Al-hamdulillah, ini berarti sudah keluar ilmu
jurus2nya :-)). 

Yang bikin saya cepat2 ingin bertanya. Bukankah setiap
apa jua perbuataan kita selalu dianjurkan, untuk tidak
mengatakan didoktrin, harus sesuai dengan ajaran agama
kita??? terlebih ketika ini kita membincangkan urusan
ibadah, jadi apa lagi kalau bukan merujuk kepada
sumber asas Islam, Al-Qur'an dan hadits. Bukan soal
tradisi Islam dan bukan pula tradisi Arab [because
Islam is not just for Arabs], yang memang tidak pernah
mentradisikan imamah wanita kepada pia ini. Meski
pendekatan yang lain tidak dilarang, tapi apapun juga
lebih mengutamakan sumber hukum Islam. Jangankan tidak
bersandar pada hukum asas, bersandarpun tetap ada
cacian, serba salah!!! 

Munir:disebabkan memang
> obviously Pendekatan Islamic 
> legal formal itu tafsirable terserah ke mana
> interest penafsirnya sesuai 
> dengan background, pengalaman, kemauan, gawe, group
> afiliasi, posisi social, 
> dll.

Justeru itu, kenapa antum tidak pernah mempertanyakan
masalah fiqhiyyah, yang sebenarnya hanya sebagai
produk hukum, bukan sumber hukum selama 14 abad ini
hanya didominasi oleh kepentingan [ulama] pria. Aneh
bukan? Padahal "imamah wanita" inijelas ada dalil
hukumnya [hadits shahih] dan al-Qur'an tidak ada
melarang hal itu.

Barangkali masalah konspirasi, gawe n target pihak
ketiga [saya dah agak], ini senjata!biasanya
diwacanakan jika sudah menthok. sama halnya dengan
Tsunami adalah impact dari uji coba nuklir, dengan
tanpa bukti. termasuk contohnya kasus BOM of a
nightclub in Bali, killing at least 183 juga ulah JI
doank atau ada pihak ketiga? 

Munir: > Phenomenology of the ethical movement, the
ethical
> society, komunitas umat 
> beragama tanpa tuhan, the feminist movement, juga
> phenomena 
> reconstructionist Judaism dengan rabbi-rabbi
> wanitanya adalah bagian dari 
> kristalisasi a non-Islamic historic encounter
> tersebut. Here Aminah Wadud is 
> not alone.

Ustad, apa jawab anda jika melihat reality di
Indonesia, 88% muslim [contoh] selama thn 2004
terdapat 14.00 lebih kasus kekerasan kepada wanita
[masyaallah], ini yang terdeteksi karena buat laporan.
coba berapa kasus yang tidak ketahuan? dan setiap
tahunnya meningkat. Ini apa faktornya??? Apakah ini
akan antum katakan bahwa para aktivis NGO [yang belum
tentu dapat gaji] itu membeo non-Islamic movement atau
mengikut sejarah Kristen, makar Yahudi dll?      

Tidak bermaksud memperpanjang masalah feminist. Tapi
sedikit ingin komen ...Memang kita masih sering
menyaksikan tidak sedikit orang terjangkiti penyakit
'feminist-phobia��. Sekali lagi karena faktor "dia
adalah feminis", lantas dia bukan hanya dimaki2, tapi
juga diancam bunuh [misalnya]. Aduuh sampai kapan sih
kita selalu mempersoalkan hal2 sepele begini. Agenda
Islam masih buanyak. Lebih 8000 juta orang Islam masih
buta huruf dari 56 negara2 Islam, gimana ini??? dan
sebagian besar dari mereka adalah wanita. Saya juga
anti-multi feminism BARAT, yang tidak sesuai moral
Islam [lah karena mereka tidak Islam]. Tapi saya
melihat Prof Aminah bukan dalam kategori tadi, biarpun
dia hidup di Barat ..tapi kan tetap dalam frame
"Islamic movement", buktinya Aminah masih berjilbab,
bukan??? 

Bagi saya bukan hanya masalah 'imamahnya'. Tapi lebih
kepada esensi dakwanya kepada masyarakat luar Islam,
ternyata Islam itu egaliter, menjadikan wanitanya sama
sejajarnya dengan pria, dimata [Bukan saja Allah] tapi
seluruh alam semesta. Mana ada agama lain yang
setanding begini dengan Islam???
Dan ndilalahe ada hadist sahih yang menyatakan hal
ini. Ini lho yang dapat membuka minda seluruh group,
sekte, kelompok, mazhab apapun agama didunia ini. Yang
seakan2 nyaris tidak bisa dirubah, statis.

Saya pikir kenapa tempatnya digereja? Antum kan tahu,
karena terjadi stelah ada ancaman 'BOM', [Pak Dwi
share ya]. Lha gimana sih orang mo sholat, menjalankan
ibadah, kok di ancam mati??? bingung:-(

Saya kutip balik kata2 Pak Abdurrahman "Kelihatannya 
dunia Islam akan tetap berjalan di tempat kalau yang
"di-ubek2" hanya 
soal-soal "debatable and controversial issues:
fiqhiyyah" yang sudah 
menjadi wacana klasik diteruskan sampai abad 21". 

Salam,
Fath
Sebentar, maaf ini sepele [tapi muhim jiddan], kata 
"al-Rahmaan" dan [begitu secara otomatis menjadi]
"al-Rahiim" dalam basmallah bukan al-rakhiim dan bukan
al-rakhmaan. 


--- nur munir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bismillaahirrokhmaanirokhiim
> 
> Pendekatan legal formal perspectif dalam
> mengapproach fenomena Aminah Wadud 
> imam wanita, contohnya ngurusi njelimetnya status
> kisah umu waroqoh, 
> gontok-gonto�an antar mufassir tentang ayat dan
> hadits, fuqohaa, syari�ah 
> students dll, ada pendekatan lain yang tidak kalah
> penting dan mungkin lebih 
> penting buat kemaslahatan orang banyak. Yaitu
> political approach mau kemana 
> aminah ini, di mana her political position in the
> middle of global political 
> scheme of todays. Selain political approach,
> historicity dan historiography 
> of any groups, multi religious groups, multi
> cultural groups, international 
> political groups, dan group-group apa saja that
> related to the Aminah Wadud 
> phenomenon, untuk mengidentifikasi di mana, apa, dan
> mau ke mana si gerangan 
> ini. Selain scholarly devotion, para kawan, please
> also be war oriented, 
> security minded di tengah konteks cultural war,
> philosophical war, 
> theological war, conventional war dan war war
> lainnya biar tidak keblinger 
> di tengah dunia yang penuh dengan multi agendas,
> political, economical, mass 
> jealousy, makar dll.
> 
> pelik dan njelimetnya pendekatan Legal Islamic law
> perlu tapi bukan 
> satu-satunya yang perlu. Bila pendekatan literature
> on Islamic law jadi 
> satu-satunya tool untuk mengejawantahkan phenomena
> of Aminah Wadud maka bisa 
> terjebak kepada tercapainya target pihak ketiga yang
> direct or indirectly 
> punya gawe ngadu jago, memberi pe er supaya sibuk
> ngurusi pelik-pelik 
> internal yang itu potensi mentrigger pecohan
> internal supaya loss tima nggak 
> sempat mengalokasikan energinya mengarahkan moncong
> kekuatan kepada pihak 
> yang nduwe gawe tersebut, disebabkan memang
> obviously Pendekatan Islamic 
> legal formal itu tafsirable terserah ke mana
> interest penafsirnya sesuai 
> dengan background, pengalaman, kemauan, gawe, group
> afiliasi, posisi social, 
> dll. contohnya karena berafiliasi feminism, orang
> nguuuotot mbelani Aminah 
> wadud dengan mengonstruksi landasan-landasan yang
> dia maui.
> 
> posting saya �Latar Belakang Sejarah Secualisme?>
adalah sekedar pancingan 
> kepada para hadirin bahwa beyond the phenomena of
> Aminah wadud there is a 
> giant cultural hegemony yang itu was constructed 
> through chain of a non 
> Islamic community�s history encounter with
> surrounding world simultaneously 
> berkulminasi kepada spreading budaya barat yang
> menjadi raksasa kebudayaan 
> dunia, the secularism, the feminism.
> 
> Phenomenology of the ethical movement, the ethical
> society, komunitas umat 
> beragama tanpa tuhan, the feminist movement, juga
> phenomena 
> reconstructionist Judaism dengan rabbi-rabbi
> wanitanya adalah bagian dari 
> kristalisasi a non-Islamic historic encounter
> tersebut. Here Aminah Wadud is 
> not alone.
> 
> Jauh hari sebelum pelaksanaan sholat oleh aminah
> wadud diumumkan di media 
> tapi dirahasiakan tempatnya, hanya bagi yang mau
> ikut akan diberi tahu 
> tempatnya dan harus mendaftar dulu supaya
> teridentifikasi siapa-siapa 
> pesertanya. Ternyata tempatnya di gereja. Tidak
> terbuka, hanya bagi 
> pendaftar saja, setelah itu diekspose beritanya,
> mengundang world muslim 
> tengkar. This is a sophisticated makar.
> 
> posting saya �emansipasi?bermaksud mengidentifikasi
> apakah feminism yang 
> historical root nya bukan dari komunitas muslim itu
> Islamic? Ternyata 
> sebagian tidak. Equal right pria-wanita di Islam
> ternyata tidak berarti 
> equal job, dengan natural reasoning as Allah telah
> fadldlola lloohu 
> ba�dluhum �alaa ba�dlin..
> 
> >Perbedaan kapasitas disebabkan perbedaan natural
> fisik dan nature of
> > > emotional device installation control katanya
> orang kampung hormon
> > > perasaan
> > > wanita lebih tinggi dari pria, ringkih, gampang
> njegot.
> 
> Proof dari nature ini antara lain respon emailnya
> sdri fathonah di bawah 
> ini.
> 
> Posting email �emansipasi?tidak dimaksudkan
> menjudgement boleh atau tidak 
> bolehnya wanita jadi president. Hanya dimaksudkan
> bahwa pemimpin wanita 
> tidak akan bernature pria, demikian juga pemimpin
> pria tidak bernatur 
> wanita. Kebetulan di Amerika yang bapaknya demokrasi
> itu tidak pernah punya 
> presiden weanita. Demikian juga hampir di semua
> sejarah peradaban kebetulan 
> kebanyakan laki-laki yang memimpin, walaupun tidak
> banyak, wanita juga ada, 
> seperti ratu bulqis yang akhirnya di bawah Sulaiman
> pria itu. Lha terus 
> siapa yang melarang, ya tidak ada seperti tidak
> adanya undang-undang di 
> Amerika melarang wanita jadi president.
> 
> Demikian juga phisical nature wanita vs.
> psychological nature pria di 
> email-email saya tidak menjudgement legal formal
> boleh atau tidak bolehnya 
> aminah wadud jadi imam. Hanya by nature kalau
> imamnya wanita dan makmumnya 
> pria konsekwensinya potensi cabul oriented karena
> fitroh psychology pejantan 
> dan fitroh fisik wanita seperti yang saya expose
> blak-blakan biar jelas 
> khususnya bagi pembaca wanita kayak aminah wadud
> yang tidak pernah punya 
> experience menjadi pejantan selama-lamanya, dan ini
> ditulis oleh seorang 
> pejantan.
> 
> Sekali lagi saya tidak tertarik ngurusi hadits
> tentang ummu waroqoh atau 
> legal dalil lainnya karena itu jugmental tergantung
> interest yang menjudge, 
> mau haram bisa mau halal juga bisa diatur konstruksi
> argumentasinya. Tapi 
> kalau konsekwensi by nature atau by history maka
> keduanya tidak akan 
> berubah. Demikian Allah telah menjadikan alam dengan
> segala hukumnya.
> 
> Wassalamu�alaikum
> munir
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> >From: "Fathonah K. Daud" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [email protected]
> >To: <[email protected]>
> >Subject: Re: [kmnu2000] emansipasi
> >Date: Wed, 30 Mar 2005 09:10:36 +0800
> >
> >
> >Yth Ust Munir
> >Saya sebenarnya malas berdebat cara gini:
> >
> >Pertama: Tidak terfocus pada permasalah utama
> [semula hanya membincangkan
> >"Imamah wanita", tapi anda tidak memberikan argumen
> yang serius, malah
> >nngladrah ngalor ngidul. Coba perhatikan cara antum
> berdiscuss, sekejap2
> >ganti topik dan lihat topic lari jauh => umum
> [mengcounter segala tema
> >'ayat-ayat gender']. Mulanya saya hanya mengikuti
> alur pemikiran antum, 
> >tapi
> >kenyataannya antum selalu lari dari topic, setelah
> saya jawab topic yang
> >anda berikan. Perhatikan dari =>Imamah=>Latar
> belakang Sejarah
> >Secularism=>Emansipasi. emangnya enak discuss cara
> begini? Tolonglah
> >selesaikan topic yang pertama dulu.
> >
> >Kedua: Karena antum adalah senior/ustad saya, bukan
> yang lain. Jadi saya
> >ndak ingin ada 'gap' hanya karena perbedaan kecil
> yang sebenarnya adalah 
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke