sekarang suasana makin berbahaya. sunnah syiah sudah mulai makin bermusuhan. 
Ini mungkin sunatullah. nanti mungkin saja Muhammadiyah NU ! kenapa tidak ? 
se,ua didunia ini bisa terjadi ! karena memang sunatullah. Kiamat sudah dekat.
antar pengaku Islam; terjadi saling kafir mengkafirkan.


--- On Thu, 6/9/12, ################ <[email protected]> wrote:

From: ################ <[email protected]>
Subject: kafir jadi penonton pertarungan sesama moslem
To: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], "Abbas Amin" <[email protected]>, 
"Alexander Edbert" <[email protected]>, "Dimas H. Pamungkas" 
<[email protected]>, "Gabriella Rantau" <[email protected]>, "item abu" 
<[email protected]>, "Jhonny Research" <[email protected]>, "Kabarmu 
Kutunggu" <[email protected]>, "Richan S" 
<[email protected]>, "Slamet" <[email protected]>, "Tawangalun" 
<[email protected]>
Received: Thursday, 6 September, 2012, 1:18 PM

Mujahidin Siagalah! Tokoh Syi'ah Jalaluddin Rakhmat Menantang Perang



Ketua Dewan Syura Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rahkmat 
di acara “Milad ke 63 kang Jalal: Napak Tilas Perjalaanan Syiah Kang Jalal” di 
Kemang VI no 9, Kemang Raya, Jakarta, Rabu malam (29/08/2012) menyatakan jika 
orang-orang Syiah adalah pemberani dan merasa bangga jika bisa mengalirkan 
darah bersama Imam Husein.

Bahkan seraya menantang ia mempertanyakan apa perlu memindahkan konflik 
Sunni-Syiah di Irak ke Indonesia. “Saya kira kelompok Syiah tidak sebagus dalam 
tanda kutip kelompok Ahmadiyah, kita adalah sebuah kelompok keagamaan yang 
mendunia, jadi berbeda dengan kelompok Ahmadiyah yang menyambut pukulan yang 
mematikan itu dengan senyuman. Orang-orang Syiah pada suatu saat tidak akan 
membiarkan tindakan kekerasan itu terus menerus terjadi. Karena buat mereka, 
mengorbankan darah dan mengalirkannya bersama darah Imam Husein adalah satu 
mimpi yang diinginkan oleh orang Syiah. Saya tidak bermaksud mengancam ya tapi 
apakah kita harus memindahkan konflik Sunnah-Syiah dari Iraq ke Indonesia? 
Semua itu berpulang pada pemerintah,” ucapnya seperti dikutip hidayatullah.com.

Menanggapi pernyataan Jalaluddin Rakhmat, Fauzan Al Anshori menilai selama ini 
Jalaluddin Rakhmat pada awalnya bertaqiyah tanpa menampakkan ke-syiahannya, 
namun kini ia telah terang-terangan menyatakan dirinya sebagai seorang Syi’i 
(Syiah).

Lebih dari itu kini pria yang biasa dipanggil kang Jalal itu sudah berani 
menantang umat Islam di Indonesia.
Oleh sebab itu ia mengimbau agar umat Islam berhati-hati dengan taqiyah aliran 
sesat Syiah yang menggembar-gemborkan persatuan. Sebab tak mungkin bersatu 
antara ajaran Ahlus Sunnah yang memuliakan sahabat dengan Syiah yang mencaci 
maki sahabat.

“Saya ingin katakan kepada kaum muslimin di Indonesia ini yang mayoritas Sunni, 
hati-hati! Ketika mereka dalam keadaan lemah, mereka terus bertaqiyah, kita 
bersaudara, yang digembar-gemborkan bahasa persatuan. Tetapi anda harus tahu 
wahai kaum muslimin Ahlus Sunnah, bagaimana mungkin bisa bersatu, antara orang 
yang memuliakan sahabat dengan orang yang mencaci maki sahabat,” ungkap 
pimpinan Pondok Pesantren Anshorullah, Ciamis ini kepada voa-islam.com, Jum’at 
(31/8/2012).

Ia melanjutkan, setelah Syiah mulai kuat maka mereka akan menunjukkan kekuatan 
dan siap menantang perang seperti apa yang dinyatakan Jalaludin Rakhmat.
“Setelah mereka kuat dan sekarang mereka mulai menunjukkan kekuatan itu, dengan 
ucapan Jalaludin Rakhmat seperti itu sebenarnya dia menantang. Karena dia 
menantang, saya katakan; ‘anda jual, kami borong.’ Kami siap kapan pun anda 
memindahkan konflik itu ke Indonesia!” tegas anggota Masyarakat Peduli Syariah 
(MPS) ini.

Selain itu ia juga mengingatkan kaum muslimin di negeri ini agar waspada 
terhadap Syiah, sebab jika Syiah mulai kuat dan memang kekuasaan maka 
perlakukannya lebih jahat daripada Amerika.

“Jangan sampai umat Islam Ahlus Sunnah ini dibantai oleh Syiah ketika mereka 
sudah menguasai kekuasaan. Ngeri sekali, kalau sudah Syiah memegang kekuasaan 
itu lebih jahat daripada Amerika, anda lihat sendiri tragedi di Suriah, itu 
lebih jahat dari Amerika,” imbuhnya.

Kirim email ke