saya pernah bertemu dengan pak Samsul Islam yang merupakan salah satu murid
kesayangannya Gus Ud.
Dia pernah cerita bahwa dahulu saat ada seseorang Ahli Ilmu mau mengajar
sesuatu keilmuan di Masjid Jami' Malang, ada tim yang terdiri dari beberapa
kiai yang menguji orang tersebut.
Orang tersebut berdiri di depan para kiai itu. Dan para kiai memberikan
pertanyaan-pertanyaan segala sesuatu tentang keilmuan tersebut. Bila orang
tersebut lolos maka orang tersebut mendapat rekomendasi untuk mengajarkannya.
Proses tersebut tidak diketahui oleh masyarakat umum, sehingga tidak Ahli
ilmu tersebut tidak akan malu bila gagal, tetapi mungkin hanya malu kepada para
kiai yang mengujinya.
karena tidak dilembagakan maka budaya yang baik ini hilang begitu saja. Tidak
ada standarisasi tentang keilmuan seorang kiai.
Kalaulah NU membuat suatu kelembagaan untuk men-standar-kan keilmuan dari
seorang kiai sehingga akan menimbulkan suatu sertifkasi keahlian dalam keilmuan
keagamaan di lingkungan NU, akan membuat lembaga NU suatu lembaga pertama yang
memberikan hal itu.
Sehingga nantinya semua para kiai atau orang-orang yang ingin memberikan
keilmuannya untuk warga NU harus memiliki sertifikasi tersebut. Sehingga
garis-garis keilmuan keagamaan dari NU akan dapat terlestarikan.
salam
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]