iya memang sekarang ini kita atau bangsa indonesia sedang meniti hari2 menuju 
Pemilu 2009, tapi tolong yang sopan dikitlah, jangan digebyah uyah begitu, 
benar kata fawaid, jangan dikit2 dipolitiking. jangan ikut2an serba/latah 
politis. Anda harus tahu sejarah terbentuknya SPI pada tahun 1999, sebenarnya 
SPI mengambil moment 1998 untuk membangun gerakan petani indonesia melawan dan 
mengusut kasus2 tanah di era orba, kebetulan kawan2  pro-dem USU seperti hendri 
saragih  dan kawan2 menginisiasi terbentuknya SPI itu. Kalau sepengetahuan 
saya, SPI berdiri justru untuk mendelegitimasi HKTI.. sekali lagi, tolong 
otaknya jangan terlalu dijejali yang serba politis.
semoga bisa meluruskan

Salam,

MAS

--- On Fri, 7/25/08, hamzah sahal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: hamzah sahal <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kmnu2000] GERAK ULAMA DAN POLITIK AGRARIA
To: [email protected]
Date: Friday, July 25, 2008, 8:01 AM










    
            klo prabowo (mantan militer.sekarang menjadi sipil yg meliteristik) 
itu HKTI (bikinan orde baru. jd, msk dia dia telah bercerai dg HKTI, tp dia msh 
menikmati perbuatan mantan mertuanya)

Mas, bukan SPI.



salm,

hamz`



----- Original Message ----

From: bakiakh aa <[EMAIL PROTECTED] com>

To: [EMAIL PROTECTED] s.com

Sent: Friday, July 25, 2008 2:10:23 PM

Subject: Re: [kmnu2000] GERAK ULAMA DAN POLITIK AGRARIA



sptnya sih masih berbau politik juga kerjasama NU dgn Serikat Petani Indonesia

serikat petani indonesia akhir akhir ini muncul karena ada nama Prabowo 

yang mengusung nya, Prabowo sekarang gencar pasang iklan milyaran rupiah sekali 
tampil

mungkin agar rakyat bisa melirik dia sebagai calon presiden yang layak 

membela wong cilik ... hehehe..

tapi kita memang tak boleh berburuk sangka 

mudah mudahan memang murni tujuannya.. aminn..



----- Original Message ----

From: Rosa Prabowo <rosa_prabowo@ yahoo.com. au>

To: [EMAIL PROTECTED] s.com

Sent: Friday, July 25, 2008 1:57:23 PM

Subject: Re: [kmnu2000] GERAK ULAMA DAN POLITIK AGRARIA



Salam,

 

Lumayan juga NU bekerjasama dengan Serikat Petani Indonesia mengadakan acara 
ini. Moga2 bukan hanya selesai pada tingkat seremonial saja. Sengketa tanah 
dimana 2 telah mengakibatkan kesengsaraan. .bahkan tak jarang konflik dengan 
bungkus2 lain, misalnya kasus di Poso. Konflik horizontal antar agama di Poso, 
sesungguhnya di mulai dari sengketa tanah. Mayoritas pemilik tanah perkebunan 
di sekitar Poso justru orang Bugis dan Menado, yang oleh karena kreativitas 
mereka lahan tersebut kemudian di tanami coklat. Pada masa booming coklat 
(jaman reformasi), penikmat kekayaan mendadak ini adalah mereka orang non Poso 
plus, pemerintah lokal, yang tidak tanggap dengan situasi masyarakatnya 
sendiri. Masyarakat Poso, yang katanya punya tradisi pesta sbg simbol status 
mereka, dan sering jual2 tanah berhektar2 untuk kepentingan sesaat itu akhirnya 
terjebak dalm situasi sulit, ketika mereka tak lagi punya lahan untuk dijual. 
Lagi2 disparitas kaya miskin jadi semakin

nyata, sementara pihak pemerintah diam saja, karena mrk (sebagiannya)  pada 
dasarnya menikmati hasil coklat tsb.

Kata teman saya, di Poso ini sekarang kalau ada yang menyulut sedikit saja 
(lagi) konflik, sudahlah...konflik  horizontal dipastikan terjadi. Di Ambon?  
di Tentena (Pasar Merdika)sekarang ada pembagian, mana yang pasar muslim dan 
mana  pula yang pasar non muslim, belum lagi ditambah dengan sistem 
pemerintahannya, Ketua Muslim, wakil non muslim dst..dst.... pertanyaannya. 
.sampai  kapan?

 

Di jaman Gus Dur, pada waktu itu sudah pernah akan ditandatangani pembuatan 
Lembaga Penyelesaian Konflik, yaitu KNUPKA (Komisi Nasional Untuk Penyelesaian 
Konflik Agraria). Sayangnya sampai sekarang nggak...ada realisasinya (atau 
dimentahkan oleh sesudahnya?) . Padahal kalau ada third party untuk urusan 
itu...minimal ada penyelesaian yang terarah.

Sekarang di Cigugur, dekat Bandung - Bogor..juga ada masalah. Cigugur yang 
mayoritas masyarakatnya adalah nahdiyyin, banyak yang keluar, minggat atau 
melarikan diri, karena dianggap termasuk pelaku2 dalam usaha pembalakan liar 
tanah milik perhutani. Padahal, batas tanah milik perhutani dan milik rakyat 
sampai sekarang juga belum jelas....Sudah begitu, yang melakukan pembalakan 
sesungguhnya justru bukan petani, tetapi...istilah kawan saya adl "brandong/ 
preman" yang "disuruh" org tertentu (tentunya yang memiliki modal besar) untuk 
melakukan penebangan dengan upah sangat besar untuk ukuran kampung disitu. 
Media Massa juga berperan dalam menstigma masyarakat Cigugur sebagai "yang 
menyebabkan hutan menjadi gundul'..... .wallahu a'lam bishshowaab. Akhirnya 
yang tinggal di desa tersebut cuma perempuan dan anak2. 

