Menurut hemat saya,

NU sekarang lagi kehilangan figur yang mampu mengayomi masyarakat kecil
setelah era Gus Dur,...dimana sekarang ini marak sekali selebaran yang
memakai dalil A-Z, dan kata qoul mengatasnamakan kiyai dari NU, sehingga
timbul kerancuan dan keraguan di hati masyarakat. Karena yang mereka
tanamkan adalah supaya masyarakat lebih memakai daya nalarnya dan tidak lagi
SAMI'NA WA ATHO'NA terhadap para kiyai sepuh / ulama.

Saya yakin mereka tidak akan mungkin berani dan mau untuk berdialog, mereka
akan mencari celah dimana para sesepuh dan kaum terpelajar dari kalangan
Aswaja tidak akan bisa menjangkau kearahnya dengan menebarkan pemikiran
logika.
contoh masalah istilah tahlilan: mereka akan mengatakan Nabi tidak pernah
mengenal tahlilan, itu kan bisa2nya kiyai jawa. pemikiran yang ditanamkan
disamping memakai dalil A-Z, adalah lebih tinggi mana antara Nabi dan ulama
Jawa, mau ikut yang mana dan seterusnya.

Untuk membendung mereka ini diperlukan contoh kepada para awam, oleh para
pembesar, sesepuh, pemimpin Elit ASWAJA khususnya NU, ketika memecahkan
permasalahan harus memakai hati nurani sehingga di mata masyarakat
tidak hancur reputasinya. Contohnya adalah adanya beda pendapat antara
pengurus Ashor dan PB NU, yang saling mencari kekurangan masing2. Ada
baiknya jika saling menutupi kekurangannya toh sama2  ASWAJA....

Kapan mau menyadari bahwa membuka kejelekan saudaranya sama dengan membuka
aib sendiri.....
KApan lagi yang muda2 dan terpelajar dan pintar mau menghormati yang lebih
sepuh dan bodoh......
Kapan adab2 itu muncul lagi dikalangan Aswaja.......
ataukah menunggu kedatangan satriyo piningit dengan sesebutan satriyo
pinandhito senasihan wahyu...

ma'af jika ada yang kurang berkenan....
salam
Priyo


2009/8/18 sofwan nadi <[email protected]>

>
>
> Saya sependapat dengan ajakan Kiai Nuril...untuk dialog
> Saya sependapat dengan Kiai Nuril bahwa pikiran macam-macam tak usah
> dipromosikan dan dipropagandakan di kalangan awam... karena akan menjadi
> fitnah.
>
> Kaum awam sebaiknya dipelihara kekuatan akidahnya, keindahan akhlaknya,
> kebudayaan bersilaturahmi dengan sesama manusia, kebudayaan berselera
> menciptakan kebaikan-kebaikan bagi manusia, kebudayaan berdisiplin dengan
> peraturan pemerintah yang ada.
>
> Tapi sayang, sebagian kaum... memiliki kesenangan memancing di air keruh.
> Kalau tidak keruh, menimbulkan kekeruhan... Biasanya yang mudah dikeruhkan
> adalah kaum awam... Mengapa? buat show... biar dibilang orang pintar. Biar
> beda. Ketika orang awam terpana-pana... dia mencuri simpati dari hati-hati
> keawaman.. Kemudian mengais kesetiaan dari "monyet yang ketulup bokonge"
> begitu ungkapan di kampung kepada orang yang siap taat karena keterbiusan
> dan kebodohan.
>
> Karena itu, marilah wahai kaum santri..merapat kemanapun disitu orng awam
> berada. Kasihan mereka. Mereka sendirian selama ini.
>
> ________________________________
> From: latifabdul777 <[email protected] <latifabdul777%40yahoo.com>>
> To: [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>
> Sent: Monday, August 17, 2009 6:33:43 PM
> Subject: [kmnu2000] Re: Pro. Abdo.KH Nuril Huda: NU Tak Gentar Hadapi
> Wahabi
>
>
> Perbedaan pemahaman dan pendapat boleh boleh saja...dan boleh pula
> dikatakan pendapat yang salah..itu adalah sunnatullah. ..
>
> Yang berbahaya adalah melarang dan mengharamkan atau berbuat kekekerasan
> memaksa orang harus ikut sama mereka....ini yang tidak dibenarkan oleh
> hukum,baik hukum pemerintah maupun hukum ALLAH.
>
> Sebab berkeyakinan agama itu saratny adalah ikhlas tidak ada paksaan.
> Islam berpaham Liberal..anda boleh terima atau boleh menolak...
> Kami tetap menghormati keyakinan anda dan pendapat anda...
> Amal saleh anda untuk anda,amal saleh kami untuk kami.
>
> Wassalam
>
> --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "Abdo el-Moeid" <moeidzahid@ ...> wrote:
> >
> > Tidak hanya golongan Islam Wahabi yang harus diwaspadai, golongan Islam
> Liberal pun juga harus diwaspadai karena Islam Liberal berbahaya secara
> ideologi, bisa mengakibatkan MURTAD QOULI dan MURTAD I'TIQODI.
> >
> > Wassalam
> > Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: latifabdul777
> > To: kmnu2...@yahoogroup s.com
> > Sent: Monday, August 17, 2009 9:18 AM
> > Subject: [kmnu2000] Re: KH Nuril Huda: NU Tak Gentar Hadapi Wahabi
> >
> >
> > Golongan islam wahabi-salfy yang radikal sangat berbahaya baik untuk
> bangsa maupun untuk agama,karena mereka mengajarkan amarmaruf nahi mungkar
> dgn kekerasan.
> >
> > Seperti Video ini;
> >
> > http://english. aljazeera. net/news/ middleeast/ 2009/08/20098151
> 52830817331. html
> >
> > FPI
> > http://www.youtube. com/watch? v=qnCzdoScFq0& feature=related
> >
> > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "Abdul GhOfuR" <abdulghofur1@ > wrote:
> > >
> > > Kok kayak mau perang yah .. :-))
> > >
> > > ==========
> > >
> > > KH Nuril Huda: NU Tak Gentar Hadapi Wahabi
> > > Senin, 10 Agustus 2009 14:01
> > >
> > > Jakarta, NU Online
> > > Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), KH A. Nuril
>
> > > Huda, saat memberikan taushiyah dalam acara silaturrahim alumni dan
> haul
> > > masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo di Jakarta mengungkapkan rasa
> kesalnya
> > > terhadap kelompok Islam yang gemar menganggap sesat berbagai tradisi
> > > keislaman yang dijalankan oleh masyarakat NU.
> > >
> > > Menurutnya, kelompok Islam yang identik dengan aliran Wahabi ini gemar
> > > melakukan propaganda di basis-basis warga NU. Mereka mengatakan bahwa
> > > tradisi tahlil, haul, ziarah kubur dan berbagai tradisi keislaman
> Nusantara
> > > lainnya tidak ada tuntunannya dalam Islam. Propaganda ini dinilai
> sangat
> > > mengganggu.
> > >
> > > "Saya pernah mengatakan, mestinya mereka menyampaikan hal itu (baca:
> > > propaganda) di hadapan menteri agama, kita kan punya pemimpin, jangan
> > > ngomong di kampung-kampung karena ini meresahkan masyarakat," katanya
> dalam
> > > acara alumni Pesantren Lirboyo di Gedung Serbaguna Kelurahan Pejagalan,
>
> > > Penjaringan. Jakarta Utara, Ahad (9/8).
> > >
> > > Menurutnya, propaganda ini tidak pantas dan hanya kan mencerai-beraikan
> umat
> > > Islam di Indonesia. "Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setan tak
> akan
> > > berputus asa menceraiberaikan uamt Islam. Lagi pula menjelekkan sesama
> > > muslim itu fasik," katanya.
> > >
> > > Menurut Kiai Nuril, kelompok yang tidak senang dengan tradisi keislaman
>
> > > warga NU lebih baik melakukan klarifikasi dan dialog dengan para kiai
> dan
> > > pengurus NU. Cara ini dinilai lebih elegan dan lebih bijaksana.
> > >
> > > "Kalau mereka merasa benar sendiri silakan datang ke PBNU. Mari kita
> > > berdialog. NU tak gentar menghadapi Wahabi. Akan kita jelaskan
> dalil-dalil
> > > rinci dari setiap ibadah yang kita lakukan. Kita ini bukan orang bodoh.
>
> > > Kalau soal kitab kuning mungkin kita lebih lebih banyak dari mereka
> yang
> > > rata-rata hanya membaca buku terjemahan," kata kiai Nuril yang juga
> alumni
> > > Pesantren Langitan, Tuban.
> > >
> > > Sementara itu, silaturrahim alumni Pesantren Lirboyo itu sendiri
> bertema "Berjuang
> > > Membangun Ukhuwah ala Ahlissunnah wal Jam'ah." Acara silaturrahim ini
> > > didahului dengan istighotsah dan wiridan khas Pondok Pesantren Lirboyo,
>
> > > serta pembacaan hizib nashor yang dipimpin oleh Gus An'im Lirboyo.
> (nam)
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke