Sumber energi didunia itu memang banyak sekali. Tapi kita terbentur pada PROSES 
!
Nih jangan jauh2 di Perusahaan saya dulu, Bagian Geology menemukan ada rfatusan 
kawasan tanah yang punya cadangan minyak; tapi ditinggalkan tak digarap. Why ? 
Kenapa ? Kunaon ? 

Sababna sanggeus di taliti leuwih jauh deui ku bagean Reservoir; wah teu 
komersil cenah; hartina mun diproses unggal 20 barrel waragadna aya kana 19 
barelna; komo mun geus ditarik mah bakal marucunghul waragad2 sejen after eta 
minyak diangkaat ! Malah jadi rugi ! tah cobi perhatikeun BAB ieu. Gampil 
memang; saperti urang jalan2 jeung ki sobat ti kota ka kampung urang. Cek urang 
teh tuh tingali sawah upluk aplak ngahektar,, nu saha paan ?
Ari cek pikiran urang mah enya sawah batur nu saha tuh. Tapi sek ke sobat mah; 
uluh beunghar geuning yeuh sobat aing teh boga sawah upluk aplak !

Tah kitu. Eta mah wungkul imajinasi saliwat. Can puguh ari geus ditaratas mah. 
Boa leuwih rugi ! Supaya ulah rugi kapaksa ngajualna GEDE pisan. Tangtu we eta 
energi alternatif teh moal laku !
Tah kitu ? Naha ngan ukur asal nunjuk wae; atawa tos aya feasibility studdyna ? 
Da meureun pamarentah ge teu bodo2 teuing ! Kapan Insinyurna ge ngarebu !?

nya ari pikiran salintas mah; bari teu dijelaskeun dengan cara komprehensif; 
siga we Pamarentaah nu kurang wijaksana ! hehehehe; tapi HADE lah idena mah; 
diacungan jempol. Sok geura majukeun deui IDE2 nu komprehensif ; piraaku sugan 
teu digugu.
Asal di naa eta ide teh kaasup itungan2 untung rugi ! Jadi lain ngan UKUR bisa 
JADINA BARANG; tapi nepi ka komersilna pisan. SOK lah.


--- On Tue, 11/12/12, faizal ramirez <[email protected]> wrote:

From: faizal ramirez <[email protected]>
Subject: Re: [kisunda] Re: Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?
To: "[email protected]" <[email protected]>
Received: Tuesday, 11 December, 2012, 7:47 AM
















 



  


    
      
      
      Ti tahun 2008 Sim kuring parantos ngembangkeun energi alternative (Solar) 
dina bahan baku sampah plastik sareng Bioethanol dinu bahan baku singkong
dugi ka ayeuna mandeg margi pemerintahna teu support kana wacana energi 
alternativena
ngan saukur ngaheos angin hunggkul dina cariosanna teh
teu tiasa asal ngical ka pom bensin kedah ngalangkungan heula pertamina
 
sareng masyarakat mah tentatif kana pangaos harga
salami BBM bersubsidi dijalankeun
moal kiat nyainganan hargana
 
mun tos kieu kedah kumahanya...
 
Ical





From: mang kaby <[email protected]>
To: Senyum-ITB <[email protected]>; Alumni IPB 
<[email protected]>; Kota Bogor <[email protected]>; 
Baraya_Sunda <[email protected]>; UrangSunda 
<[email protected]>; Kisunda <[email protected]> 
Sent: Tuesday, December 11, 2012 1:57 PM
Subject: [kisunda] Re: Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?







Sae pisan / bagus sekali Teh Leonie :).

Nah itu dia menarik juga point 3 Kang Casdira, sudah saatnya kita merubah 
paradigma berfikir tentang energi Indonesia.

Saat ini Fossil Fuel jadi Energi Utama dan Renewable Energy disebut Energi 
AlternatiP padahal seharusnya dibalik. Renewable Energy yang harusnya menjadi 
yg utama utk dikembangkan. 

Parahnya lagi Renewable Energy ngak bisa berkembang karena harus bersaing 
dengan Fossil Fuel Energy yg disubsidi. 

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

From: Leonie Titiek Wiyati <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Mon, 10 Dec 2012 22:41:09 -0800 (PST)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [Senyum-ITB] Re: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya 
Minyak?

  


tentang energi, sebaiknya memang harus tak terpaku hanya pada minyak dan gas 
saja.
sebaiknya kembangkan juga energi energi lain lain nya.
 
iran saja yang punya banyak gas & minyak malah sangat gencar mengembangkan 
energi energi lain, 
baik dari tenaga angin, dari sinar matahari (padahal potensi energi sinar 
matahari di indonesia jauh lebih besar daripada iran, dari tenaga air (dengan 
bendungan bendungan di sungai, padahal potensi air, sungai, danau di iran tak 
sebanyak di indonesia), dari geothermal (padahal potensi geothermal indonesia 
jauh lebih besar daripada iran), dari biogas, dari nuklir ...
 
venezuela juga sudah mulai gencar program program energi alternatif nya, 
mengikuti iran. 
padahal venezuela juga punya banyak minyak.
 
orang orang yang selama ini berkecimpung di bidang minyak & gas tak perlu jadi 
khawatir tentang periuk nasi masing masing, santai saja ...
masing masing ada rejeki nya masing masing ...
 
soal harga BBM, di iran sejak tahun 2006 harga BBM lebih mahal lho daripada di 
indonesia.
bukan karena nilai mata uang iran yang turun atau apa.
tapi supaya semua orang lebih serius beralih ke energi energi yang lain lain 
nya, dan tak terpaku hanya pada gas dan minyak.
dan supaya semua orang lebih berhemat dengan gas dan minyak yang ada.

 



From: Casdira <[email protected]>
To: [email protected]; Alumni IPB <[email protected]>; Kota 
Bogor <[email protected]>; Baraya_Sunda 
<[email protected]>; UrangSunda <[email protected]>; 
Kisunda <[email protected]> 
Sent: Tuesday, 11 December 2012, 7:52
Subject: Re: [Senyum-ITB] Re: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya 
Minyak?


  

1. Kita tidak kaya minyak kok blok2 migas yg mau habis masa kontraknya masih 
saja diserahkan ke orang lain?

2. Bagian dari tugas Pemerintah cq ESDM + SKMigas utk menaikkan cadangan migas 
Indonesia yg tinggal 4 milyar barel lg. Lha kok gak nambah2? Padahal masih 
banyak cekungan yg belum dieksplorasi? Apa ada yg salah dg tata kelola migas 
nasional? 

3. Contohlah konversi minyak tanah ke LPG. Rakyat akan mengkonsumsi energi yg 
ada di pasaran dlm jumlah cukup dan harga terjangkau. Jadi, stop 
mengkambinghitamkan subsidi BBM, utk menutupi kegagalan Pemerintah menyediakan 
energi alternatif selain minyak.

Powered by Abundance Mentality®

From: "mang kaby" <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Tue, 11 Dec 2012 02:42:12 +0000
To: Alumni IPB<[email protected]>; 
Senyum-ITB<[email protected]>; Kota Bogor<[email protected]>; 
Baraya_Sunda<[email protected]>; 
UrangSunda<[email protected]>; Kisunda<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [Senyum-ITB] Re: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?

  

Stop politisasi BBM ya Bang... Alihkan subsidi utk membangun infrastruktur, 
pendidikan, kesehatan yg diperlukan rakyat banyak. Utamakan di daerah-2 
terlebih dahulu biar merata.

Kang Rudi sae pisan... Semoga SBY lebih berani ya. Dulu premium 6rb ge no 
problemo... Masa sekarang ngak berani :).

nuhuuuuns, mang kabayan
www.udarider.com

From: Hirmen Hirmen <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Mon, 10 Dec 2012 18:15:29 -0800 (PST)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?

  


Tidak dapat ditawar lagi,  setiap kebijakan harus didasarkan kepada data dan 
ilmu,
bukan tawar menawar karungan..


