Keur nu resep teknologi, aya beja anyar yeuh  nu matak kerung, cenah budak nu 
kolotna tilu urang bakal diciptakeun. Maksudna aya budak boga indung pituin dua 
urang jeung bapa pituinna saurang. Kade lain bapana sina nyandung da nyandung 
mah keukeuh ngan ngahasilkeun budak nu indung-bapa pituinna dua urang. Ieu mah 
make rekayasa genetika, tepika eta budak teh indung pituinna dua urang ....

Rekayasa genetika keur tutuwuhan jeung sato, geus lila dilakukeun, contona aya 
beurit nu buluna hurung, kulantaran gen beurit diselipan gen jukut laut nu sok 
hurung ti peuting. Ngan rekayasa gentika ka jelema, masih ngabadug etika jeung 
agama. Masalahna lamun rekayasa genetika ieu dimaksudkeun supaya jalma mangsa 
kahareup leuwih pinunjul tibatan jalma ayeuna, meunang henteu? 

Nyanggakeun wartosna sareng mangga dipadungdengkeun:  

http://m.liputan6.com/read/438004/anak-dari-tiga-orangtua-kelak-diciptakananak-dari-tiga-orangtua-kelak-diciptakan

Anak dari Tiga Orangtua Kelak Diciptakan 
Melly Febrida 
 (lejeuneusa.org) 

Liputan6.com, London: Rekayasa genetik memungkinkan anak-anak terbentuk dari 
tiga orangtua, yakni dua ibu dan seorang ayah. Cara itu bisa digunakan untuk 
membantu orangtua yang mempunyai masalah kesehatan.

Rekasaya genetik itu bisa memenangkan dukungan parlemen pada tahun depan. 
Perubahan hukum memungkinkan merancang anak-anak yang bebas penyakit yang 
mengerikan yang dapat membunuh dalam hitungan jam setelah lahir.

Pendukung teknik mengatakan, rekayasa genetik dari telur dan embrio dapat 
menolong pasangan yang menderita trauma keguguran berkali-kali dan kematian 
bayi karena penyakit genetik.

Namun kritikus mengatakan, mengutak-atik kehidupan merupakan hal yang salah. 
Terutama ketika memberikan konsekuensi untuk generasi masa depan yang tidak 
pasti.

Terapi Germline, atau perubahan gen dalam telur atau sperma dilarang di 
sebagian negara. Hal itu bisa mengarah pada menciptakan bayi yang dibuat sesuai 
dengan permintaan baik itu rambut maupun warna mata.

Lisa Jardine dari Pengamat Pemerintah, Human Fertilisation and Embryology 
Authority, mengatakan bahwa teknik penciptakan bayi itu dilakukan demi membantu 
keluarga untuk memiliki anak yang sehat.

Masalah ini telah dilemparkan ke publik pada Senin (17/9) dari konsultasi 
publik ke dalam ilmu pengetahuan dan etika rekayasa genetik telur dan embrio 
untuk menciptakan bayi bebas dari penyakit yang tidak bisa disembuhkan, otak, 
jantung dan penyakit pencernaan. Kondisi ini disebabkan oleh cacat pada DNA 
mitokondria. Anak-anak itu nantinya dari dua ibu dan satu ayah. 

Cacat yang serius mempengaruhi sekitar satu dari 6.500 bayi serta menyebabkan 
sekitar 50 penyakit genetik. Cacat ini banyak yang membunuh bayi. 

Perempuan yang membawa penyakit mitokondria sering menghadapi pilihan memilukan 
untuk mempertahankan anaknya atau melepasnya. Untuk itu, ilmuwan di Newcastle 
University sedang mengembangkan dua teknik yakni calon ibu yang berpenyakit 
mitokondria bertukar dengan wanita lain yang menyumbangkan telurnya yang sehat.

Pertukaran mitokondria yang sukses akan menghilangkan penyakit pada generasi 
masa depan di keluarga. Dan teknik itu memungkinkan pasangan memiliki anak-anak 
dari genetik mereka sendiri.

Setiap anak yang lahir juga akan memiliki sedikit DNA dari wanita yang 
menyumbangkan telur, tapi tidak akan mempengaruhi penampilan atau kepribadian. 

Profesor Mary Herbert, salah seorang peneliti di balik teknik itu, mengatakan: 
"Kami ingin membuat perbedaan bagi kehidupan pasien kami yang hidup dengan 
penyakit mitokondria."

Pengobataan itu saat ini dilarang di Inggris tetapi aturan yang berisi klausul 
itu memungkinkan untuk cepat diubah. Hasil dari konsultasi publik, yang diminta 
oleh Pemerintah, bisa memicu suara Parlemen yang mengarah ke pengobatan yang 
disahkan pada awal tahun depan.

Namun, jika undang-undang tersebut disegerakan, teknik itu tidak mungkin segera 
dimulai karena pengawas kesuburan memerlukan lebih banyak bukti tentang 
keselamatan dalam teknik ini. Dan para peneliti Newcastle memperkirakan cara 
ini bisa membutuhkan waktu lima tahun.

Profesor Jardine mengatakan, jika penciptaan bayi dengan tiga orangtua diberi 
lampu hijau, itu akan memiliki konsekuensi 'selamanya'.

"Ini adalah tentang banyaknya generasi ke depan, apa konsekuensi yang mungkin 
terjadi. Ini adalah wilayah yang belum dipetakan".

Bayi dengan tiga orangtua sebelum telah lahir di AS. Bayi itu juga tercipta 
dari DNA dua perempuan dan satu laki-laki. Namun, teknik yang berbeda yang 
diteliti di Newcastle itu dirancang untuk meningkatkan keberhasilan IVF, bukan 
memberantas penyakit.(Dailymail/MEL)




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke