Namanya Ali Ustman, dia teman dekatku. Dia tidak mungkin berbuat demikian. Dia
juga dapat email dari temannya, saya belum sempat nanya balik, siapa yang
ngirim ke Ali Ustman.
Salam
Hatim Gazali
Imam Wahyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bung Ghazali,
Sekarang sebutkan nama teman anda yang ngirim email itu ke milist ini? Buruan!
Imam
Hatim Gazali <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya mendapatkan email dari teman
tentang tulisan nong darul mahmada, atau orang yang mengatasnamakan nong darul
mahmada. Saya yakin, ini bukanlah tulisan nong darul...
Gimana ?
Salam
Mengungkap Dibalik Kejadian Sebenarnya Kekerasan di Monas
Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama Saya
adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal
dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan
sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian
yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.
Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di
skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak
ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan
(AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak
dibubarkan.
Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan
Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar
melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini
mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng
yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.
Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai
aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan
kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang
di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas
memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu
pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan
keras dari FPI.
Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib
dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 H Utan
Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar anggota
FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat masyarakat tidak
simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga
kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan
memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan
membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang hadir
sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan membubarkan
asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali
untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan pengerusakan.
Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY
melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara
terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentrasferkan
dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, termasuk
saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang membahas
persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang diberikan tugas
juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang kalangan pers media
cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah
pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai besok.
Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu kalau besok
jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang damai.
Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut,
tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan
membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya
melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi
kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi
tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan
memaksa membubarkan aksi tersebut.
Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario yang
dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini
FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari
masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk
memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat
saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan
JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan
sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.
Salam
Nong Darol Mahmada
[EMAIL PROTECTED]
[Non-text portions of this message have been removed]
Imam Wahyuddin
[EMAIL PROTECTED]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]