Stop politisasi BBM ya Bang... Alihkan subsidi utk membangun infrastruktur, 
pendidikan, & kesehatan yg diperlukan rakyat banyak. Utamakan di daerah-2 
terlebih dahulu biar merata.

Kang Rudi sae pisan... Semoga SBY lebih berani ya. Dulu premium 6rb ge no 
problemo... Masa sekarang ngak berani :).

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: Hirmen Hirmen <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 10 Dec 2012 18:15:29 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [alumni-ipb] Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?

Tidak dapat ditawar lagi,  setiap kebijakan harus didasarkan kepada data dan 
ilmu,
bukan tawar menawar karungan..

Hi

Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?
Rista Rama Dhany - detikfinance
Jakarta - Hingga saat ini banyak orang mengira Indonesia adalah negeri kaya 
minyak, salah satu buktinya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih mampu dijual 
Rp 4.500 per liter padahal harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 9.000 per 
liter lebih. Tapi benarkah Indonesia negara kaya minyak?

Menurut Guru Besar Perminyakan Institut Teknologi Bandung(ITB) Rudi Rubiandini, 
jika melihat cadangan minyak Indonesia saat ini, Indonesia hanya memiliki 
cadangan sebesar 4,2 miliar barel. Banyakkah itu? Jawabnya tidak.

"Cadangan minyak Indonesia saat ini hanya 4,2 miliar barel, kalau berdasarkan 
peringkat, Indonesia yang pernah menjadi anggota OPEC atau negara produsen 
minyak hanya menduduki peringkat 27," kata Rudi di Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Jika dibandingkan dengan Arab Saudi, Venezuela, Iran, Iraq dan lainnya tentu 
sangat jauh sekali, pasalnya negara-negara tersebut memiliki cadangan minyak 
ratusan miliar.

"Kalau orang membandingkan kenapa di Venezuela, Arab Saudi bisa jual BBM ke 
rakyatnya murah sekali sedangkan di Indonesia tidak, ya karena pembandingnya 
kurang tepat, Arab Saudi punya cadangan minyak 264,6 miliar barel, Venezuela 
211,2 miliar barel, Iran 137 miliar barel, nah Indonesia cuma punya 4,2 
miliar," ungkap Rudi.

Bahkan kata Rudi, jika mengacu data BP Review 2010 cadangan minyak Indonesia 
masih kalah dengan yang dimiliki India, China dan Malaysia serta Vietnam.

"Cadangan minyak Vietnam saja ada 4,5 miliar barel, Malaysia punya 5,5 miliar 
barel, India punya 5,8 miliar barel dan China punya 14,8 miliar barel," ucap 
Rudi.

Jika dihitung-hitung dengan produksi minyak Indonesia saat ini perharinya 
900.000 barel, itu kata Rudi hanya cukup sampai 12 tahun saja.

"4,2 miliar itu kalau dihitung-hitung dengan produksi minyak kita 
890.000-900.000 barel per hari, itu hanya cukup 12 tahun saja," katanya.

Lantas apakah 12 tahum lagi minyak Indonesia habis? "Belum tentu, ini 
tergantung kita mencari cadangan minyak baru, namum untuk mencarinya tidak 
mudah, perlu dana sangat besar dan resiko besar, untuk sekali ngebor minyak 
dibutuhkan dana setidaknya US$ 100 juta, jika tidak dapat minyak? Kontraktor 
bisa pulang pakai celana kolor saja. Apalagi perbandinanya di Indonesia 1 : 8 
artinya saat ini delapan kali ngebor bisa baru dapat satu," ungkap Rudi.

Ini lain halnya kalau kita ngebor di Arab Saudi atau Venezuela, sekali ngebor 
minyak langsung dapat. "Kita di Indonesia ngebor juga sudah di sesmik segala, 
datanya ada, tapi gagalnya jauh lebih banyak," ujarnya.

Jadi benarkah Indonesia kaya minyak? Kalau sudah tahu jawabannya tidak, kata 
Rudi, sudah saatnya Indonesia berhura-hura menghabiskan BBM.

"Setop berhura-hura dengan menghabiskan BBM, apalagi dengan harganya yang murah 
seperti saat ini, pikirkam generasi penerus Indonesia selanjutnya, mau kita 
warisi apa anak-cucu kita nantinya kalau kita tidak berpikir hemat, mencari 
alternatif bahan bakar lain yang sebenarnya banyak di Indonesia, kita punya 
gas, punya panas bumi, air, udara, matahari dan banyak sekali energi alternatif 
lainnya, hanya saja kita belum mau, kenapa belum mau? Karena kita masih 
dinina-bobokan dengam harga BBM yang murah, selama BBM masi murah, beralih ke 
energi lain hanya mimpi saja," tandas Rudi.



(rrd/ang) 

Kirim email ke