salamualikum..

Sangat menyejukkan uraian Gus Anam. Saya tersadar
bahwa NU itu gerakan dakwah, bil hikmah wal mauidzatil
hasanah wa jadilhum billati hiya ahsan.

Semenjak uraian Gua Anam tentang NU, saya tidak lagi
kebingungan menjawab dimana posisi NU dalam hiruk
pikuk ormas-ormasi Islam di Indonesia. Apalagi
terhadap kalangan yang "mewajibkan" syariah Islam.

Sebagai orang yang sering "dipojokkan" dalam
diskusi-diskusi keagamaan di komplek saya. Jadi kalau
ada masalah, misalnya masalah tahlil, maulud Nabi dan
lainnya.. pasti mata hadirin menengok ke saya, yang
artinya tuh orang NU tuh...

Kemarin saja, ada masalah di Masjid, dimana masjid di
komplek saya masih mengumandangkan lagu-lagu pujian
sebelum iqomah, langsung mempertanyakan saya.. itu
bagaimana orang lagi shalat sunnah kok di ganggu
dengan lagu-lagu... dan lainnya. Semuanya ngadu ke
saya.., dengan ada nggak dalilnya.. dan sebagainya.

Saya jujur, kita rindu kyai-kyai NU panutan dalam
dakwah dan perjuangan Islam. Kyai Idola Nu pasti Gus
Dur, cuma saja.. Gus Dur kurang diterima di kelompok
Islam lain. Jadi kalau nukil pendapat, saya lebih suka
pendapatnya Quraish Shihab dari pada merujuk ke Gus
Dur.

Kayaknya saya sehati dengan Nagan Singosari. Sedih
melihat NU yang kyainya kalau sudah "terkenal".
Langsung terjun ke partai, rebutan kursi DPR. 

Mohon to Gus Anam to memperbanyak masukan ke kami akan
ke NU an gitu..


suprayadi


--- syamsuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> nu dulu dan sekarang
> dulu nu itu                 nahdlotul ulama'
> kemudian menjadi     nuqshonul ulama'
> lha sekarang             naqdlotul ulama'
> kalau salah mohon maaf
> kalau bener mari introspeksi
> semoga menjadi nu yang murni
>   ----- Original Message ----- 
>   From: nagan singosari 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Monday, June 18, 2007 6:04 PM
>   Subject: Re: [kmnu2000] Dimana Kyai NU...
> 
> 
>   Ah, 
>   Gus Anam bisa aja,
>   mas Supriyadi kan hanya menyampaikan keluh
> kesahnya saja,
>   dan itu memang sesuatu hal yang wajar bagi orang
> NU secara umum,
>   terutama orang NU yang hidup di perkotaan,
>   mereka melihat apa yang ada di depan mata,
>   mereka melihat apa yang tersaji di media masa,
>   dan sebenarnya mereka menginginkan adanya orang NU
> yang seperti itu,
>   tidak orang NU yang rame karena rebutan posisi
> politik,
>   atau mungkin karena orang NU tidak secerdas Din
> Samsudin dalam memanfaatkan momen,
>   atau tidak secerdas Aa' Gym dalam memanfaatkan
> situasi,
>   atau tidak secerdas Ari Ginanjar dalam ilmu
> marketing dengan pemanfaatan agama dalam
>   meraih keuntungan yang sebesar-besarnya (he he he)
>   karena memang mereka itu bergerak berdasarkan
> kepentingan.
>   atau memang orang NU itu hanya diwakili oleh Gus
> Dur dengan kenyelenehannya
>   karena adakalanya pandangan Gus Dur bukan
> mencerminkan NU, betul tidak?
>   karena adakalanya Gus Dur itu berbicara atas nama
> dirinya sendiri saja,
>   buktinya apa? Beliau mendirikan Gus Dur Center
> bukan NU Center (ini menurut saya lho)
>   beliau memiliki situs sendiri, NU memiliki situs
> sendiri, yang artinya adakalanya
>   beliau berbicara atas nama dirinya sendiri, bukan
> atas nama NU
> 
>   gak nyambung ya ? :D
> 
>   salam
> 
>   kh anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Assalamualaikum
>   Sekedar urun rembug,
>   Saya kira yang kurang dari mas Supriadi adalah
> perasaan "menjadi bagian dari
>   orang NU", kalau memang anda adalah bagian dari
> warga nahdliyyin. Ibaratnya
>   NU itu adalah sebuah keluarga, dan kita adalah
> bagian dari keluarga itu,
>   maka semisal keluarga kita dicap jelek oleh orang
> (padahal ya belum tentu
>   jelek) maka kita akan berusaha menutupi kejelekan
> keluarga kita, sembari
>   secara pribadi berusaha memperbaiki citra jelek
> keluarga, bukan malah
>   ikut-ikutan menjelekkan keluarga sendiri, mengutuk
> diri sendiri.
> 
>   Perasaan "menjadi bagian dari orang NU" itu juga
> penting untuk
>   sekedar memandang positif apa pun yang terjadi
> dengan NU; bahwa apapun
>   tindakan NU itu dilambari oleh "khittahnya", punya
> dasar pemikiran dan tidak
>   serta merta memperturutkan hawa nafsu.
> 
>   Kalau anda mau "membaca" informasi, kurang apa NU
> dalam memberangus korupsi,
>   memberantas kemaksiatan, membela Palestina, Irak
> dan Iran. Hanya saja NU
>   tidak senang "berkoar-koar" dalam mimbar Jum'at
> yang justru malah membikin
>   panas suasana membakar kebencian umat, dan kadang
> memicu emosi untuk
>   melakukan tindakan anarkhis. Yang begini-ini
> justru kontra produktif dan
>   tidak menyelesaikan masalah. Artinya ya NU saya
> kira punya metode dakwah
>   sendiri, bil hikmah wal mauidzatil hasanah wa
> jadilhum billati hiya ahsan.
> 
>   Soal anda tidak setuju kiai yang ikut "berpolitik"
> itu sah-sah saja. Tapi
>   bukan kemudian mengeneralisir bahwa kiai haram
> untuk berpolitik. Kalau sudah
>   begitu berarti dari awal anda sudah ga percaya
> bahwa kiai bisa mengubah
>   iklim politik yang acakadul. Belum-belum anda
> menaruh curiga dan menuduk
>   kiai-kiai itu amoral semua. Ini namanya gak fair.
> Saya kira juga aneh: anda
>   tidak antusias dengan sistem politik indonesia,
> tapi anda melarang
>   orang-orang yang baik untuk ikut masuk di
> dalamanya.
> 
>   Saya bukan kiai, bukan keluarga kiai, juga tidak
> pernah punya cita-cita
>   punya istri anaknya kiai, tapi saya menghormati
> para kiai sebagai pimpinan
>   keagamaan saya. Maka kalau kiai digugat dan
> dihinakan, hati saya
>   akan bergolak.
> 
>   Kalau anda mau "membaca" informasi (maaf sekedar
> biar anda tidak terlalu
>   fanatik) tahukah anda bahwa beberapa orang yang
> anda banggakan di atas itu
>   juga sering tidak konsisten. Sekedar menyebut
> contoh, taukah anda bahwa
>   pelatihannya pak Ariginanjar, misalnya, dirumuskan
> oleh para aktor zinonis
>   yang dalam mimbar-mimbar jum'at mereka kecam.
> Kira-kira anda juga perlu baca
>   buku tentang "agama sebagai spirit kapitalisme"
> biar tidak terlalu fanatik
>   dengan apapun yang tampil di permukaan. Pada
> banyak hal agama dan "syariah"
>   hanya menjadi simbol dan tameng untuk menutupi
> maksud terpendam, dan itu
>   bisa jadi terjadi secara tak disadari.
> 
>   Terakhir, menurut saya, yang pantas diteladani
> bukanlah yang sering muncul
>   di media publik, atau anda bilang "vokal". Ingat
> bahwa yang diam itu
>   menghanyutkan. Assukutu nisful ilmi. Sikap,
> tindakan, dan teladan itu tidak
>   harus diomongkan.
> 
>   jadi begitu,
> 
>   Salam
> 
>   On 6/16/07, suprayadi kay <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>   >
>   > Salamualaikum..
>   >
>   > Beberapa hari yang lalu, saya diajak kawan-kawan
> untuk mengadakan kajian
>   > Islam komprehensif yang akan diadakan per 3
> bulan di komplek saya. Rapat di
>   > gelar dan ketika memunculkan nama-nama pembicara
> yang muncul nama Ari
>   > Ginanjar, AGym, Uje, Syafii Antonio, dan
> Jalaludin Rahmat
>   >
>   > Ketika saya memunculkan nama kyai NU, jawab
> sebagian dari hadirin adalah
>   > mereka kyai majelis ta'lim kelas bawah, bukan
> untuk pengajian kelas menengah
>   > ke atas.
>   >
>   > Dari yang saya perhatikan di tingkat nasional
> saja, segala permasalahan
>   > umat, terutama kepedulian terhadap perjuangan
> Islam di Palestina atau Irak,
>   > yang vokal memperjuangkan adalah MUI dan yang
> muncul pasti Dien Syamsudin
>   > atau Hidayat Nur Wahid. Saya sendiri bingung
> dimana kyai-kyai NU ...
>   >
>   > Saya melihat kayaknya ada krisis kepercayaan
> terhadap kyai-kyai NU. Yang
>   > saya temui di daerah saya. Kyai NU hanya untuk
> digunakan demi kepentingan
>   > partai dalam merebut suara. Atau kyai NU hanya
> untuk digunakan untuk meminta
>   > "air sakti" demi kelancaran dagang dan kenaikan
> jabatan.
>   >
>   > Dalam memberantas kemaksiatan misalnya,
> pemberantasan miras atau PSK, yang
>   > maju pasti laskar Hizbuttahrir, Forum Umat
> Islam, atau pemuda Muhammadiyah.
>   >
>   > Bahkan dalam mengkritik masalah korupsi PEMDA,
> misalnya. organisasi muslim
>   > lain non NU sangat pedas memperingatkan pihak
> pemerintah untuk menghindari
>   > korupsi dan bersikap tegas terhadapnya.
>   >
>   > Kalangan Kyai NU kayaknya terhadap hal-hal di
> atas, kurang peduli dan acuh
>   > saja. Mereka lebih berkonsentrasi pada
> pendidikan Pesantren.
>   >
> 
=== message truncated ===



       
____________________________________________________________________________________
Be a better Heartthrob. Get better relationship
answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check
it out. 
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433


       
____________________________________________________________________________________
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php

Kirim email ke