Hi



Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?
Rista Rama Dhany - detikfinance
Jakarta - Hingga saat ini banyak orang mengira Indonesia adalah negeri kaya 
minyak, salah satu buktinya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih mampu dijual 
Rp 4.500 per liter padahal harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 9.000 per 
liter lebih. Tapi benarkah Indonesia negara kaya minyak?Menurut Guru Besar 
Perminyakan Institut Teknologi Bandung(ITB) Rudi Rubiandini, jika melihat 
cadangan minyak Indonesia saat ini, Indonesia hanya memiliki cadangan sebesar 
4,2 miliar barel. Banyakkah itu? Jawabnya tidak."Cadangan minyak Indonesia saat 
ini hanya 4,2 miliar barel, kalau
 berdasarkan peringkat, Indonesia yang pernah menjadi anggota OPEC atau negara 
produsen minyak hanya menduduki peringkat 27," kata Rudi di Jakarta, Selasa 
(11/12/2012).Jika dibandingkan dengan Arab Saudi, Venezuela, Iran, Iraq dan 
lainnya tentu sangat jauh sekali, pasalnya negara-negara tersebut memiliki 
cadangan minyak ratusan miliar."Kalau orang membandingkan kenapa di Venezuela, 
Arab Saudi bisa jual BBM ke rakyatnya murah sekali sedangkan di Indonesia 
tidak, ya karena pembandingnya kurang tepat, Arab Saudi punya cadangan minyak 
264,6 miliar barel, Venezuela 211,2 miliar barel, Iran 137 miliar barel, nah 
Indonesia cuma punya 4,2 miliar," ungkap Rudi.Bahkan kata Rudi, jika mengacu 
data BP Review 2010 cadangan minyak
 Indonesia masih kalah dengan yang dimiliki India, China dan Malaysia serta 
Vietnam."Cadangan minyak Vietnam saja ada 4,5 miliar barel, Malaysia punya 5,5 
miliar barel, India punya 5,8 miliar barel dan China punya 14,8 miliar barel," 
ucap Rudi.Jika dihitung-hitung dengan produksi minyak Indonesia saat ini 
perharinya 900.000 barel, itu kata Rudi hanya cukup sampai 12 tahun saja."4,2 
miliar itu kalau dihitung-hitung dengan produksi minyak kita 890.000-900.000 
barel per hari, itu hanya cukup 12 tahun saja," katanya.Lantas apakah 12 tahum 
lagi minyak Indonesia habis? "Belum tentu, ini tergantung kita mencari cadangan 
minyak baru, namum untuk
 mencarinya tidak mudah, perlu dana sangat besar dan resiko besar, untuk sekali 
ngebor minyak dibutuhkan dana setidaknya US$ 100 juta, jika tidak dapat minyak? 
Kontraktor bisa pulang pakai celana kolor saja. Apalagi perbandinanya di 
Indonesia 1 : 8 artinya saat ini delapan kali ngebor bisa baru dapat satu," 
ungkap Rudi.Ini lain halnya kalau kita ngebor di Arab Saudi atau Venezuela, 
sekali ngebor minyak langsung dapat. "Kita di Indonesia ngebor juga sudah di 
sesmik segala, datanya ada, tapi gagalnya jauh lebih banyak," ujarnya.Jadi 
benarkah Indonesia kaya minyak? Kalau sudah tahu jawabannya tidak, kata Rudi, 
sudah saatnya Indonesia berhura-hura menghabiskan BBM."Setop berhura-hura 
dengan menghabiskan BBM, apalagi dengan
 harganya yang murah seperti saat ini, pikirkam generasi penerus Indonesia 
selanjutnya, mau kita warisi apa anak-cucu kita nantinya kalau kita tidak 
berpikir hemat, mencari alternatif bahan bakar lain yang sebenarnya banyak di 
Indonesia, kita punya gas, punya panas bumi, air, udara, matahari dan banyak 
sekali energi alternatif lainnya, hanya saja kita belum mau, kenapa belum mau? 
Karena kita masih dinina-bobokan dengam harga BBM yang murah, selama BBM masi 
murah, beralih ke energi lain hanya mimpi saja," tandas Rudi.(rrd/ang) 






    
     

    
    






  








Kirim email ke