Mangga Kang kalebeeeet xixixi.

Teu kedah / ngak usah jauh-2 ka Vietnam atawa China di Ciptagelar oge bensin 
saliterna 8000 Kang... Kadang mah 10rb hehehe. Eta the 3 jam ti Pelabuhan Ratu 
wkkkk. Kenapa mahaaal susaaah nyarinya di kaki gunung halimun atuda hehehe.

Kebanyakan di politisir sigana Kang... BBM begitu juga sama Bahan Pokok hehehe 
asa riweuuuh euy. 

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: budyana <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 11 Dec 2012 14:56:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Urang Sunda] Re: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya 
Minyak?

Salam pangwanoh,

Ngiring ngengklokan Mang, kabeneran si kuring pernah di vietnam. basa eta
teh harga bensin 21 rebu Dong (duit vietnam) kurang leuwih 10 rebu rupiah
saleterna. cacakan kitu ari harga-harga kadahareun jeung pakean (sandang
jeung pangan) mah di pasar tradisional atawa di supermarket teu leuwih
mahal dibandingkeun di urang. Kitu deui di cina, harga bensin kurang leuwih
15 rebu rupiah saleterna, tapi mun meuli beas sakilo hargana teu nepi
satengah harga di urang, eta teh di supermarket di beijing mun di pasar
tradisional mah meureun leuwih murah.

Tah nujadi pertanyaan teh, naha ari di vietnam atawa cina bisa kitu ari di
urang mah bensin kakara rek naek ge, harha-harga nu lian geus ngapung teu
ka kontrol deui.

cag ah.




2012/12/11 mang kaby <[email protected]>

> **
>
>
> ** Stop politisasi BBM ya Bang... Alihkan subsidi utk membangun
> infrastruktur, pendidikan, kesehatan yg diperlukan rakyat banyak. Utamakan
> di daerah-2 terlebih dahulu biar merata.
>
> Kang Rudi sae pisan... Semoga SBY lebih berani ya. Dulu premium 6rb ge no
> problemo... Masa sekarang ngak berani :).
> nuhuuuuns,
> mang kabayan
> www.udarider.com
> ------------------------------
> *From: * Hirmen Hirmen <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 10 Dec 2012 18:15:29 -0800 (PST)
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?
>
>
>
> Tidak dapat ditawar lagi,  setiap kebijakan harus didasarkan kepada data
> dan ilmu,
> bukan tawar menawar karungan..
>
> Hi
>
> Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?
> *Rista Rama Dhany* - detikfinance
> *Jakarta *- Hingga saat ini banyak orang mengira Indonesia adalah negeri
> kaya minyak, salah satu buktinya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih mampu
> dijual Rp 4.500 per liter padahal harga keekonomiannya sudah mencapai Rp
> 9.000 per liter lebih. Tapi benarkah Indonesia negara kaya minyak?
>
> Menurut Guru Besar Perminyakan Institut Teknologi Bandung(ITB) Rudi
> Rubiandini, jika melihat cadangan minyak Indonesia saat ini, Indonesia
> hanya memiliki cadangan sebesar 4,2 miliar barel. Banyakkah itu? Jawabnya
> tidak.
>
> "Cadangan minyak Indonesia saat ini hanya 4,2 miliar barel, kalau
> berdasarkan peringkat, Indonesia yang pernah menjadi anggota OPEC atau
> negara produsen minyak hanya menduduki peringkat 27," kata Rudi di Jakarta,
> Selasa (11/12/2012).
>
> Jika dibandingkan dengan Arab Saudi, Venezuela, Iran, Iraq dan lainnya
> tentu sangat jauh sekali, pasalnya negara-negara tersebut memiliki cadangan
> minyak ratusan miliar.
>
> "Kalau orang membandingkan kenapa di Venezuela, Arab Saudi bisa jual BBM
> ke rakyatnya murah sekali sedangkan di Indonesia tidak, ya karena
> pembandingnya kurang tepat, Arab Saudi punya cadangan minyak 264,6 miliar
> barel, Venezuela 211,2 miliar barel, Iran 137 miliar barel, nah Indonesia
> cuma punya 4,2 miliar," ungkap Rudi.
>
> Bahkan kata Rudi, jika mengacu data BP Review 2010 cadangan minyak
> Indonesia masih kalah dengan yang dimiliki India, China dan Malaysia serta
> Vietnam.
>
> "Cadangan minyak Vietnam saja ada 4,5 miliar barel, Malaysia punya 5,5
> miliar barel, India punya 5,8 miliar barel dan China punya 14,8 miliar
> barel," ucap Rudi.
>
> Jika dihitung-hitung dengan produksi minyak Indonesia saat ini perharinya
> 900.000 barel, itu kata Rudi hanya cukup sampai 12 tahun saja.
>
> "4,2 miliar itu kalau dihitung-hitung dengan produksi minyak kita
> 890.000-900.000 barel per hari, itu hanya cukup 12 tahun saja," katanya.
>
> Lantas apakah 12 tahum lagi minyak Indonesia habis? "Belum tentu, ini
> tergantung kita mencari cadangan minyak baru, namum untuk mencarinya tidak
> mudah, perlu dana sangat besar dan resiko besar, untuk sekali ngebor minyak
> dibutuhkan dana setidaknya US$ 100 juta, jika tidak dapat minyak?
> Kontraktor bisa pulang pakai celana kolor saja. Apalagi perbandinanya di
> Indonesia 1 : 8 artinya saat ini delapan kali ngebor bisa baru dapat satu,"
> ungkap Rudi.
>
> Ini lain halnya kalau kita ngebor di Arab Saudi atau Venezuela, sekali
> ngebor minyak langsung dapat. "Kita di Indonesia ngebor juga sudah di
> sesmik segala, datanya ada, tapi gagalnya jauh lebih banyak," ujarnya.
>
> Jadi benarkah Indonesia kaya minyak? Kalau sudah tahu jawabannya tidak,
> kata Rudi, sudah saatnya Indonesia berhura-hura menghabiskan BBM.
>
> "Setop berhura-hura dengan menghabiskan BBM, apalagi dengan harganya yang
> murah seperti saat ini, pikirkam generasi penerus Indonesia selanjutnya,
> mau kita warisi apa anak-cucu kita nantinya kalau kita tidak berpikir
> hemat, mencari alternatif bahan bakar lain yang sebenarnya banyak di
> Indonesia, kita punya gas, punya panas bumi, air, udara, matahari dan
> banyak sekali energi alternatif lainnya, hanya saja kita belum mau, kenapa
> belum mau? Karena kita masih dinina-bobokan dengam harga BBM yang murah,
> selama BBM masi murah, beralih ke energi lain hanya mimpi saja," tandas
> Rudi.
>
>
>
> *(rrd/ang)*
>
>   
>

Kirim email ke