Kang Arwani,

Kalau high class yang Anda maksud adalah high class dalam pemaknaan 
yang pejoratif, saya tak sepakat. Yang harus dipahami dari tokoh 
semisal al-Jabiri dan Hassan Hanafi,keduanya punya orientasi untuk 
mencetak kader yang dapat menyambung gagasan pembaharuan yang mereka 
usung. Dan saya belum melihat hal yang sama yang sedang dilakukan Gus 
Dur.

Anda juga tak bisa memimpikan Jabiri dan Hassan Hanafi seperti 
layaknya Gus Dur yang terbiasa kongkow, ngabuburit,ngangkring dengan 
para pemujanya. Selain faktor kebudayaan yang tak sama, tokoh kayak 
Hassan Hanafi ini lebih suka bersikap hangat pada anak-anak muda yang 
datang ke Jamiyyat al-Falsafiyat atau ke rumahnya untuk sekadar 
bertukar gagasan.

Yang saya harapkan dari Gus Dur itu satu. Dia jadi simbol tokoh 
intelektual Islam Indonesia yang prolifik. Di mana gagasan dan ide-
idenya dipelajari di pelbagai kalangan. Itu saja. Untuk urusan yang 
remeh-temeh, biar Kyai-Kyai Kampung saja yang menekuninya.

--- In [email protected], "Arwani Syaerozi" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Berbeda dengan Gus Dur yang "menceburkan diri" dalam berbagai 
problem 
> sosial, budaya, pendidikan, politik, keagamaan bahkan juga 
terkadang 
> bicara tentang ekonomi. yang mengkonsumsi "pemikirannya"-pun 
beragam, 
> dari orang awam, santri, sampai intelektual dan akademisi.
> 
> Kiprah al jabiri lebih difokuskan pada konstruksi pemikiran melalui 
> pendekatan filsafat, konsumennya pun kalangan "high class" alias 
> akademisi dan intelektual saja. 
> 
> Saat ini beliau memaksimalkan masa tua-nya dengan terus 
berkecimpung 
> dalam dunia tulis menulis, di samping buku baru yang berjudul "al 
> madkhal ila al qur'an" saat ini beliau juga telah menerbitkan 
> buku "Fahmu al Qur'an al hakiem" tafsir qur'an perspektif asbab 
> nuzul. di samping itu beliau juga rutin menerbitkan buku mini "al 
> mawaqif" tiap bulan, yang merupakan refleksi dan analisanya 
terhadap 
> masalah-masalah kekinian.
> 
> Oh iya, al jabiri di Maroko tidak seperti Gus Dur di Indonesia yang 
> selalu dikerumuni oleh massa "Gus-Durian", di Maroko al jabiri 
tidak 
> menemui "Jabirian" kecuali melalui tulisan atau forum seminar.
> 
> Wassalam
> 
> 
> Arwani Syaerozi
> 
> Dept. of Islamic Studies
> University of Mohammed V Rabat Maroko.
> www.arwani-syaerozi.blogspot.com 
> 
>  

Kirim email ke