Tah muhun, ieu tokoh teh kungsi midang dina acara Kick Andy. Wilujeng Neng Sinta, rumusan hirup anjeun kacida manfaatna: "obat sagala rupa panyakit taya lian ti rasa bagja nyanghareupan kahirupan".
manar On Sat, Apr 14, 2012 at 8:55 PM, Ki Hasan <[email protected]> wrote: > ** > > > Sinta Ridwan: Gadis Lupus yang Bercita-cita Bangun Museum Digital Naskah > Kuno Indonesia > Oktober 21, 2011 > tags: Aksakun <http://indonesiaproud.wordpress.com/tag/aksakun/>, Buku > Berteman Dengan > Kematian<http://indonesiaproud.wordpress.com/tag/buku-berteman-dengan-kematian/>, > ensiklopedia naskah > kuno<http://indonesiaproud.wordpress.com/tag/ensiklopedia-naskah-kuno/>, > Fiolog <http://indonesiaproud.wordpress.com/tag/fiolog/>, Sinta > Ridwan<http://indonesiaproud.wordpress.com/tag/sinta-ridwan/>, > Unpad <http://indonesiaproud.wordpress.com/tag/unpad/> > > > <http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2011/10/sinta-ridwan-di-indonesiaproud-wordpress-com.gif>Jika > Anda pertama kali melihatnya, mungkin tak akan menyangka, jika gadis > berusia 26 tahun ini adalah penyandang lupus, penyakit yang hingga kini > belum ada obatnya, karena penampilannya selalu percaya diri dan penuh > senyum. > > Sinta > Ridwan<http://indonesiaproud.wordpress.com/2011/10/21/sinta-ridwan-gadis-lupus-yang-bercita-cita-bangun-museum-digital-naskah-kuno-indonesia/>yang > baru menamatkan kuliah S2 di jurusan Filiologi Universitas Padjadjaran > (Unpad) Bandung ini menganggap obat yang paling mujarab dari segala > penyakit adalah rasa bahagia.** > > *“ Jadi kalau kita sakit, jangan dirasakan kalau kita sakit, tetapi > kita harus berpikir sesuatu yang menyenangkan dan terus tersenyum walaupun > kita sedang sakit,”* ucap Sinta. > > [image: sinta ridwan di > indonesiaproud.wordpress.com]<http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2011/10/sinta-ridwan-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg>Pengalaman > Sinta dengan penyakit lupus yang telah dideritanya sejak tahun 2005 lalu > dia catatkan dalam sebuah buku otobiografi berbentuk novel berjudul > “*Berteman Dengan > Kematian*”. Dalam buku itu Sinta menceritakan tentang perjuangan dirinya > untuk berjuang melawan lupus yang bersemayam di dalam tubuhnya. > > Untuk mengisi hari-harinya wanita yang hobi membuat puisi ini berusaha > untuk memberikan manfaat bagi orang sekitarnya. Salah satu upaya Sinta > untuk memberikan arti hidupnya bagi orang lain dan bangsa ini adalah > dengan cara mengajarkan naskah kuno sesuai dengan latar belakangnya sebagai > seorang Fiolog. > > Dengan ilmu itu Sinta membuka kelas aksara kuno di Gedung Indonesia > Menggugat, di Jalan Perintis kemerdekaan Bandung. Kelas aksara kuno atau > yang disingkat kelas Aksakun ini pertama kali dibentuk pada tahun 2009 > atas dasar gagasan dari seniman-seniman beraliran metal yang beralamat di > Ujung Berung, Bandung. > > Dari dorongan para seniman yang biasa memainkan musik cadas itulah kelas > aksakun berdiri dengan jumlah murid sebanyak 35 orang. Pengikut aksakun > mengalami pasang surut. Tercatat dari awal beridiri hingga sekarang > orang-orang yang pernah naskah kuno oleh Sinta sekitar 200 orang. > > Murid yang mengikuti kelas aksakun terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga > masyarakat umum. Sinta mengaku tujuan dibentuknya kelas aksakun ini adalah > untuk menjaga dan melestarikan naskah-naskah kuno yang merupakan warisan > masa lalu. > > *“Tidak ada masa kini tanpa adanya masa lalu, dan itu semua tertuang di > dalam naskah kuno,”* ungkapnya. Sinta membebaskan teman-temanya > yang mengikuti pelajaran naskah kuno itu untuk mengaplikasikan ilmu yang > didapat sesuai dengan keinginannya masing-masing. > > Banyak dari murid Sinta yang membuat tulisan kuno untuk dijadikan desain > kaos dan poster. Selain itu, ada juga murid yang membuat lirik lagu yang > mengadaptasi dari naskah-naskah kuno. > > Menurut Sinta, di dalam naskah kuno itu terdapat berbagai macam kandungan > di antaranya gaya hidup, kesehatan, tuntutan manusia agar dapat menghargai > alam, dan sastra orang-orang masa lalu. > > Kecintaan Sinta terhadap naskah kuno mengalahkan rasa sakit akibat lupus. > Sinta mengaku jika sedang tidak enak badan tidak menyurutkan dia untuk > absen tidak mengajar kelas aksara kuno, *“Karena dengan mengajar saya > menjadi bahagia dan itu bisa mengalihkan rasa sakit saya,”* akunya. > > Selain itu Sinta di tengah keterbatasan fisiknya akibat lupus itu > bercita-cita ingin membangun sebuah museum digital yang akan diberi nama > ensiklopedia naskah kuno. Tujuan dari pembuatan museum digital itu adalah > untuk memudahkan orang-orang agar dapat mengakses naskah kuno dengan mudah. > > Sinta beranggapan selama ini orang-orang jarang mempelajari ataupun > membaca naskah-naskah kuno itu karena sulitnya mengakses catatan-catatan > orang-orang dari masa lalu yang tersebebar di seluruh penjuru nusantara. > > Dengan hadirnya museum digital itu akan memudahkan orang-orang untuk > mempelajari sejarahnya langsung dari sumber sejarah tanpa harus bersusah > payah pergi ke museum. > > Sumber:* > kickandy.com/hope<http://indonesiaproud.wordpress.com/2011/10/21/sinta-ridwan-gadis-lupus-yang-bercita-cita-bangun-museum-digital-naskah-kuno-indonesia/> > * > > > ** > > >
