dear all, 

dari berbagai kejadian dan fenomena yang terjadi di tanah air, dapat 
disimpulkan dengan tegas bahwa sebagian besar rakyat indonesia yang mengaku 
muslim tidak perlu dengan agama atau periperialnya, seperti moral agama, doa, 
atau kitab suci dsb.

agama hanya bisa terlihat dan terwujud dalam mesjid atau tempat tertentu dalam 
suasana hajatan, tahlilan, maulidan dsb. bagi mereka, agama bukan segalanya 
dalam hidup, agama tidak menjadi pegangan hidup dan tautan moral serta neraca 
timbang untuk bertindak dan berbuat sesuatu. 

jadi sia-sia saja, kalau ada seseorang berbicara agama, sama saja dengan 
menulurkan sebuah cerita fiktif yang bukan kenyataan. apa yang dianjurkan dalam 
agama, baik berupa perintah wajib maupu sunnah, hanya sebatas tugas sosial 
saja, tidak menjadi tuntutan pribadi. 

kepatuhan terhadap perintah agama  dalam menjalankan suatu ibadah wajib dan 
sunah, maupun larangan menjauhkan diri dari sesuatu perkara haram, hanya 
merupakan dorongan sosial yang dimotivasi mencari identitas sosial semata. 

dengan kondisi seperti itu, alih-alih menjadi pilar moral serta perangkat 
etika, agama sebaliknya menjadi barang banyolan dan guyonan yang seringkali 
dihantarkan oleh para penceramah di berbagai pengajian.

ironinya, masih banyak mahasiswa yang mau menimba ilmu agama serta bercita-cita 
menjadi guru agama, dai, ustadz maupun ulama. pahadahal, agama itu sendiri 
sudah diinjak-injak oleh sebagai rakyat indonesia yang mengaku muslim.

mereka tidak peduli apa kata agama. mereka hanya peduli dengan uang dan 
bagaimana caranya memperoleh uang, hidup enak dengan cara cepat dan singkat 
meskipun dengan cara tidak halal.

martin


nb: silahkan baca berita di bawah ini. sebuah contoh di mana agama tidak 
berjalan sama sekali. 
         

SIDAK KPK
Amplop Suap Bertaburan
di Bea dan Cukai Priok 

Sabtu, 31 Mei 2008

JAKARTA (Suara Karya): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan inspeksi 
mendadak (sidak) ke kantor pelayanan Bea dan Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok. 
Sejumlah petugas dan pimpinan KPK berupaya mengungkap praktik suap di kantor 
itu. Sidak tersebut dilakukan tim gabungan dari KPK dan tim kepatuhan internal 
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai pada Jumat (30/5) kemarin. 

Mereka berhasil menemukan sejumlah amplop besar berisi uang yang diduga sebagai 
suap untuk petugas Bea dan Cukai Tanjung Priok. Sedikitnya 50 orang anggota tim 
gabungan menggelar sidak di setiap meja kerja di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 
Tanjung Priok tersebut. 

Sebagaimana dilaporkan Antara, kelima puluh orang itu terbagi dalam dua tim. 
Masing-masing tim memeriksa jalur impor bagi importir yang hanya memerlukan 
pemeriksaan dokumen (jalur hijau) dan jalur impor bagi importir yang memerlukan 
pemeriksaan dokumen dan fisik barang (jalur merah). 

Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin, yang turut serta dalam sidak itu, 
mengatakan, tim gabungan berhasil menemukan sejumlah amplop berisi uang di 
beberapa meja kerja. Uang yang ditemukan diperkirakan mencapai ratusan juta 
rupiah. "Hasil sementara ada beberapa amplop dari beberapa perusahaan," kata 
Jasin.

Menurut Jasin, dalam beberapa amplop tertera tulisan jenis dokumen, nama 
perusahaan, dan peruntukan uang, misalnya "uang makan". Jasin memerinci bahwa 
isi amplop-amplop itu bervariasi. Tim gabungan menemukan sejumlah amplop yang 
berisi uang Rp 4 juta, Rp 5 juta, dan Rp 14 juta. "Ada juga yang dalam bentuk 
dolar," kata Jasin.

Salah seorang anggota tim yang ikut sidak menyatakan apa yang dilihatnya 
benar-benar luar biasa. "Amplop berisi uang suap bertaburan di mana-mana," kata 
petugas yang tak ingin disebutkan jati dirinya itu.

Informasi terakhir yang diterima oleh Jasin, sedikitnya ditemukan uang Rp 75 
juta di jalur hijau dan Rp 100 juta di jalur merah. Selain menemukan uang di 
dalam amplop, tim juga menemukan beberapa lembar bukti transfer. 

Pada sidak tersebut tim juga menyita telepon genggam dan sejumlah dokumen di 
lantai 4 Gedung Bea Cukai Tanjung Priok, tempat mengurus barang berbahaya. Para 
staf KPK terlihat sibuk hilir mudik, sementara pegawai Bea Cukai terlihat 
berkelompok di sudut ruangan. Muka mereka terlihat pucat. Beberapa pegawai 
terlihat diinterogasi tim.

"Sampai saat ini yang di-interview baru 6 orang. Itu dari pejabat pemeriksa 
dokumen. Karena, tertangkap tangan menerima amplop maupun menyembunyikan 
dokumen-dokumen," kata Jasin.

Menurut Jasin, modus pemberian uang suap tersebut tidak langsung ditujukan 
kepada pejabat lembaga tersebut, tetapi umumnya melalui pegawai rendahan 
seperti petugas kebersihan atau satpam. Uang itu dimasukkan ke dalam amplop 
yang ditulis "uang makan" untuk menyamarkan uang yang ada di dalamnya. Selain 
uang, di dalam amplop tersebut disertakan juga dokumen yang akan diurus.

M Jasin juga mengatakan, dugaan suap di kantor pelayanan utama Bea dan Cukai 
Tanjung Priok, Jakarta Utara, dilakukan melalui pihak ketiga. "Modus 
operandinya tidak langsung diterima," katanya. Dan potensi suap justru terjadi 
di bagian pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. 

Ditanya tentang peranan sejumlah pejabat struktural Bea dan Cukai dalam dugaan 
suap itu, Jasin mengatakan, KPK masih berkonsentrasi pada bagian yang 
bersentuhan langsung dengan masyarakat. "KPK justru menemukan kecenderungan 
rangkap jabatan oleh pejabat struktural Bea dan Cukai. Rangkap jabatannya yang 
bermasalah," katanya. 

Jasin mencontohkan, seorang pejabat eselon satu di Bea dan Cukai masih bisa 
berprofesi sebagai notaris dan komisaris di sejumlah perusahaan. "Padahal 
gajinya sudah dinaikkan. Tunjangan khususnya sudah Rp 46 juta. Itu tidak 
dipotong pajak," kata Jasin. 

Lebih lanjut, M Jasin mengatakan, sidak di kantor pelayanan utama Bea dan Cukai 
itu salah satunya untuk memantau upaya reformasi birokrasi di Departemen 
Keuangan, khususnya di Ditjen Bea dan Cukai. 

Reformasi birokrasi di Departemen Keuangan menghabiskan dana sekitar Rp 4,3 
triliun. Dana itu sudah termasuk pembenahan sistem dan kenaikan gaji pegawai. 
"Seharusnya kan pegawainya jujur dan lurus, tidak menerima suap lagi," kata 
Jasin. (Nefan Kristiono)


      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html

Kirim email ke