 

Pendek kata masalah tanah ini memang rawan. Di Bogor misalnya, data BPN ada 
yang menyebutkan bawa 436 sertifikat tanah hanya dimiliki oleh satu 
orang......wis. .wis benar2 tamak orang Indonesia itu.

 

Tanah di Lapindo itu? bagaimana nanti statusnya? milik Bakrie thok atau 
Pemerintah juga andil? sekarang areal yang tergenang sudah mencapai 15 an km, 
padahal masih dibutuhkan 10 km lagi untuk menyetop aliran lumpur lari kemana2 
(maksudnya karena nantinya terhenti oleh adanya dataran tinggi/ gunung 
disekitar wilayah tesebut...lama2 bisa jadi gunung beneran ya)

 

Cape memikirkan terlalu banyaknya masalah di Indonesia karena kebijakan awut2 
an jaman Orba....untuk kepentingan segelintir kelompok.... rasanya seperti 
ingin golput aja. Tapi kalau NU golput...wah dipastikan golongan lain yang 
menang..waduuh. ..repoot. .repoot.

 

 

Walhasil.... .merenung dulu sekarang, memikirkan langkah ke depan , meretas 
jalan menjadi orang baik, jujur, amanah, tidak greedy (tamak) dan .....tidak 
SOMBONG (karena kutukan penyakit bagi orang pandai adalah sombong...sehingga 
hanya berpikir untuk kemajuan diri sendiri...bukan orang lain, menganggap 
sepele orang lain, dan memandang dirinya tinggi - tinggi). Ulama NU banyak yang 
sekarang terkena penyakit sombong, karena menganggap diri sendiri sudah besar, 
punya power, maka ketika masjidnya, sebagian masyarakatnya di ambil alih dan di 
emong oleh "orang lain"....mulai kebakaran jenggot. Jarangnya mereka menyapa 
dengan masyarakat bawah yang memang nol soal banyak hal, karena dianggap 
terlalu ringan urusannya.. membuat masyarakat kita pelan2 dan pasti berpaling 
dari mereka, para ulama, warotsatul 'anbiya...semoga selalu masih ada jalan 
keluar yang baik.

 

 

Salam,

 

 

 

Rosa

 

 

 



Wassalam Rosa Prabowo



--- On Fri, 25/7/08, Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED] . co.id> wrote:



From: Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED] . co.id>

Subject: [kmnu2000] GERAK ULAMA DAN POLITIK AGRARIA

To: [EMAIL PROTECTED] s.com

Received: Friday, 25 July, 2008, 11:12 AM



GERAK ULAMA DAN POLITIK AGRARIA

Keberislaman Terbaik adalah Menyediakan Pangan

Kamis, 24 Juli 2008 20:01



Jakarta, */NU Online/*

Keberislaman terbaik atau perbuatan paling mulia yang dilakukan oleh 

umat Islam adalah menyediakan makanan (/ith'amut tho'am/) untuk orang 

lain yang membutuhkan. Selanjutnya barulah memelihara hubungan dengan 

damai dan tanpa permusuhan.



Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 

KH Masdar Farid Mas'udi saat berbicara dalam Bedah Jurnal /Taswirul 

Afkar/ bertajuk "*/Gerak Ulama dan Politik Agraria/*" di ruang pertemuan 

kantor PBNU, Jakarta, Kamis (24/7), yang dihadiri oleh beberapa 

organisasi pertanian dan para pakar.



Acara tersebut merupakan hasil kerja sama Pengurus Pusat Lembaga Kajian 

dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU yang menerbitkan 

jurnal /Taswirul Afkar /dan Serikat Petani Indonesia (SPI) yang sedang 

merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10.



Masdar mengatakan, wacana tentang pemenuhan hak rakyat atas pangan atau 

kedaulatan pangan saat ini jarang dibicarakan oleh para agamawan. 

Dikalangan NU sendiri yang sempat memerjuangkan terbitnya Undang Undang 

No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, wacana itu 

semakin menurun.



"Diakui memang NU kurang tenaga profesional di bidang itu, meskipun 

sebagian besar warganya adalah petani. Maka NU sangan /welcome /kepada 

yang peduli masalah ini," katanya di hadapan SPI dan beberapa organisasi 

pertanian yang hadir.



Ketua Umum SPI Hendri Saragih menanggapi, interaksi SPI dan organisasi 

pertanian lainnya dengan NU sangat penting dalam menyelamatkan pangan 

dan agraria. "Kita berani berhadapan dengan pihak internasional, tapi 

kita tidak berani dengan ulama," katanya.



Pada kesempatan itu Guru Besar Teknologi Pertanian Universitas Gajah 

Mada UGM Prof. Dr. Mohammad Maksum mengingatkan, ulama menjadi benteng 

terakhir untuk menyelamatkan sektor pertanian di Indonesia.



"Kita sudah tidak bisa berharap pada akademisi. Kita hanya berharap pada 

ulama. Situasi nasional dan global yang memojokkan petani bukanlah 

masalah bagi yang optimis, pro kedaulatan dan anti impor," kata Maksum 

yang juga Wakil Ketua PWNU Yogyakarta. (nam)



[Non-text portions of this message have been removed]



Find a better answer, faster with the new Yahoo!7 Search. www.yahoo7.com. 
au/search



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke