Bapak Inoeng, memang betul yang anda katakan. Apa yang disampaikan oleh Kiai 
Sahal soal konferensi wilayah di Jawa Tengah itu benar adanya. Tetapi kenapa 
dulu waktu Hasyim Muzadi terpilih lagi dalam Muktamar di Boyolali, beliau 
menyetujui? Bukankah Hasyim Muzadi saat itu terang-terangan mempolitisasi NU, 
menjadi Cawapres, gagal, terus ikut mencalonkan diri kembali menjadi Ketua Umum 
PBNU. Teladan yang diberikan Gus Solah jauh lebih baik: beliau mundur secara 
resmi dari kepengurusan resmi di PBNU saat menjadi Cawapres saat itu. Hasyim 
Muzadi sama sekali tak melakukan itu. Gus Dur dulu juga melakukan hal yang 
sama. Sesudah menjadi presiden, dia juga tak mundur dari kepengurusan PBNU.

Banyak aturan organisasi dalam NU yang dilanggar. Sekarang Kiai Sahal 
mengkritik beberapa orang NU yang memiliki syahwat politik NU sangat tinggi, 
tetapi "warning" Kiai Sahal ini sudah terlambat. Mestinya peringatan keras itu 
disampaikan waktu di Boyolali dulu.

Andai Hasyim Muzadi tak menjadi Ketua Umum untuk kedua kali, mungkin perjalanan 
NU akan sedikit lain. 

Ahmad Badrudduja 
 
Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu ikhtilaf al-haqq fi nafsihi 
Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena orang-orang berbeda pendapat
-- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)



--- On Wed, 7/16/08, ahmad inoeng <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: ahmad inoeng <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kmnu2000] Gus Mus : Konferwil NU Jateng dan Jatim
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 16, 2008, 7:56 PM

mereka juga mengikuti sunnah Mbah Sahal yang mengizinkan Hasyim Muzadi maju lagi
menjadi ketua umum PBNU sekalipun sebelumnya (hingga saat ini) jelas-jelas
mempolitisasi NU ketika mencalonkan diri jadi cawapres. Jadi, semuanya memang
buah dari ajaran orang-orang tua yang tidak konsisten. Kalau seperti ini,
tangisan kita tidak hanya hiks...hiks, tapi sudah nggereng-nggereng dan
meraung-raung kayak gergaji mesin yang sedang dipakai menggergaji pohon
ghrennnnnng...ghrennnnng...!!!



----- Original Message ----
From: bio takim <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, July 15, 2008 9:52:30 AM
Subject: Re: [kmnu2000] Gus Mus : Konferwil NU Jateng dan Jatim

saya sebagai orang kecil hanya bisa menangis....hiks..hiks...
Mbah Sahal semoga Allah selalu melimpahkan rahmatNya kepada engkau,semoga
selalu dikaruniai kesehatan supaya dapat terus berjuang untuk kepentingan
umat.....Amin.

--- On Mon, 7/14/08, maskur hafid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: maskur hafid <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [kmnu2000] Gus Mus : Konferwil NU Jateng dan Jatim
To: [email protected]
Date: Monday, July 14, 2008, 8:44 PM










    
            

http://www.suaramer deka.com/



Konferwil NU Jateng dan Jatim



                Oleh A Mustofa Bisri

                    

                

KONFERENSI

Wilayah NU Jawa Tengah dan Wilayah Jawa Timur menarik untuk

diperhatikan. Kedua konferensi yang  dilaksanakan hampir bersamaan itu

memiliki beberapa persamaan di samping perbedaan-perbedaan . 



Sama-sama diselenggarakan di wilayah basis NU dan dalam suasana ’’pesta

demokrasi’’ dan isu khittah-politik. Perhatian dalam kedua konferensi

sama-sama masih terfokus kepada pencalonan ketua tanfidziyah. 



Kedua, ketua tanfidziah yang lama sama-sama menjadi calon wagub di

masing-masing wilayah mendampingi cagub dari Partai Golkar (Ali Maschan

mendampingi Sunaryo dan Adnan mendampingi Bambang Sadono)  dan keduanya

kembali menjadi calon ketua tanfidziyah dalam masing-masing konferwil.

Calon rais syuriah dan ketua tanfidziyah di kedua konferwil juga

sama-sama terpilih secara aklamasi.



Di samping persamaan-persamaan itu, ada beberapa perbedaan, antara lain

konferwil NU Jatim dilaksanakan sebelum pilgub, sementara di Jateng

sesudah pilgub. Di Jateng, ketua tanfidziyah lama (Adnan) terpilih

secara aklamasi karena dalam pencalonan tidak ada saingan, sementara di

Jatim ketua lama (Ali Maschan) ditolak oleh rais syuriah terpilih,

sehingga calon yang lain (Mutawakkil Alallah) terpilih secara

aklamasi.     



Beberapa hari sebelum konferensi, pemimpin tertinggi  Nahdlatul Ulama,

Rais Am KHMA Sahal Mahfudh menyatakan, ’’Keterpurukan dan carut-marut

NU terjadi karena pengurusnya tidak mampu memegang amanat para kiai dan

syahwat politiknya terlalu besar. Seolah-olah mereka memperjuangkan

aspirasi dan kepentingan NU, padahal sesungguhnya mereka memperjuangkan

kepentingan politiknya sendiri.’’



Orang pertama di NU dan salah seorang yang terlibat langsung dalam

perumusan khittah NU itu menyarankan kepada para pengurus cabang dalam

konferwil untuk memilih figur rais syuriyah dan ketua tanfidziyah yang

bersih dari tarik-menarik kepentingan politik dan konsisten menjaga

amanat para kiai terutama khittah NU. 



’’Menyeret-nyeret  jam’iyyah ini kepada politik praktis seperti Pilkada

Jawa Tengah lalu itu, artinya tidak istiqamah,’’ tegasnya. Orang-orang

seperti itu, menurut dia, tidak pantas menjadi pemimpin  jam’iyyah

Nahdlatul Ulama. (Suara Merdeka , Jumat Kliwon 11 Juli 2008 halaman 1).



Dari pernyataan Rais Am NU itu, kita bisa memahami penolakan Rais

Syuriah NU Wilayah Jatim terpilih, KH Miftachul Akhyar terhadap

pencalonan Ali Maschan ketika diminta pertimbangan oleh cabang-cabang.

Agaknya Rais Syuriah Jawa Timur juga tidak ingin  pembantunya di

tanfidziyah dan pada gilirannya NU Wilayah Jatim sendiri terjebak pada

tarik-menarik kepentingan politik praktis. 



Demikian pula kita bisa memahami pernyataan Adnan tidak akan maju sebagai calon
ketua tanfidziyah dalam konferwil di Benda. 



Sejalan dengan apa yang ditegaskan Rais Amnya, Adnan menyadari bahwa

kalau dia maju dan terpilih menjadi ketua tanfidziyah lagi, NU Wilayah

akan sulit meyakinkan kebersihannya dari tarik-menarik kepentingan

politik dan konsisten menjaga amanat kiai terutama khittah NU

sebagaimana dinyatakan oleh Rais Am.



Namun lain Adnan lain pula pengurus cabang peserta konferwil.  Rupanya

mereka tidak membaca atau membaca tapi tidak memahami  pernyataan Rais

Am itu sebagai larangan untuk memilih Adnan atau siapa pun yang

terlibat politik praktis. 



Atau mereka menganggap tidak ada masalah karena pilkada yang melibatkan

Adnan sudah usai. Atau mereka menganggap pilkada bukan urusan politik

praktis. Atau mereka tidak memahami kaitannya pilkada dengan khittah

NU. Atau mereka menganggap bahwa ketika berpolitik, mereka tidak atas

nama pengurus, tapi  pribadi-pribadi. Atau..



Apa pun yang jelas akhirnya Adnan harus menuruti keinginan

cabang-cabang untuk maju sebagai calon tanfidziyah, sebagaimana kemarin

menuruti mereka untuk maju sebagai  calon wakil gubernur. 



Mudah-mudahan Kiai Masruri dan Adnan yang terpilih sebagai rais syuriah

dan ketua tanfidziyah untuk kedua kalinya ini dapat mengambil pelajaran

dari masa bakti mereka kemarin untuk lebih meningkatkan khidmat di masa

datang dan mengembalikan NU ke maqam-nya sesuai arahan pemimpin

tertinggi mereka, KHMA Sahal Mahfudh. Amin.



— Penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibien, Leteh,
Rembang



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com 



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
    
    
    
    








    


    
    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke