salam, semoga Tuhan masih senatiasa bersama kita

GUs,  dapat salam dari Gus MUMu dan temen2 sekretariat.

selanjutnya, benar adanya, tak usah khawatir tentang fitnah dan isue yang 
beredar, tentang Tulisan tanTe NONg. dan itu memang sangat tidak akan mungkin 
terjadi, dengan bukti, lha wong dia panitianya kok malah nulis gt, ya sama aja 
bunuh diri kan????

salam, 
Ronny el Zahro
Muhammad Mawhiburrahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Mam,
 
 Tenang saja, tulisan itu sudah dibantah oleh yang bersangkutan. Biasa itu. 
Salah satu kerjaan "orang iseng".
 
 NDM (Nong Darul Mahmada) sudah membantahnya secara resmi di milis JP/
 
 Muhammad Mawhiburrahman
 Faculty of Theology 
 Department of Creed and Philosophy
 Al-Azhar University Cairo
 http://www.mmawhib.blogspot.com
 --- berbicara dari hati, dengan hati, demi ketenangan hati ---
 
 ----- Original Message ----
 From: Imam Wahyuddin <[EMAIL PROTECTED]>
 To: [email protected]
 Sent: Friday, June 6, 2008 10:55:44 AM
 Subject: Re: [kmnu2000] Tulisan Nong Darul Atau atas Nama Nong Darul (JIL)
 
 Bung Ghazali,
 Berarti itu email yang nddak jelas. Terang sudah tujuannya hanya untuk 
provokasi. Email itu tidak ada "sanad"-nya yang nyambung, istilahnya itu 
"munqathi' (terputus). 
 
 Di tengah suasana yg memanas seperti sekarang, kita semua dituntut hati-hati; 
boleh menyajikan informasi tapi jangan ada maksud provokasi.
 
 Imam
 
 Hatim Gazali <ahatim_cain@ yahoo.com> wrote:                             
Namanya Ali Ustman, dia teman dekatku. Dia tidak mungkin berbuat demikian. Dia 
juga dapat email dari temannya, saya belum sempat nanya balik, siapa yang 
ngirim ke Ali Ustman. 
 Salam 
 
 Hatim Gazali
 
 Imam Wahyuddin <imamwahyuddin@ yahoo.com> wrote:
 Bung Ghazali,
 Sekarang sebutkan nama teman anda yang ngirim email itu ke milist ini? Buruan!
 
 Imam
 
 Hatim Gazali <ahatim_cain@ yahoo.com> wrote: Saya mendapatkan email dari teman 
tentang tulisan nong darul mahmada, atau orang yang mengatasnamakan nong darul 
mahmada. Saya yakin, ini bukanlah tulisan nong darul...
 Gimana ?
 
 Salam
 
 Mengungkap Dibalik Kejadian Sebenarnya Kekerasan di Monas
 Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama Saya 
adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal 
dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
 Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan 
sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian 
yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu. 
 
 Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di 
skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak 
ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan 
(AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak 
dibubarkan.
 Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan 
Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar 
melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini 
mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng 
yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng. 
 Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai 
aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan 
kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang 
di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas 
memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti 
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu 
pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan 
keras dari FPI. 
 
 Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid 
Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 H 
Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar 
anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat 
masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi selama 
3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario yang 
bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, 
mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan 
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang hadir 
sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan membubarkan 
asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali 
untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan pengerusakan. 
 
 Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY 
melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara 
terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentrasferkan 
dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.
 Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, 
termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang 
membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang 
diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang 
kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut. 
Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk 
menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS 
membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang 
damai. 
 Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut, 
tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan 
membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya 
melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi 
kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi 
tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan 
memaksa membubarkan aksi tersebut. 
 Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui 
bahwa, 
 1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario 
yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
 2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini 
FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
 3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari 
masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
 4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk 
memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada. 
 
 Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat 
saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan 
JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan 
sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.
 
 Salam
 
 Nong Darol Mahmada
 [EMAIL PROTECTED] id
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 Imam Wahyuddin 
 imamwahyuddin@ numesir.org
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 Imam Wahyuddin 
 imamwahyuddin@ numesir.org
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                                       

       
---------------------------------
   Dapatkan situs lowongan kerja  - Yahoo! Indonesia Search.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke