hmmm... saya sedikit paham maksudnya. tapi malahan saya takut menjadi UUD untuk mendapatkan sertifikat yang dimaksud. beberapa orang (mungkin oknum) akan rela mengeluarkan sekian juta untuk mendapatkan sertifikat tersebut untuk digunakan dengan berbagai alasan. so, bukankah malah membuka ke-mudharat-an baru?
saya kira, kredibilitas dan nama besar serta track record sang kiai sudah cukup tanpa ada sertifikasi... btw, nanti yg berhak mengeluarkan sertifikat siapa? kinantaka On 4/12/07, nagan singosari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya ambil sebuah analogi, > di dalam ilmu komputer terdapat berbagai sertifkasi seperti cisco > sertifikasi jaringan komputer, sertifikasi software microsoft dan lain-lain. > Saya yakin demikian juga dalam keilmuan dalam agama Islam seperti ilmu > Fiqih, usul fiqih, dan lain-lain, belum lagi masalah kitab-kitabnya, banyak > cabang dari keilmuannya, dan seterusnya. > Sehingga belum tentu seorang lulusan pesantren itu dapat menguasai > semuanya, tetapi mungkin ahli atau menguasai salah satu dari cabang keilmuan > itu. > Biasanya sebuah pesantren itu memiliki spesialisasi tersendiri, tetapi ada > baiknya untuk spesialisasi tersebut memiliki standar yang sama dalam hal > buku referensi untuk semua pesantren yang ada dilingkungan NU, dan untuk > yang menguji bukan dari pesantren dia belajar tetapi dari berbagai pesantren > yang memiliki spesialisasi yang sama. Sehingga dalam hal keilmuan tersebut > akan tetap terjaga ke-kompetensi-annya. Dan dimungkinkan juga dibuat suatu > kurikulum yang standar untuk pondok pesantren di lingkungan NU. > Tidak semua pondok pesantren itu mengajarkan keilmuan, ada yang hanya > sebuah tempat kos-kosan, tidak semua orang yang ke pesantren itu ingin > belajar ilmu, dapat juga hanya sekedar kos. Sehingga kita tidak tahu dengan > pasti kualitas dari orang yang sudah keluar dari pondok tersebut. Dengan > sistem standarisasi dan sertifikasi maka kita akan tahu dengan pasti. > Standarisasi dan sertifikasi ini tidak menutup kemungkinan orang-orang > yang belajar di luar pondok pesantren untuk mendapatkannya seperti dari > universitas atau mungkin dari pengajian-pengajian yang diadakan di masjid > atau surau yang ada di tempat sekitarnya. > Dengan demikian diharapkan orang-orang NU akan semakin berkualitas. > > salam > > > --------------------------------- > The fish are biting. > Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
