Perbedaan pemahaman dan pendapat boleh boleh saja...dan boleh pula dikatakan 
pendapat yang salah..itu adalah sunnatullah...

Yang berbahaya adalah melarang dan mengharamkan atau berbuat kekekerasan 
memaksa orang harus ikut sama mereka....ini yang tidak dibenarkan oleh 
hukum,baik hukum pemerintah maupun hukum ALLAH.

Sebab berkeyakinan agama itu saratny adalah ikhlas tidak ada paksaan.
Islam berpaham Liberal..anda boleh terima atau boleh menolak...
Kami tetap menghormati keyakinan anda dan pendapat anda...
Amal saleh anda untuk anda,amal saleh kami untuk kami.

Wassalam

--- In [email protected], "Abdo el-Moeid" <moeidza...@...> wrote:
>
> Tidak hanya golongan Islam Wahabi yang harus diwaspadai, golongan Islam 
> Liberal pun juga harus diwaspadai karena Islam Liberal berbahaya secara 
> ideologi, bisa mengakibatkan MURTAD QOULI dan MURTAD I'TIQODI.
> 
> Wassalam
> Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: latifabdul777 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Monday, August 17, 2009 9:18 AM
>   Subject: [kmnu2000] Re: KH Nuril Huda: NU Tak Gentar Hadapi Wahabi
> 
> 
>     Golongan islam wahabi-salfy yang radikal sangat berbahaya baik untuk 
> bangsa maupun untuk agama,karena mereka mengajarkan amarmaruf nahi mungkar 
> dgn kekerasan.
> 
>   Seperti Video ini;
> 
>   
> http://english.aljazeera.net/news/middleeast/2009/08/2009815152830817331.html
> 
>   FPI
>   http://www.youtube.com/watch?v=qnCzdoScFq0&feature=related
> 
>   --- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghofur1@> wrote:
>   >
>   > Kok kayak mau perang yah .. :-))
>   > 
>   > ==========
>   > 
>   > KH Nuril Huda: NU Tak Gentar Hadapi Wahabi
>   > Senin, 10 Agustus 2009 14:01
>   > 
>   > Jakarta, NU Online
>   > Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), KH A. Nuril 
>   > Huda, saat memberikan taushiyah dalam acara silaturrahim alumni dan haul 
>   > masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo di Jakarta mengungkapkan rasa kesalnya 
>   > terhadap kelompok Islam yang gemar menganggap sesat berbagai tradisi 
>   > keislaman yang dijalankan oleh masyarakat NU.
>   > 
>   > Menurutnya, kelompok Islam yang identik dengan aliran Wahabi ini gemar 
>   > melakukan propaganda di basis-basis warga NU. Mereka mengatakan bahwa 
>   > tradisi tahlil, haul, ziarah kubur dan berbagai tradisi keislaman 
> Nusantara 
>   > lainnya tidak ada tuntunannya dalam Islam. Propaganda ini dinilai sangat 
>   > mengganggu.
>   > 
>   > "Saya pernah mengatakan, mestinya mereka menyampaikan hal itu (baca: 
>   > propaganda) di hadapan menteri agama, kita kan punya pemimpin, jangan 
>   > ngomong di kampung-kampung karena ini meresahkan masyarakat," katanya 
> dalam 
>   > acara alumni Pesantren Lirboyo di Gedung Serbaguna Kelurahan Pejagalan, 
>   > Penjaringan. Jakarta Utara, Ahad (9/8).
>   > 
>   > Menurutnya, propaganda ini tidak pantas dan hanya kan mencerai-beraikan 
> umat 
>   > Islam di Indonesia. "Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setan tak akan 
>   > berputus asa menceraiberaikan uamt Islam. Lagi pula menjelekkan sesama 
>   > muslim itu fasik," katanya.
>   > 
>   > Menurut Kiai Nuril, kelompok yang tidak senang dengan tradisi keislaman 
>   > warga NU lebih baik melakukan klarifikasi dan dialog dengan para kiai dan 
>   > pengurus NU. Cara ini dinilai lebih elegan dan lebih bijaksana.
>   > 
>   > "Kalau mereka merasa benar sendiri silakan datang ke PBNU. Mari kita 
>   > berdialog. NU tak gentar menghadapi Wahabi. Akan kita jelaskan 
> dalil-dalil 
>   > rinci dari setiap ibadah yang kita lakukan. Kita ini bukan orang bodoh. 
>   > Kalau soal kitab kuning mungkin kita lebih lebih banyak dari mereka yang 
>   > rata-rata hanya membaca buku terjemahan," kata kiai Nuril yang juga 
> alumni 
>   > Pesantren Langitan, Tuban.
>   > 
>   > Sementara itu, silaturrahim alumni Pesantren Lirboyo itu sendiri bertema 
> "Berjuang 
>   > Membangun Ukhuwah ala Ahlissunnah wal Jam'ah." Acara silaturrahim ini 
>   > didahului dengan istighotsah dan wiridan khas Pondok Pesantren Lirboyo, 
>   > serta pembacaan hizib nashor yang dipimpin oleh Gus An'im Lirboyo. (nam)
>   >
> 
> 
> 
>   
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke