Ari sugan, naskah heubeul teh, geus ditarjamahkeun ti baheula. Geuning
karek ditalarjamahkeun ayeuna.
===
10 Naskah Kuno Mulai Diterjemahkan BKSNTSenin, 07/05/2012 - 05:33

BANDUNG, (PRLM).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat melalui Balai
Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisional (BKSNT) akan menterjemahkan
sepuluh naskah kuno. Selain dilakukan oleh staf ahli independen dari
Filologi Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, upaya penterjemahan juga
diikuti sejumlah mahasiswa dari dalam dan luar negeri.

Kepala BKSNT, Triesye Sulastri, SH., M.Si., mengungkapkan pelaksanaan
penterjemahan atau transliterasi terhadap sepuluh naskah kuno dipimpin
Filolo Tien Wartini, dilakukan secara bertahap. “Pelaksanaan transliterasi
akan dilakukan secara bertahap, dan saat ini dari sepuluh naskah baru dua
naskah yang sedang di trasliterasi,” ujar Triesye, Minggu (6/5/12).

Naskah kuno yang masuk dalam program transliterasi tersebut adalah,
"Wawacan Kendit Biryung", "Mantra, Jampe, Jeung Jajangjawokan", "Wawacan
Keansantang", "Sajarah Galuh", "Wawacan Sigawung", "Wawacan Yajid Kalam",
"Tarekat Qadurial wa naqsyu Banduas” dan"Faidah Dzakara Ba'du Al Arifan".
Sementara dua naskah kuno yang saat ini tengah dalam proses translitelasi
adalah, “Kitab Carita Anis Sahabat Rasulullah” yang tengah dikerjakan oleh
Prof. Dr. I Syarief Hidayat MS dan “Fragmen Carita Parahiangan” oleh Undang
A Darsa. M Hum.

Selain Prof. Dr. I Syarief Hidayat MS dan Undang A Darsa. M Hum, tim
transliterasi independent yang diketuai Filolo Tien Wartini, juga
melibatkan, Dr. Ruhaliah, Elis M.Si,, Dr. Kalsum, Mamat R SS , Rahmat SM
Huml, Ikhwan M Hum, dan Iwan M Hum. “Program transliterasi naskah kuno ini
sengaja kami lakukan bersama tim independent yang ahli dalam bidangnya agar
hasinya dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Triesye.

Selain melibatkan tenaga ahli naskah kuno, program transliterasi naskah
kuno yang dilakukan BKSNT juga melibatkan sejumlah mahasiswa dari sejumlah
lembaga pendidikann dan bahkan beberapa mahasiswa luar negeri. Hal tersebut
dilakukan dengan maksud agar generasi muda mau mengenal dan dikenalkan
secara langsung pada sumber budaya.

Hasil translitersi naskah kuno tersebut menurut Trisye, selain akan menjadi
koleksi museum Monumen Perjuangan Rakyat Jabar dan Museum Sri Baduga, juga
akan diseminarkan dan disikusikan. “Ini dilakukan agar naskah kuno yang
telah di terjemahkan dikenal lebih jauh oleh para ahli maupun mahasiswa
yang sedang menuntut ilmu dibidang budaya dan naskah kuno, selain itu
seminar ataupun diskusi yang dilakukan agar tim maupun kita (BKSNT)
mendapat banyak masukan dan perbaikan,” ujar Triesye. (A-87/A-108)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/187482

Kirim email ke