Ini dari: 
 syaikhu_pdklapa <[email protected] 
Assalamualaykum...


Dapet forward-an sbb dari sebuah milis...

Mungkin para ahli tehnik bisa memberikan tanggapan...


s...@kl
MSFIN081

--------------------------------
Rekan-rekan

Atas nama pribadi dan tentu keluarga, kami mengucapkan bela sungkawa
dan prihatin yang sedalam-dalamnya kepada rekan-rekan alumni ITB yang
keluarganya terkena musibah Gempa bumi di Sumatra Barat, Kamis lalu.
Tentunya hari-hari ini seluruh daya, upaya serta doa kita, perlu
dicurahkan semaksimal mungkin untuk membantu evakuasi korban dan juga
memberikan pertolongan kepada para keluarga yang terkena musibah ini.
Rekan-rekan di perusahaan kami dan juga para alumni ITB angkatan kami,
telah menginisiasi dan sedang terus berupaya untuk melaksanakan
"Program bantuan korban Gempa Padang".

Namun ada satu hal dibenak saya, yang mendorong saya untuk ingin
segera sharing, khususnya tentang pemanfaatan teknologi dalam
mengurangi dampak musibah akibat gempa bumi di masa mendatang.
Intinya, Allah SWT memberkati umatnya dengan kemampuan logika, nalar
dan ilmu pengetahuan untuk mencegah ataupun mengurangi korban jiwa
bila terjadi bencana. Sebagai alumni ITB, sebenarnya menjadi tanggung
jawab kitalah untuk berusaha semaksimal mungkin mengurangi dampak
bencana alam bagi hilangnya korban jiwa di Indonesia. Itulah sebabnya
saya menulis judul yang sangat provokatif diatas.

Kenapa saya menuliskan judul diatas, karena ada beberapa hal yang
mengganggu pemikiran saya, yaitu :

A. Insinyur Indonesia sebenarnya sudah mampu meramal Gempa dengan relatif akurat

Tahukah anda bahwa Gempa di Sumbar ini telah diprediksi 2(dua) tahun
sebelumnya dan lebih akurat lagi 14 hari sebelumnya ?.
Para ahli Geofisika dan Geologi Indonesia telah meramal Gempa Padang
beberapa tahun lalu. Berikut ini artikel yang mengulas bahwa Gempa
skala raksasa akan terjadi di kota Padang diprediksi November 2007
oleh para ahli Indonesia. Danny Hilman Natawidjaja meramalkan "bahwa
Gempa akan sangat besar dan meruntuhkan banyak bangunan". Relatif
akurat prediksinya.
Tetapi ramalan yang lebih presisi lagi adalah oleh website berikut,
yang meramalkan 14 hari sebelumnya bahwa akan terjadi gempa dengan
skala 6 – 8 Skala Richter di Latitude 3.6 dan Longitute 96.67. Inilah
tabel dari website tersebut yang meramal relatif sangat akurat tentang
magnitude gempa dan juga tanggalnya (walaupun lokasi agak sedikit
meleset di sisi Latitude) :

Sumatra
Northern Region
within ≈500 km of Medan, Northern Sumatra
Lat 3.6 Lon 98.67

M6.0-M8.0
expected about Sept 28+/-3 days
(posted 2309 hours 16th Sept)

    M7.6

    92%

30th September 2009
Lat -0.789 Lon 99.961
45 km WNW of Padang, Sumatra, Indonesia
(USGS source)
forecast 14 days ahead

B. Insinyur Indonesia sebenarnya sudah tahu fenomena "Soil
Liquifaction" di Kota Padang yang sangat berbahaya

Hampir sebagian besar insinyur Sipil Indonesia mengetahui bahwa
kondisi tanah Kota Padang berada di zona gempa maksimal. Sehingga SNI
mensyaratkan design bangunan di kota Padang harus dihitung memakai
basis Zona-5, artinya harus tahan gempa 8 s/d 9 Skala Richter untuk
200 tahun.
Para Insinyur Sipil juga tahu bahwa kota Padang yang berada di
pesisir, umumnya memiliki lapisan bawah tanah yang terdiri dari pasir.
Bila terjadi gempa, tanah yang bagian bawahnya pasir sering menjadi
seperti "cairan" karena hilangnya seluruh daya dukung tanah. Fenomena
serupa terjadi di kota Kobe Jepang dengan nama `Soil Liquifaction'.
Fenomena tersebut tervisualisasikan secara jelas di Hotel Balacang
dimana lantai dasar seperti amblas kedalam tanah karena hilangnya daya
dukung tanah secara mendadak.
Cara-cara untuk mendesign bangunan tahan gempa sampai 8 – 9 skala
Richter sudah dikuasai oleh para insinyur Indonesia. Juga cara-cara
menghindakan runtuhnya bangunan bila terjadi `Soil Liquifaction' juga
telah banyak diterapkan.

Pemikiran yang terngiang-ngiang di kepala saya adalah bahwa secara
teknologi sebenarnya kita sudah bisa memprediksi akan terjadinya gempa
di kota Padang (walaupun accuracy masih sekitar 90%). Juga kita tahu
bahwa kondisi tanah di kota Padang, mempunyai kecenderungan untuk
terjadinya `Soil Liquifaction', dan kita mempunyai berbagai cara untuk
mencegahnya. Lalu kenapa para insinyur ITB dimanapun kita berada,
tidak berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan
teknologi-teknologi tersebut guna mengurangi dampaknya terhadap
jatuhnya korban jiwa.

Padahal `Bila kita mampu menyelamatkan satu nyawa, berarti kita
menyelamatkan seluruh peradaban manusia'.

Silahkan e-mail ini diforward ke milis-milis lain untuk memotivasi
(bukan mengkritik) para alumni ITB sehingga kita secara bersama-sama
bisa mengurangi dampak hilangnya korban jiwa yang sangat besar bila
terjadi bencana gempa bumi dimasa mendatang. Tentunya dengan
menggunakan kemampuan logika, nalar dan ilmu pengetahuan yang kita
miliki, selain dengan doa yang tiada henti-hentinya kepada Allah SWT.

Salam

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke