Itulah... Orang lahir di Indonesia ...besar di Indonesia... tapi tak bisa membedakan ke-Indonesia-an dengan ke-Arab-an. Saya kecewa kalau ada yang hafal Alfiyah tapi ilmunya cuma bisa menerjemahkan buku-buku dan pikiran-pikiran orang lain. Kalau hafal Alfiyah, ya levelnya jangan level Ajurumiyah donkkk.
Masa orang hafal Alfiyah taqlid pada Zallum sih... Saya saja berani mendiskusikan Kitab Imam Bukhori (bukan sombong, tapi begini semestinya Pelajar Ilmu... harus cermat mana yang bisa diambil dan mana yang tidak bisa diikuti). Terus terang... saya bukan dari kalangan menggeluti kitab kuning sehari-hari... tetapi ketika saya disodori Kitab Ahkamussultoniyah karya ABu Ya'la Alhanbali.... wah saya terkejut... isinya sebagian tak bisa diikuti. Sebagian isinya cenderung menjadi pembenaran perilaku Muawiyah dkk mengkudeta kekuasaan. Tahun.. 1988... beberapa mahasiswa Unpad datang membawa buku Kaifa Huddimat Al-khilafah...untuk dibaca bersama... Yang ini OK... masih seputar sejarah... tapi selanjutnya... sayang, kami putus kegiatan... karena saya harus pergi disuruh Mbah Dullah ... mengembara. Saya tak pernah hafal Alfiyah... tetapi ketika menyaksikan orang mengagumi santri-santri hafal Alfiyah... saya langsung menuju kepada intisari isi kitab itu... selebihnya saya bermain-main dengan Hikmah Alfiyah... Bukan Nahwiyah Shorfiyah Alfiyah. Maka muncul-lah pribadi yang pernah taklid berkat bimbingan para Kiyai, semoga Allah memberkati kehadiran beliau. Saya bercerita seperti ini di sini tiada lain untuk menggambarkan bagaimana semestinya pelajar itu belajar. Kalau menerjemahkan buku... itu baru tahap pelajaran berbahasa.. Bagi pemula ok, ya level lulusan Aliyah lah. Sementara yang kita butuhkan untuk Indonesia adalah membangun... membangun Indonesia hanya orang Indonesia yang bisa... karena hanya orang Indonesia yang mengerti cita rasa ke-Indonesia-an... Tentunya... mencaplok mentah-mentah buku bangsa lain tidak bisa... karena cita- rasanya berbeda... Kita harus memeras pemikiran... memperhatikan ranah sejarah kebangsaan... memperhatikan korban-korban yang bakal ditimbulkan... Maka menggubah buku ke-Indonesia-an menjadi keperluan. Jadi tolong... kalau sudah level LC/S.Ag/SHi/SPdI... dan lain-lain jangan mengonsentrasikan diri untuk menjadi penerjemah untuk keperluan taqlid membangun.... kalau untuk pelajaran-pelajaran dasar, seperti untuk akhlak, solat, akidah... ok. Tapi untuk ketatanegaraan, muamalat, hubungan kemanusiaan... Jangan ... tolong... jangan mengerahkan upaya kita pada penerjemahan/terjemahan. Tapi gubah...gubah... dan gubah. Sistem khilafah... untuk di Indonesia pun harus di Indonesia-kan... silahkan mau dibahasakan dengan SENDIKOGUSTI kek... tak jadi soal... bagi saya hanya ada Dua Syahadat... tidak ada syahadat yang ketiga. Saya menolak untuk bersyahadat bahwa sistem khalifah adalah bagian dari keimanan. Tidak disebutkan dari satupun dalam cabang-cabang keimanan. Kalau dulu... Abu Bakar menamakan diri sebagai Khalifah.... lalu Muawiyah si Raja itu menyebut dirinya Khalifah.... lalu Raja-raja Usmaniah dan Mataram menyebut diri mereka Khalifah... lalu para tokoh Tarekat..juga menyebut dirinya Khalifah... maka tidak haram dan tidak keluar dari akidah bila menyebut Susilo Bambang Yudoyono adalah Khalifah bagi sistem Republik... Hasyim Muzadi juga Khalifah... bagi sistem organisasi PBNU...Gitu aja kok repot. Mau kemana kalian sang pengusung Khalifah??? ________________________________ From: alai nadjib <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, October 2, 2009 8:07:43 PM Subject: Re: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!! Sepertinya orang iseng yang "membajak", kurang kerjaan..... .AHISTORIS NU pergilah tolong saudara yang jadi korban bencana di manapun..daripada ngawur di dunia maya salam, Ala'i.. --- On Fri, 10/2/09, Aan Trimo Legowo Noto Kusumo <aan_trimo_legowo@ yahoo.co. id> wrote: From: Aan Trimo Legowo Noto Kusumo <aan_trimo_legowo@ yahoo.co. id> Subject: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!! To: kmnu2...@yahoogroup s.com Date: Friday, October 2, 2009, 11:16 AM Tidak habis Pikir dengan Prilaku para pengasong Ide negara Khilafah Islamiyah yg tidak segan melakukan cara-cara kotor utk mewujudkan cita-cita Khilafah, Mereka tak segan melakukan Manipulasi dan fitnah, Kali ini mereka melakukan Pembajakan atas Symbol NU dan juga melakukan pemutar balikan sejarah atas NU, bukan ituu saja mereka juga memfitnah PBNU saat ini telah melakukan pengkhiantan atas cita-cita generasi awal NU yg mereka Klem generasi awal NU bertujuan mendirikan Khilafah Islamiyah. Padahal kita ketahui bersama Bahwa NU sebagai Ormas keagamaan terbesar di Indonesia telah bersepakat menerima Pancasila sebagai Konsep berbangsa dan bernegara. Silahkan Rekan-rekan bisa lihat kelakuan mereka di Group Fesbuk yg mereka buat . KLik saja di :http://www.facebook .com/pages/ WARGA-NAHDLIYIN- RINDU-KHILAFAH/ 261360035601? ref=mf [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
