Kawan,
  Kalau alasan perbedaan keyakinan terus harus dilarang, sampai kapan larang 
melarang ini akan berakhir? Bukankah Islam yang kita yakini ini juga telah 
melakukan penyimpangan terhadap keyakinan lain? Kalau penyimpangan harus 
disebut penodaan agama, bukankah kita semua telah melakukan penodaan terhadap 
keyakinan orang lain yang berbeda dengan kita? Penyimpangan yang dilakukan 
Ahmadiyah terhadap Islam mainstream masih mending, karena ia hanya mengakui ada 
Nabi terakhir yang bukan Muhammad SAW. Islam bahkan melakukan penyimpangan luar 
biasa karena mengakui Isa hanya sebagai Nabi, bukan Tuhan sebagaimana keyakinan 
Kristen pada umumnya. Bukankah itu penyimpangan luar biasa? Lalu apakah Islam 
juga harus dilarang? Demikian halnya semua agama dan keyakinan yang lain.
   
  Salam,
  Saidiman

Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Salam,
Untuk temen-temenku yang LATAH membela Ahmadiyah demi kebebasan
(liberalisme):
1. Ahmadiyah YANG merasa diri Islam tapi tidak mau mengakui Muhammad SAW
sebagai Nabi terakhir, dan Al-Qur'an sebagai kitab suci satu-satunya, apakah
pantas diberikan ruang kebebasan itu? Dalam agama lain, apakah juga boleh
ada aliran sempalan yang mengatakan ada Nabi lain, atau kitab suci cadangan?
2. Mungkin saja mereka punya konsep lain mengenai kenabian, atau kitab suci,
tolong jelaskanlah? Jangan asal membela kebebasan begitu donk...!
3. Kenapa masjid Ahmadiyah mesti ekslusif, kenapa tidak gabung saja sengan
umat Islam yang lain, berdiskusi bersama, shalat berjamaah bareng, selametan
bareng? Atau mereka merasa bahwa perbedaan dengan kelompok Islam lain sudah
tidak bisa didamaikan, lalu kenapa tidak membuat aliran kepercayaan sendiri
saja, atau proklamirkan agama baru, kenapa musti tidak pede dan mendompleng
pada Islam? Atau adakah yang tidak sempurna dengan Islam yang
"konvensional"?

Ada beberapa argumen yang tidak nyambung:
1. Penolakan terhadap keyakinan Ahmadiyah selalu dikaitkan dengan kekerasan.
Padahal tidak mesti begitu. Dari mana jluntrungnya. Justru opini tentang
kekerasan yang muncul karena pelarangan itulah yang memicu kekerasan itu
sendiri.
2. Gugatan terhadap Ahmadiyah sering dikaitkan dengan aspek penting lainnya
dalam beragama Islam. Misalnya: kenapa tidak diurusi saja itu orang-orang
miskin, anak yatim dan janda tua. Ini juga tidak nyambung, dan pertanyaan
ini juga bisa diajukan balik, kenapa membela Ahmadiyah, tidak membela yang
lain saja....

Salam,
Anam

[Non-text portions of this message have been removed]



                           

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke