Sae pisan / bagus sekali Teh Leonie :). Nah itu dia menarik juga point 3 Kang Casdira, sudah saatnya kita merubah paradigma berfikir tentang energi Indonesia.
Saat ini Fossil Fuel jadi Energi Utama dan Renewable Energy disebut Energi AlternatiP padahal seharusnya dibalik. Renewable Energy yang harusnya menjadi yg utama utk dikembangkan. Parahnya lagi Renewable Energy ngak bisa berkembang karena harus bersaing dengan Fossil Fuel Energy yg disubsidi. nuhuuuuns, mang kabayan www.udarider.com -----Original Message----- From: Leonie Titiek Wiyati <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 10 Dec 2012 22:41:09 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [Senyum-ITB] Re: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak? tentang energi, sebaiknya memang harus tak terpaku hanya pada minyak dan gas saja. sebaiknya kembangkan juga energi energi lain lain nya. iran saja yang punya banyak gas & minyak malah sangat gencar mengembangkan energi energi lain, baik dari tenaga angin, dari sinar matahari (padahal potensi energi sinar matahari di indonesia jauh lebih besar daripada iran, dari tenaga air (dengan bendungan bendungan di sungai, padahal potensi air, sungai, danau di iran tak sebanyak di indonesia), dari geothermal (padahal potensi geothermal indonesia jauh lebih besar daripada iran), dari biogas, dari nuklir ... venezuela juga sudah mulai gencar program program energi alternatif nya, mengikuti iran. padahal venezuela juga punya banyak minyak. orang orang yang selama ini berkecimpung di bidang minyak & gas tak perlu jadi khawatir tentang periuk nasi masing masing, santai saja ... masing masing ada rejeki nya masing masing ... soal harga BBM, di iran sejak tahun 2006 harga BBM lebih mahal lho daripada di indonesia. bukan karena nilai mata uang iran yang turun atau apa. tapi supaya semua orang lebih serius beralih ke energi energi yang lain lain nya, dan tak terpaku hanya pada gas dan minyak. dan supaya semua orang lebih berhemat dengan gas dan minyak yang ada. ________________________________ From: Casdira <[email protected]> To: [email protected]; Alumni IPB <[email protected]>; Kota Bogor <[email protected]>; Baraya_Sunda <[email protected]>; UrangSunda <[email protected]>; Kisunda <[email protected]> Sent: Tuesday, 11 December 2012, 7:52 Subject: Re: [Senyum-ITB] Re: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak? 1. Kita tidak kaya minyak kok blok2 migas yg mau habis masa kontraknya masih saja diserahkan ke orang lain? 2. Bagian dari tugas Pemerintah cq ESDM + SKMigas utk menaikkan cadangan migas Indonesia yg tinggal 4 milyar barel lg. Lha kok gak nambah2? Padahal masih banyak cekungan yg belum dieksplorasi? Apa ada yg salah dg tata kelola migas nasional? 3. Contohlah konversi minyak tanah ke LPG. Rakyat akan mengkonsumsi energi yg ada di pasaran dlm jumlah cukup dan harga terjangkau. Jadi, stop mengkambinghitamkan subsidi BBM, utk menutupi kegagalan Pemerintah menyediakan energi alternatif selain minyak. Powered by Abundance Mentality® ________________________________ From: "mang kaby" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 11 Dec 2012 02:42:12 +0000 To: Alumni IPB<[email protected]>; Senyum-ITB<[email protected]>; Kota Bogor<[email protected]>; Baraya_Sunda<[email protected]>; UrangSunda<[email protected]>; Kisunda<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [Senyum-ITB] Re: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak? Stop politisasi BBM ya Bang... Alihkan subsidi utk membangun infrastruktur, pendidikan, kesehatan yg diperlukan rakyat banyak. Utamakan di daerah-2 terlebih dahulu biar merata. Kang Rudi sae pisan... Semoga SBY lebih berani ya. Dulu premium 6rb ge no problemo... Masa sekarang ngak berani :). nuhuuuuns,mang kabayan www.udarider.com ________________________________ From: Hirmen Hirmen <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 10 Dec 2012 18:15:29 -0800 (PST) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak? Tidak dapat ditawar lagi, setiap kebijakan harus didasarkan kepada data dan ilmu, bukan tawar menawar karungan.. Hi Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak? Rista Rama Dhany - detikfinance Jakarta - Hingga saat ini banyak orang mengira Indonesia adalah negeri kaya minyak, salah satu buktinya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih mampu dijual Rp 4.500 per liter padahal harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 9.000 per liter lebih. Tapi benarkah Indonesia negara kaya minyak?Menurut Guru Besar Perminyakan Institut Teknologi Bandung(ITB) Rudi Rubiandini, jika melihat cadangan minyak Indonesia saat ini, Indonesia hanya memiliki cadangan sebesar 4,2 miliar barel. Banyakkah itu? Jawabnya tidak."Cadangan minyak Indonesia saat ini hanya 4,2 miliar barel, kalau berdasarkan peringkat, Indonesia yang pernah menjadi anggota OPEC atau negara produsen minyak hanya menduduki peringkat 27," kata Rudi di Jakarta, Selasa (11/12/2012).Jika dibandingkan dengan Arab Saudi, Venezuela, Iran, Iraq dan lainnya tentu sangat jauh sekali, pasalnya negara-negara tersebut memiliki cadangan minyak ratusan miliar."Kalau orang membandingkan kenapa di Venezuela, Arab Saudi bisa jual BBM ke rakyatnya murah sekali sedangkan di Indonesia tidak, ya karena pembandingnya kurang tepat, Arab Saudi punya cadangan minyak 264,6 miliar barel, Venezuela 211,2 miliar barel, Iran 137 miliar barel, nah Indonesia cuma punya 4,2 miliar," ungkap Rudi.Bahkan kata Rudi, jika mengacu data BP Review 2010 cadangan minyak Indonesia masih kalah dengan yang dimiliki India, China dan Malaysia serta Vietnam."Cadangan minyak Vietnam saja ada 4,5 miliar barel, Malaysia punya 5,5 miliar barel, India punya 5,8 miliar barel dan China punya 14,8 miliar barel," ucap Rudi.Jika dihitung-hitung dengan produksi minyak Indonesia saat ini perharinya 900.000 barel, itu kata Rudi hanya cukup sampai 12 tahun saja."4,2 miliar itu kalau dihitung-hitung dengan produksi minyak kita 890.000-900.000 barel per hari, itu hanya cukup 12 tahun saja," katanya.Lantas apakah 12 tahum lagi minyak Indonesia habis? "Belum tentu, ini tergantung kita mencari cadangan minyak baru, namum untuk mencarinya tidak mudah, perlu dana sangat besar dan resiko besar, untuk sekali ngebor minyak dibutuhkan dana setidaknya US$ 100 juta, jika tidak dapat minyak? Kontraktor bisa pulang pakai celana kolor saja. Apalagi perbandinanya di Indonesia 1 : 8 artinya saat ini delapan kali ngebor bisa baru dapat satu," ungkap Rudi.Ini lain halnya kalau kita ngebor di Arab Saudi atau Venezuela, sekali ngebor minyak langsung dapat. "Kita di Indonesia ngebor juga sudah di sesmik segala, datanya ada, tapi gagalnya jauh lebih banyak," ujarnya.Jadi benarkah Indonesia kaya minyak? Kalau sudah tahu jawabannya tidak, kata Rudi, sudah saatnya Indonesia berhura-hura menghabiskan BBM."Setop berhura-hura dengan menghabiskan BBM, apalagi dengan harganya yang murah seperti saat ini, pikirkam generasi penerus Indonesia selanjutnya, mau kita warisi apa anak-cucu kita nantinya kalau kita tidak berpikir hemat, mencari alternatif bahan bakar lain yang sebenarnya banyak di Indonesia, kita punya gas, punya panas bumi, air, udara, matahari dan banyak sekali energi alternatif lainnya, hanya saja kita belum mau, kenapa belum mau? Karena kita masih dinina-bobokan dengam harga BBM yang murah, selama BBM masi murah, beralih ke energi lain hanya mimpi saja," tandas Rudi.(rrd/ang)
