Sebenarnya perkara ini tidak akan berlarut-larut kalau semua orang 
mengedepankan kejujuran dan bersifat gentle. Kalau ada yang merasa menjadi 
provokator ya semestinya hati nuraninya berontak untuk tidak memperkeruh 
suasana. Semua pihak ya sepantasnya tidak saling salah menyalahkan. Kalaulah 
kejujuran selalu dijunjung dengan tinggi saya yakin semua masalah akan cepat 
selesai. Namun sayangnya di tengah-tengah persaingan  politik, ekonomi, 
sosial dan sisi kehidupan lainnya, selalunya potensi citra ilahi dalam diri 
manusia semakin termahjubi. Ya jadinya semua orang hanya akan mengedepankan 
citra kebendaannya saja. Mengaku paling benar, paling Islam, paling intelek dan 
paling-paling yang lainnya.Sampai-sampai lupa bahwa Yang Paling Benar dan 
Hakiki adalah hanya DIA.

Ya Semoga dengan semua kejadian ini secara khusus dan pelbagai tragedi secara 
umumnya akan menyadarkan semua orang BAHWA SELAMA INI MANUSIA SEMAKIN JAUH 
MENINGGALKAN HAKIKAT DIRINYA SEBAGAI CITRA TUHAN YANG PALING SEMPURNA. 
Semoga......semoga...

thank

--- On Fri, 6/6/08, Hatim Gazali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hatim Gazali <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [kmnu2000] Hati-Hati ma orang yang merasa paling Islam
To: [email protected]
Date: Friday, June 6, 2008, 2:49 AM










    
            Belakangan ini, banyak umat islam yang merasa paling islam. 
Sementara orang lain adalah setengah islam atau bahkan kafir. Mereka selalu 
mengatasnamakan Islam, mengutip al-Qur'an, hadist dan tertutup terhadap segala 
hal yang dianggap berbabu kafir.

  Orang ini berbahaya, karena

  1. Mereka sebenarnya tidak ngerti islam, tapi sudah merasa paling Islam. Yang 
mereka bisa cuma ilmu kupingan dari ustadz-ustadz semacam Abu Bakar Ba'asyir 
dan Jakfar Umar Thalib, tidak pernah merujuk kepada al-Qur'an dan tafsirnya. 
Bagaimana mau merujuk, baca al-Qur;an aja pakek terjemahnya. 

  2. Mereka membawa ideologi untuk merubah Indonesia menjadi negara Islam, 
sebuah gagasan yang bertentangan dengan Pancasila

  3. Mereka itu lebih suka terhadap kekerasan daripada perdamaian

  4. Mereka itu selalu mengatasnamakan islam dan membawa ayat-ayat al-Qur;an 
untuk kepentingan politis mereka.

  5. Mereka itulah yang pernah diisyaratkan oleh nabi, bahwa suatu ketika akan 
ada suatu kaum yang seakan-akan mengajak kepada surga, tapi sebenarnya diajak 
kepada neraka. Apa itu namanya? 

  6. Mereka lebih suka terhadap permusuhan dan menginginkan Islam berperang 
terhadap agama lain, termasuk Barat (kata Barat yang mereka kutip itu siapa dan 
apa juga tidak jelas, maklum belum sempat baca buku-buku orientalisme dan 
oksidentalisme. Bagaimana mau baca, wong dianggap bukunya orang kafir)

  Beberapa orang yang masuk dalam kategori diatas adalah Ja'far Umar Talib, Abu 
Bakar Ba'asyir, Irfan S. Awwas, Munarman, Rizieq Shihab. Namanya semuanya pakek 
Islam, tapi tindakannya tidak islami, sebagaimana yang dicontohkan rasul (saya 
memang gak sempat hidup dizaman rasul, tapi setidaknya begitu yang saya baca 
disejumlah literatur )

   

  Itulah 6 rukun Iman yang mestinya menjadi pegangan masyarakat Islam saat ini, 
untuk segera keluar dari pelbagai persoalan yang menimpa bangsa Ini.

   

   

  Salam

   

  Hatim Gazali



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke