Assalamualaikum

Mbahnya HTI, nabhani, itu suka perpecahan. Buktinya dia memecahkan diri dari 
ikhwan muslimin dan mendirikan partai sendiri. Bagaimana HTI bisa mempersatukan 
umat, wong dia memecah belah umat. Ini kebohongan yang nyata. Ucapan manis di 
bibir dan tapi pahit kenyataannya. Dan sering mengucapkan Kalimatul haq urida 
bihal bathil. Sampean tahu akibatnya kalau apa yang diomongkan beda dengan 
kenyataan. Hambar. Ya siapa yang mau mendengarkan Nabhany yang ingin persatuan, 
tapi kenyataanya memecah belah. 

Mas syamsuddin ini NU ya? Apa HTI ngaku NU? Sampean NU tolong baca  ta'bir 
kitab ini: 

قال الغزالي: 
النظر في 
الإمامة ليس 
من المهمات, 
وليس أيضا من 
فن المعقولات 
فيها من 
الفقهيات (Qola al-Ghozaly: 
an-Nadlru fi al-imamah laisa min al-muhimmat, wa laisa aidlon min fanni 
al-ma'qulat)
(Al-Ghazali, al-Iqtishad fi al-`Itiqad, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, 1988, 
hal 147)

Maaf saya orang madura, gak bisa jawa. Kalau sampean orang NU dan faham agama 
dan pernah ngaji, pasti tahu artinya. Kecuali kalau anda orang HTI yang baru 
belajar Islam dari koran2 dan majalah, ya maaf kalau gak tahu artinya. 

Sudah jelas khilafah/imamah bukanlah masalah yang pokok di dalam agama. Itu 
hanyalah ijtihad saja. Di dalam al-Qu'an pun tidak ada kata-kata dirikanlah 
khilafah. Kalau jujur ayo tunjukkan ayat yang shorih, Allah menyuruh mendirikan 
khilafah. Kalaupun ada pasti tafsir2 yang dipaksakan. Politik itu ijtihad. 

Kalau tentang syariat Islam, Indonesia sudah banyak menerapkan, mas. Coba lihat 
hukum Indonesia tentang agama, banyak yang mengambil dari al-Qur'an dan 
al-Hadits. Tentang pernikahan dan waris. Mencuri dilarang, Membunuh dilarang, 
bahkan kalau pembunuh berencana dihukum mati. Lho itu asli syariat Islam, mas. 
Kalau sampean belajar fiqh dan baca qur'an hadits itu hukum Islam, mas. Ya 
pelan2 mengkampanyekan ajaran Islam. Jangan grusa-grusu. Oleh rame-ne tok. 
Hasilnya gak konkrit seperti NU yang telah lama mengajar solat, puasa, dan 
syariat Islam lainnya.

Orang HTI itu kan gak pernah berjuang melawan Belanda, gak pernah berjihad 
melawan kafir di jaman sebelum kemerdekaan Indonesia. Kok ya sok pinter, sok 
nggurui. NU, Muhammadiyah sudah jelas kiprahnya membangun bangsa, sampe 
pertaruhan nyawa. HTI anak kemaren sore di Indonesia kok ng-Gurui NU dan 
Muhammadiyah. Sombong. HTI harus banyak belajar dari perjuangan NU dan 
Muhammadiyah.

Mas, NU ini sudah lama berjuang di Indonesia dan mengajarkan Islam kepada 
masyarakat Indonesia dengan pesantren ribuan, santri jutaan. NU ini menyebarkan 
syariat Islam. Perkataan sampean yang sampean kutip di bawah ini menyakitkan 
hati "Sampean minggiro ae mas pejuang syariah dan khilafah akan lewat dan orang 
orang nu yang mukhlis akan berbondong bondong mendukung, kalau ndak minggir 
gabung aja
biar ndak mati ngenes sampean."

Mati ngenes apane. Masya Allah saudara sendiri mau dilindas. Perhatikan 
SAUDARA-SAUDARA semua inilah watak asli orang HTI, Melindas orang yang gak 
setuju dengan pendapatnya dan seakan2 tidak apa2 kalaupun saudara se-Islam-nya 
mati dilindas. MasyaAllah itu saudara sampean se-Islam, Mas.

