Setuju mas Aji,
Saya sepakat untuk kembalikan NU berkhidmah kerakyat, terutama nahdliyin.
Bahasa melayani umat lebih mengena, daripada gembar-gembor serukan Khittah yg 
debatable masing2 punya dalil penafsiran.
Ada baiknya wacana ini bisa dirembuk bareng, minimal bahan renungan muktamar 
januari mendatang.
Gimana rencana pertemuan di puncak mas? NU Mesir akan diwakili mas Mauhib yg 
sedang didalam negeri.

Salam dari cairo,
fadlolan m

--- On Mon, 7/13/09, Aji Hermawan <[email protected]> wrote:

From: Aji Hermawan <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] Dawuh Kiai, Maaf Saja
To: [email protected]
Date: Monday, July 13, 2009, 5:06 AM











    
            
            


      
      Bagi temen-temen yg di struktur bawah, 

mungkin merasakan dawuh struktural PBNU. 

  Kalau di Jabar begini:



- Para PCNU se Jabar dipanggil dalam 

acara kunjungan kerja PBNU ke PW Jabar, 

saat itu dijelaskan kenapa NU memilih 

JK-Win. PWNU Jatim dan Jateng sudah 

duluan, katanya.



- Di Mukerwil PWNU Jabar di Selabintana 

Sukabumi, ditegaskan kembali oleh Ketua 

Umum PBNU, plus dukungan KH Ma'ruf Amin.

Dukungan ini tentu ditindaklanjuti 

dengan stimulus fiskal untuk operasi 

sampai tingkat ranting.  Walau besarnya 

nggak seberapa, 'ujrah' ini tampaknya 

memberikan semangat ke NU struktural 

hehe.....



Yang membuat saya cukup heran, kali ini 

kyai NU cukup kompak. Nggak dari Timur 

sampai Barat, yg biasanya pecah kesana 

kemari, kali ini kompak banget.  Yang di 

majlis dzikir SBY pun merapat ke JK-Win.



Saat itu saya bilang ke temen2: "inilah 

saatnya menguji taushiyah ulama NU di 

bidang politik.  Kalau suara ulama di 

dengar, saya yakin JK pasti menang. 

Kalau kalah, mestinya kita bertaubat 

dari urusan semacam ini".  Hasilnya luar 

biasa, tidak hanya kalah, tapi JEBLOG pisan!



Mudah-mudahan ada ibrah yg bisa diambil, 

siapa tahu ini bisa jadi trigger untuk 

taubatan nashuha hehe....



Untuk temen2 kmnu, monggo-monggo kita 

isi kembali pepesan kosong besar yang 

bernama NU ini, dengan semangat baru: 

"KEMBALI MELAYANI UMMAT"  kalau kembali 

ke khittah, terlalu banyak tafsir lan 

ta'wilnya.



Kemudian, mari kita berupaya keras untuk 

membendung TAREKAT UJRATIYYAH WA 

BISARIYAH yang tampaknya sudah 

membudaya.  Caranya ya kita muliakan 

kyai-kyai kita, yang sudah mewakafkan 

hidupnya untuk umat, agar benar-benar 

mandiri secara finansial. Berat ya.....



Salam

Aji Hermawan


 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke