Kali ini saya akur sama gus anam,

 

Kalau sekiranya film itu akan ditonton para kyai yg punya pesantren ya
sah-sah saja, karena akan menjadi self critic-correction buat para kyai.

Lah ini yg nonton film kan paling banyak ya orang yg nggak pernah mondok
apalagi tahu pesantren akibatnya ya Cuma citra buruk dalam kepala para
penonton itu, inilah yg dimaksud sarkasme terselubung terhadap
pesantren.  Sekali lagi kalau yg nonton mbak alai, kang rumadi, bu
musdah ya sah2 saja sebagai pembelajaran dalam melakukan oto-kritik
terhdap pesantren, yg nonton kan bangsa abg2 yg punya uang jajan lebih
bareng pacarnya, akhirnya mind-set yg terbangun adalah kesalahpahaman
terhadap pesantren.

 

Ini yg patut disayangkan dari si hanung itu, generalisasi dan gebyah
uyah...

 

 

~SYA~ /Ext.102

P Please, consider the environment before print this email.  Save the
earth from global warming!

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Kh Anam
Sent: Thursday, February 12, 2009 8:48 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [kmnu2000] PBNU Prihatin Film PBS Diskreditkan Pesantren

 

Nambah Mas Surya,
Ada beberapa opini negatif yang hendak dibangun dalam film ini terutama
tentang sorban yang dipakai untuk mencekik perempuan dan dan sorban yang
dibuang diakhir cerita. Namun yang lebih membikin marah adalah ketika
pesantren tradisional ditampilkan secara negatif dan pesantren modern
dan
beberapa yayasan orang Muhammadiyah ditampilkan sebagai pembawa
perubahan,
bahkan disebutkan namanya secara detail. Ini kurang bagus dan tidak
beretika
seni. Saya kira Fatayat NU dan para suaminya tidak perlu memberikan
pembelaan yang berlebihan untuk film ini, komentar juga harus
proporsional.
Pesantren tradisional tidak terlalu berdosa untuk dikritik sama porsinya
dengan negara atau imperium (kalu memang film itu dimaksud untuk
mengkritik
dan tidak sekedar berjualan film kepada kalangan santri).

Lagi, simbol-simbol pesantren tradisional seperti tasbih yang diputar,
foto
walisongo, dan shalawatan pun ditunjukkan untuk melengkapi opini negatif
yang sedang dibangun untuk pesantren tradisional. Saya kira semua tempat
mempunyai ceritanya sendiri, namun ketika film ini menceritakan
pesantren
secara negatif dan disutradarai oleh 'orang lain' itu adalah teror.

Ada yang berlebihan yakni soal seks. Kalau kekerasan seks mungkin saja
terjadi, namun dalam film ini ditunjukkan kiai atau gus yang menyetubuhi
istrinya dalam keadaan menstruasi. Ini fitnah untuk pesantren yang tidak
bisa dimaafkan.

Film ini memang kelihatan memaksa sekali dan dengan segala cara ingin
menunjukkanbahwa kiai itu haus seks, bahwa poligami itu berdasar pada
kebutuhan seks. Dalam film itu ditayangkan betapa menderitanya seorang
perempuan (istri kedua) yang sedang hamil dan dipaksa disetubuhi oleh
suaminya, dan bahkan sampai berdarah2, kemudian darah itu diusap oleh
istri
pertamanya. Sebuah tontonan yang menyayat hati. Tapi menurut saya cerita
ini
sangat 'mekso' dan tidak berdasar riset, karena dalam dunia kedokteran,
seks
saat hamil malah dianjurkan, bahkan beberapa kabar meriwatkan bahwa
dalam
kondisi ini istri malah sering memintanya.

Akan hal film ini salah menuliskan al-huda dalam bahasa Arab, salah
menyebut
nama kitab dan beberapa uraian fikih yang salah, nah itu urusan Hamzah
bin
Sahal. Kejar tayang ya mas... buat pelajaran bagi calon sutradara lain
yang
hendak merambah pesantren.

Salam,
ANam

2009/2/11 bakiakh aa <[email protected] <mailto:bakiakh%40yahoo.com> >

> kalo saya meliat MUI hanya berhati hati saja
>
> MUI mungkin tidak begitu khawatir thd masyarakat yang tahu sekali dgn
> pesantren
> paling mereka komentar " oh itu memang ada, tapi ndak semua nya begitu
kok
> saya tahu betul
> karena saya pernah/tau pesantren "
>
> MUI mungkin sedikit khawatir thd orang yang ndak tahu pesantren sama
> sekali,
> takutnya mereka akan menyamakan bahwa semua pesantren itu spt itu.
> hanya sikap kehati hatian saja mungkin.
>
> menurut saya tidak semua peristiwa yang
> "nyatanya ada" harus di perlihatkan menjadi tontonan umum
> krn takutnya akan mengundang fitnah.
>
> dahulu waktu kecil di kampung
> saya pernah dengar jamaah sedang berdebat dgn ustad
> tentang jilbab. yang tidak pro jilbab bilang
> "tuh si anu, mesantren, pake jilbab
> ee.. hamil di luar nikah yg ndak pake malah endak
> gimana pak ustad"
>
> walaupun alasannya dangkal dan garing tapi
> sempat bikin ustad itu diem dulu karena
> memang kenyataannya ada.
>
> salam
> surya
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Rumadi Rumadi <[email protected]
<mailto:arumadi%40hotmail.com> >
> To: kmnu mesir <[email protected]
<mailto:kmnu2000%40yahoogroups.com> >
> Sent: Wednesday, February 11, 2009 3:50:50 PM
> Subject: RE: [kmnu2000] PBNU Prihatin Film PBS Diskreditkan Pesantren
>
>
> Kalau Endang Turmudzi atau Pak Ali MY tersinggung itu sih hak dia.
Setelah
> nonton film itu beberapa waktu lalu, saya berbisik pada isteri saya:
"Saya
> agak risih dengan penggambaran pesantren seperti itu". Tapi isteri
saya
> bilang: "kenyataan seperti itu kan memang ada". Saya terdiam dan
> meng-iya-kan pernyataan isteri saya.
>
> Salahnya Endang T dan Pak Ali MY, penggambaran itu dianggap seperti
> menggeneralisasi pesantren. Cara pandang seperti ini anarkhis! Karena,
teks
> dalam film itu tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasi. Tapi ya
sudahlah.
> Pengarang teks kan katanya sudah mati. Jadi, kekuasaan ada di tangan
> penafsir, termasuk Endang T dan Pak Ali, meskipun saya malu dengan
> penafsiran anarkhis yang dia lakukan.
>
> Akhirnya, saya memilih untuk menafsirkan film itu secara komphrehensif
dari
> keseluruhan makna yang diangkat. Kalau hanya dimaknai sepenggal
adegan2
> dalam film itu memang ada kesan menggambarkan pesantren (al-Huda)
secara
> jorok. Tapi realitas seperti itu memang ada. Makna komphrehensif yang
saya
> tangkap dari film ini adalah menggambarkan perubahan-perubahan yang
ada
> dalam pesantren dan dinamika (bahkan pemberontakan) di dalamnya. Di
akhir
> film itu digambarkan, pesantren al-Huda akhirnya mau membuka
perpustakaan
> dengan buku-buku yang semula di bakar. Perjuangan melakukan perubahan
itu
> yang lebih saya tangkap.
>
> Tapi terserahlah. Penafsiran kan punya kepentingan. Barangkali ke
depan,
> MUI perlu dijadikan pendamping lembaga sensor film. Kalau perlu,
setiap film
> ada tulisan "Lolos Sensor MUI". Gak tahu, jadi apa negeri ini.
>
> Salam,
>
> Rumadi
>
> To: [email protected] <mailto:kmnu2000%40yahoogroups.com> 
> From: [email protected] <mailto:kimaze2000%40yahoo.com> 
> Date: Wed, 11 Feb 2009 10:31:17 +0800
> Subject: Re: [kmnu2000] PBNU Prihatin Film PBS Diskreditkan Pesantren
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> sudah saatnya pesantren berbenah
>
> sudah saatnya pola pikir para kyiai berubah
>
> sudah saatnya
>
>
>
> karena diluar pesantren sudah mulai bergerak
>
> karena diluar pesantren sudah mulai berubah
>
> bukan seperti waktu itu
>
>
>
> waktu bergerak
>
> pola pikir berubah
>
>
>
> buka mata
>
> buka wawasan
>
> buka hati
>
>
>
> semoga Allah membuka hati para kyiai
>
> agar dapat menerima perubahan
>
>
>
> salam
>
>
>
> --- Pada Sel, 10/2/09, alai nadjib <[email protected]
<mailto:alainajib%40yahoo.com> > menulis:
>
>
>
> > Dari: alai nadjib <[email protected]
<mailto:alainajib%40yahoo.com> >
>
> > Topik: Re: [kmnu2000] PBNU Prihatin Film PBS Diskreditkan Pesantren
>
> > Kepada: [email protected] <mailto:kmnu2000%40yahoogroups.com>

>
> > Cc: [email protected] <mailto:lakpesdam%40yahoogroups.com> 
>
> > Tanggal: Selasa, 10 Februari, 2009, 6:13 AM
>
> > Salam,
>
> >
>
> > Aku sudah nonton film itu,
>
> > PBNU tak usah khawatir juga Prof.KH.Ali Musthafa
>
> > Ya'kub (Dosen saya Di IAIN Jakarta dulu) yang habis
>
> > dialog di TV one dgn Hanung sang sutradara. Wong realitas
>
> > itu memang ada...bahkan dialog2 nya...........penulis
>
> > novelnya juga alumni pesantren...kok baru ramai setelah
>
> > divisulakan...jadi amsih ngangap buku itu nggak ada
>
> > pengaruhnya?
>
> > kita nggak nyalahin pesantren...
>
> > Yang harus dicermati pesan film itu juga bgmn
>
> > visualisasinya ....agama itu kan tergantung siapa yang
>
> > membunyikannya...
>
> > Kalau misalnya, saya mondok di pesantren seperti al-Huda
>
> > itu...apa kita harus cek kealimann sang Kyainya?
>
> > silahkan.........
>
> > Bikin surveilah ttg cara pandang semua jenis
>
> > pesantren..............baru kritik terhadap filmya.
>
> > yang dekat...aja....survei di Banten misalnya...
>
> >
>
> >
>
> > Salam,
>
> >
>
> > Ala'i
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > --- On Tue, 2/10/09, [email protected]
<mailto:mukhlisin%40polytama.co.id> 
>
> > <[email protected] <mailto:mukhlisin%40polytama.co.id> >
wrote:
>
> > From: [email protected] <mailto:mukhlisin%40polytama.co.id> 
>
> > <[email protected] <mailto:mukhlisin%40polytama.co.id> >
>
> > Subject: [kmnu2000] PBNU Prihatin Film PBS Diskreditkan
>
> > Pesantren
>
> > To: [email protected] <mailto:kmnu2000%40yahoogroups.com> 
>
> > Date: Tuesday, February 10, 2009, 2:26 PM
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > PBNU Prihatin Film PBS Diskreditkan Pesantren
>
> >
>
> > Selasa, 10 Februari 2009 15:25
>
> >
>
> > Jakarta, NU Online
>
> >
>
> > Sekjen PBNU Endang Turmudi menyatakan keprihatinannya atas
>
> > penayangan film
>
> >
>
> > Perempuan Berkalung Sorban (PBS) yang dinilainya
>
> > mendiskreditkan
>
> >
>
> > pesantren.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > "Pesantren dalam film tersebut digambarkan sangat tidak
>
> > sesuai dengan
>
> >
>
> > realitas, sebagai institusi pendidikan agama yang kolot,
>
> > anti perubahan
>
> >
>
> > dan tertutup," katanya kepada NU Online di Gd PBNU,
>
> > Selasa (10/2).
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Ia mengaku menonton film ini di sebuah bioskop di Surabaya
>
> > setelah
>
> >
>
> > munculnya kontraversi di media.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Dalam film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini,
>
> > pesantren
>
> >
>
> > digambarkan sangat tradisional. Buku-buku yang tidak sesuai
>
> > dibakar.
>
> >
>
> > Perilaku anak kiai yang biasa dipanggil Gus juga
>
> > digambarkan dengan
>
> >
>
> > tampilan kejam terhadap istrinya.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > "Pesantren jarang ditampilkan dalam film, lho pas menjadi
>
> > cerita dalam
>
> >
>
> > film, malah digambarkan dengan sangat negatif,"
>
> > terangnya.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Ia takut gambaran ini akan memberi citra buruk kepada
>
> > kelompok masyarakat
>
> >
>
> > yang selama ini tidak faham dengan dunia pesantren.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini
>
> > memahami
>
> >
>
> > seorang seniman berhak untuk berkreasi, namun disisi lain,
>
> > juga harus
>
> >
>
> > menghargai sebuah kultur dengan nilai-nilai yang
>
> > dimilikinya.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > "Kebebasan tidak berarti bisa mendiskreditkan fihak lain
>
> > dengan
>
> >
>
> > seenaknya," tandasnya.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Sayangnya, sejauh ini belum banyak kalangan pesantren yang
>
> > berbicara
>
> >
>
> > mengenai film ini. Suara paling keras datang dari Imam
>
> > Besar Masjid
>
> >
>
> > Istiqlal, KH Ali Mustofa Ya'kub.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Setelah kesuksesan film Ayat-Ayat Cinta, dunia perfilman
>
> > nasional banyak
>
> >
>
> > mengangkat tema tentang Islam dan pesantren. Selaim PBS,
>
> > sudah beredar
>
> >
>
> > 3Doa3Cinta dan sedang dalam penggarapan adalah Ketika Cinta
>
> >
>
> > Bertasbih.(mkf)
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > [Non-text portions of this message have been removed]
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > ------------------------------------
>
> >
>
> > __________________________________________________________
>
> > http://www.numesir.org <http://www.numesir.org>  untuk informasi
tentang Cabang
>
> > Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo
>
> > dan Timur Tengah.
>
> > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
> > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena
>
> > suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim
>
> > email ke:
>
> > [email protected]
<mailto:kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com> 
>
> > Yahoo! Groups Links
>
> >
>
> >
>
> >
>
>
>
> Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat
> Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
<http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/> 
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> __________________________________________________________
> Join the Fantasy Football club and win cash prizes here!
> http://fantasyfootball.id.msn.com <http://fantasyfootball.id.msn.com> 
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> __________________________________________________________
> http://www.numesir.org <http://www.numesir.org>  untuk informasi
tentang Cabang Istimewa NU Mesir
> dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal
Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [email protected]
<mailto:kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com> 
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> __________________________________________________________
> http://www.numesir.org <http://www.numesir.org>  untuk informasi
tentang Cabang Istimewa NU Mesir
> dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal
Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [email protected]
<mailto:kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com> 
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke