atau sekedar pertikaian di antara keluarga
> miskin di kampung yang miskin!
> > >
> > > Â JALALUDDIN RAKHMATadalah Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait
> Indonesia
> > >
> http://www.detiknews.com/read/2012/01/04/083526/1806073/103/agama-dan-kekerasan
> > >
>

Kirim email ke