MEREBUT KEMERDEKAAN DIRI
Draft Khutbah Jumat 8 Agustus 2009 Masjid
Al Itishom Budi Agung Bogor
Sidang Jumat yang berbahagia...
Sebentar lagi kita semua bangsa Indonesia akan memperingati hari yang amat
bersejarah, yaitu hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-64. Kemerdekaan
berarti lenyapnya kaum penjajah. Kemerdekaan berarti hilangnya kemiskinan dan
penderitaan menuju kekayaan dan kebahagiaan.
Kalau bangsa Indonesia sudah merdeka 64 tahun
yang lalu, mari kita tanya pada diri sendiri : “Apakah diri kita sudah menjadi
orang yang merdeka?”
“Apakah kita sudah berhasil
mengalahkan musuh-musuh kita, yaitu setan dan hawa nafsu yang senantiasa
menjajah kita?”
Hadirin sidang Jumat yang
berbahagia. Untuk mengetahui apakah diri kita sudah merdeka atau belum, mari
kita bertanya pada diri sendiri dengan 1 pertanyaan saja, yaitu:
“Apakah kita setiap hari sudah
mampu bangun pagi untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid?” Jika
jawaban kita “belum”, artinya kita masih terjajah oleh nafsu tidur kita.
Ketahuilah bahwa di waktu pagi,
Allah senantiasa menurunkan rahmat yang luar biasa besar untuk kita: “Shalat
sunnah fajar 2 rakaat sebelum Subuh
lebih utama dari dunia dan segala isinya” (HR Muslim). Kemudian, dengan
shalat Subuh berjamaah di masjid, maka kita mendapat anugerah istimewa karena
dianggap
telah melakukan shalat semalam suntuk.. Sebagaimana sabda nabi “dan barangsiapa
yang melaksanakan shalat
Subuh berjamaah, maka ia bagaikan telah melaksanakan shalat semalam suntuk” (HR
Muslim). Maka pantaslah, Nabi mengatakan “Jika engkau tahu akan keagungan
pahalanya niscaya engkau akan
mendatanginya (yaitu bangun pagi dan shalat Subuh berjamaah), walaupun dengan
berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).
Hadirin sidang Jumat yang
berbahagia…
Oleh karena itu, jika kita saat
ini belum bisa bangun pagi untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah, berarti
kita masih menjadi orang-orang yang terjajah oleh nafsu tidurnya. Masih menjadi
orang yang belum merdeka, dan tentu saja menjadi orang yang menderita kerugian
luar biasa.
Hadirin sidang Jumat yang
berbahagia…
Oleh karena itu, mari sama-sama
kita berjuang merebut kemerdekaan diri kita masing-masing. Mari kita berjuang
sekuat tenaga melawan penjajah-penjajah kita
yang menjadikan kita terkungkung hingga tidak mampu bangun pagi, tidak mampu
mencintai masjid dengan selalu hadir berjamaah, enggan membayar zakat, enggan
menunaikan ibadah haji walaupun sudah mampu.
Untuk menjadi orang yang merdeka,
kunci utamanya adalah KEBULATAN TEKAD
UNTUK MERDEKA! Mari kita bertempur melawan setan dan hawa nafsu kita yang
merupakan penjajah-penjajah diri kita. Jika kita berjuang sekuat tenaga untuk
kemerdekaan diri kita, pasti kita akan diberikan kemenangan oleh Allah
sebagaimana janjinya: “Walladzina jaahadu
fiina lanahdiyanakum subulana”. Barangsiapa yang berjuang di jalanKu,
niscaya akan Aku tunjukkan jalan-jalanKu. Baarakallaahu lii walakum.
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]