Mas Niam, dkk, 

masalah PWNU Jateng ini kayaknya masih akan jalan terus tuh. Kita 
renungkan saja, kalau Mbah Sahal pada awalnya sdh terbuka untuk 
menolak Pak Adnan, sedangkan fakta menampilkan Pak Adnan yang 
terpilih, apakah Mbah Sahal akan mau menandatangani SK PBNU untuk 
Kepengurusan PWNU Jateng 2008-2013 ini? Atau justru tetap "ngotot" 
(atau "teguh") menolaknya? Ini akan seru. Sebagai wong cilik, saya 
hanya prihatin. 

Sebenarnya, kasus politisasi ala Pak Adnan ini kan bukan kali 
pertama, dan bukan satu-satunya dalam NU pada era reformasi. Siapa 
saja yg masih punya banyak waktu, silakan sempatkan menghitung oknum-
oknum pengurus NU yang rangkap jabatan dgn Parpol (setidaknya sejak 
1999), dan selama itu tidak ada masalah. Saya lihat Pak Adnan 
hanya "kasus kecil" dari sekian permasalahan relasi NU dan politik. 
Kelirunya Pak Adnan, dlm pandangan orang Lasem yang sdh jenuh dgn 
politik, dia maju Pilgub gabung dg Golkar. Mungkin kalau Pak Adnan 
menang akan beda lagi, sikap-sikap kita terhadapnya, bisa jadi 
kebanyakan kita akan menjilat, minimal mayoran sambel terong. Atau, 
seandainya pak Adnan maju dengan parpol yang "deket" dengan NU, saya 
tidak yakin dia akan di-"persona non grata-"kan begini. 

Hal lain, kalau harus mempermasalahkan, seharusnya Rois Syuriyah 
terpilih juga mesti "dipersalahkan", sebab merestui calon Tanfidz yg -
-semua cabang sdh tahu-- tidak dikehendaki Mbah Sahal. Maaf-maaf 
saja, di tanar air ini, dlm konteks Jam'iyah NU, orang sdh biasa utk 
berani terbuka menyatakan ketidak-sepakatannya dgn "kerso" Kiai. 
Kalau saya, berani bicara begini ya hanya di milis ini saja kok 
mas. :-) Besok Ahad di Lasem akan ada temu kader NU Cabang, belum 
tentu saya berani bicara hal ini. Maaf sekali jika terlalu lancang di 
sini dan ada yg kurang suka. 

Oke. Sekarang kita tunggu bgmn kelanjutan sikap Mbah Sahal, apakah 
tetap menolak atau "mengalah" dgn menandatangani SK nanti... 

Mas, anggap saja ini sbg curhat saya sbg wong cilik yang belum tentu 
menguasai lapangan.. Janganlah dikau terlalu lama di negeri orang, 
negeri ini butuh pengabdian sampean... 

luthfi thomafi

Kirim email ke