Mas, perkataan khilafah ala HTI akan menyelesaikan masalah itu kebohongan yang 
nyata. Pemerintahan yang sesuai dengan ajaran Allah hanyalah jaman khulafa 
rosyidin. Setelah itu kerajaan, mas. Mayoritas Dlolim. Saya mendengar sendiri 
orang HTI mengatakan enak di jaman khilafah abbasiyah, umayyah, usmaniyah, dll. 
Itu kebodohan yang nyata. Abbasiyah, Usmaniyah itu berani membunuh dan 
memerangi saudara se-islam mereka, mas. Negara tetangga yang gak mau tunduk 
dibunuh dan diperangi. MasyaAllah. Sampean mau kayak gitu? Kalau NU gak setuju 
ijtihad anda tentang khilafah mau dilindas dan duigilas. Itu bukan khilafah 
namanya, itu kekejian yang nyata. Lalu kalau sudah bohong tentang sejarah 
kerajaan Abbasiyah, Umayyah, Usmaniyah, buat apa ikut orang2 yang bohong. 

Baca sejarah biar gak ditipu HTI. HTI itu uangnya dari sisa2 kerajaan Usmaniyah 
yang pengen kembali menghidupkan usmaniyah. 

Satu aja. Kenapa, kok HTI gak mau gabung dengan ikhwan muslimin. Malah bikin 
partai yang memecahkan diri dari ikhwan muslimin. Sampean baca sejarah gak. Mau 
mempersatukan umat gimana? Wong mbahnya HTI, Nabhani suka perpecahan tidak suka 
persatuan. Baca sejarah, baca juga perjuangan NU secara utuh, biar gak ditipu 
ustad2 kemaren sore. 

Kalau sampean mengatakan khilafah bisa menyelesaikan semua problem, tidak akan 
ada kejahatan dan kemalingan. Itu kebohongan terhadap rosulullah. 

Rosulullah gak pernah menjamin tegaknya syariat bisa menghapus kejahatan. Asal 
sampean sadar, di jaman rosulullah, perzinahan, pencurian, mabuk2an ada mas. 
Ingat imroah tamimiyah. Atau sampean itu gak pernah tahu tentang shohifah 
madinah, siroh rosulillah. Di masa umar dan khulafa rosyidin aja ada kasus 
pencurian, perzinah. Anaknya Umar Ra sendiri lo mati dirajam karena berzinah. 
Kepemimpinan terbaik sepanjang sejarah itu adalah kepemimpinan rosulullah dan 
khulafa, sampean dan HTI itu merasa bisa melampaui rosulullah dan khulafa 
rosyidin. Gak punya adab, sampean.

Syariat itu hanya untuk mengatur umat. Bukan seperti kebohongan nyata yang 
diungkap HTI, bisa menyelesaikan semua problem, dan seakaan2 bisa hilang 
pencurian motor, perzinahan, dll. Sampean itu perlu belajar bagaimana cara 
Rosulullah menerapkan syarriat dengan pelan, diajari dengan menyentuh hati, 
mencontohkan yang baik, bukan seperti nabhani yang suka memecahbelah umat. 

NU punya cara sendiri menyebarkan syariat, menjaga syariat. Dan saya jamin NU 
tidak akan pernah ikut HTI yang sombong, suka memecah belah umat, gak ngerti 
cara berdakwah, dan hanya mampu merekrut orang2 bodoh yang ilmu agamanya 
dangkal. 


Salam Maaf
Robith Qoshidi
Gak terima kalau NU direndahkan
















--- In [email protected], Hasanuddin <dewak...@...> wrote:
>
> Cek ngotote seh mas..... Kalo mau ngerubah negara ini jalurnya sudah ada (pks 
> lebih gentle dibanding kelompok mas), gak usah mengumbar kata dan koar2 
> dijalan... 
> 
> 
> Sent from my iPhone
> 
> On 11 Okt 2009, at 00:19, "syamsuddin" <bus...@...> wrote:
> 
> nu dulu dan sekarang 
> 
> nu biyen iku nahdlotul ulama' suwe suwe dadi nuqshonul ulama saiki dadi 
> naqdlotul ulama
> 
> yang berkata begini adalah guru saya kyai ahmad kholil chamid bangil
> 
> sya'ban kemarin khoul yang ke 8
> 
> beliau lahir di lumajang masih turunan sunan gunung jati dan syarifah 
> khodijah swadesi bangil
> 
> beliau muridnya hadrotus syeh hasyim asy'ari bahkan gurunya inilah yang 
> menyuruh menikah dg bu nyai hj masniyah
> 
> dan menyuruh dakwah dibangil. pernah jadi qodli di jombang, punya santri 
> daerah mojosari.
> 
> Apa sih yang ditakutkan kalau khilafah tegak?
> 
> Tahlilan dan istighosah di hapus?
> 
> Akan muncul yazid ke 2?
> 
> Khawatir Orang orang non muslim di cemplungno (dilempar) ke laut?
> 
> Atau apa?
> 
> Aku harus bilang apa agar kalian percaya bahwa itu tak akan terjadi.
> 
> Kenapa kalian lebih khawatir dan risau dg sesuatu yang kalian khayalkan 
> sendiri?
> 
> Sementara kebobrokan dan kebejatan yang sedang terjadi kalian abaikan tanpa 
> dikritisi.
> 
> Contoh kecil aja; Sma bangil dulu zaman saya sppnya limaribu sekarang 280ribu 
> wong melarat gak usah sekolah totok smp atau mondok thok ae nang pondok NU 
> seng murah.
> 
> Murid saya banyak yang mati over dosis bahkan ada yg mati karena aids.
> 
> Ada anak lamongan nyantri di bangil, karena sering ke alun alun jadi kena 
> narkoba, oleh bapaknya di bawa pulang dirabekno nduwe anak sitok terus mati 
> over dosis bapak e susah kaisinan mati pisan saiki.
> 
> Di masyarakat sudah banyak yang hamil duluan baru nikah dan itu biasa yang 
> penting tanggung jawab. Bangil ini mas, gimana surabaya? Gimana jakarta , 
> jogja? Semarang?
> 
> Sepeda motor lupa ndak dikunci gembok. hhmm 15 menit ilang 
> 
> Sampai sampai seorang pencuri senior berkomentar,"arek arek nom nom saiki 
> malinge ngawur"
> 
> Di sukorejo sebelahnya bangil pamanku bilang "alhamdulillah syam, disini 
> sekarang agak aman sebab masyarakat sudah komitmen kalau ada maling ketangkap 
> harus mati di massa"
> 
> Itu tingkat kecamatan belum provinsi atau nasional apalagi dunia.
> 
> Terus sampean ngomong gimana?
> 
> Sabar saja mas, jer basuki mowo beyo kalau ndak bisa sekolah ya ndak usah 
> sekolah.
> 
> Ya beginilah zaman sekarang, seng penting njogo awak dewe lan keluarga rugi 
> dunyo gak dadi opo rugi akherat bakal ciloko. 
> 
> Ini namanya obat antalgin yang mengurangi rasa sakit saja tapi tidak 
> menyembuhkan.
> 
> Beda kalau disupport; beginilah pak keadaan sekarang kalau hukum allah hanya 
> dipakai sebagian dan dibuang sebagian allah marah sehingga orang alim pun 
> kena getahnya, takmir masjid sandale ilang, ustadz anak e pilkoplo, ustadz e 
> kenek pilkada, monggo pak sareng sareng mikiri lan berjuang damel tegak e 
> syariah lan khilafah. Rugi dunyo gak dadi opo rugi akherat bakal ciloko.
> 
> Sampean khawatir kalau bahasa arab digalakkan bahasa lain gak payu. Sekarang 
> ini lho bahasa jowo gak payu. Saya dan teman teman saya baik dari dresmo 
> ataupun turunane mbah lowo ijo anaknya banyak yg bahasa ibunya bahasa 
> indonesia. 
> 
> Mas sofwan sampean iki nu cap opo? Nu itu ikut salah satu madzhab empat gak 
> menggubah menggubah ngono. Sampean kate menggubah opo? Sampean iku yo taqlid, 
> taqlid nang barat, sampean, ulil,nurkholis,muqsid podo kabeh gayae bedo 
> tujuane podo dalam alfiyah disebut wa li wathor selanjutnya Mubtadak e siji 
> khobare iso akeh.(maaf yg ndak pernah ngaji alfiyah ndak ngerti gpp)
> 
> Jangankan bukhori quran aja sampean diskusikan. Yang muhkam jadi mutasyabihat 
> semua. Yang ndak cocok dengan waktu dan tempat sampean pending didiskusikan 
> dulu sampai kemudian ketemu terjemahan yang pas dengan kondisi sekarang.
> 
> Imam malik berkata setiap dari kita (pendapatnya) bisa diambil bisa di tolak 
> illa shohiba hadzalqobri (kecuali nabi). Nah kalau pendapat nabhani dan 
> zallum itu benar masak tidak saya ikuti. Masak saya nulayani sesuatu yang 
> benar? Saya juga pingin masuk surga, kalau pendapatnya salah ndak saya ikuti. 
> Lha terus ukuran salah bener sampean apa. Yang dari zallum dan nabhani itu 
> salah, yang kuno kuno yang ndak cocok dengan zaman sekarang salah. Yang berat 
> berat dan beresiko itu salah. Yang benar itu dari barat yang dari 
> fazlurrahman, ali abdul roziq wa alihi wasohbihi itu mesti bener. 
> 
> Kalau ada orang muhammadiyah ngelek ngelek tahlile nu tawassule nu saya marah 
> mas, bek bek an wong pinter muhammadiyah iku ndak ada apa apanya dengan nu. 
> Tapi saya lebih marah lagi kalau ada orang nu seperti sampean. Kalau saya 
> pengurus nu sampean saya kelurkan dari nu. Tapi repot ukurane nu ambek duduk 
> opo? Insya allah saya ngaku nu ndak akan diakui walau sering mimpin tahlil 
> dan masih qunut subuh. 
> 
> Masalah tegaknya khilafah itu cuman sarana mas, tujuan utamanya syariat islam 
> terterapkan secara kaffah. Apa artinya kalau ada orang yang dipanggil 
> kholifah tapi syariat tetap terabaikan, kezaliman di mana mana?
> 
> Ndak masalah hasyim muzadi atau SBY yang jadi kholifah, kan syarat rukunnya 
> sudah diterangkan dalam kitab kitab fiqh yang diajarkan di seluruh pondok NU. 
> Tinggal mencocokkan sesuai apa ndak. Bahkan kalau pak hasyim yang jadi 
> kholifah dan setelah berjalan beberapa waktu dia itu adil sebaiknya dia jadi 
> khalifah terus aja ndak boleh mundur kalau bisa ndak boleh mati teruslah 
> pimpin kami, kan dia adil seperti umar misalnya.
> 
> Mas sofwan sampean iki kok keweden tenan kalau khilafah tegak. Kok seperti 
> bush dan blair yang takut khilafah tegak. Sampean apane mereka?
> 
> Alkhilafah wa'dun wa fardlun
> 
> Wa'adallahulladzina amanu minkum wa amilus sholihati layastahlifannahum 
> fil'ardli kamastahlafalladzina minqoblihim..
> 
> Huwalladzi arsalarosulahu bilhuda wadinilhaq liyudzhirohu aladdini kullihi 
> walau karihal musyrikun
> 
> Sampean minggiro ae mas pejuang syariah dan khilafah akan lewat dan orang 
> orang nu yang mukhlis akan berbondong bondong mendukung, kalau ndak minggir 
> gabung aja biar ndak mati ngenes sampean.
> 
> Mau digiring kemana nu ini? Ke nahdlotul ulama' apa naqdlotul ulama'
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: sofwan nadi 
> To: [email protected] 
> Sent: Saturday, October 03, 2009 9:57 AM
> Subject: Re: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!
> 
> Itulah... Orang lahir di Indonesia ...besar di Indonesia... tapi tak bisa 
> membedakan ke-Indonesia-an dengan ke-Arab-an. Saya kecewa kalau ada yang 
> hafal Alfiyah tapi ilmunya cuma bisa menerjemahkan buku-buku dan 
> pikiran-pikiran orang lain. Kalau hafal Alfiyah, ya levelnya jangan level 
> Ajurumiyah donkkk.
> 
> Masa orang hafal Alfiyah taqlid pada Zallum sih... Saya saja berani 
> mendiskusikan Kitab Imam Bukhori (bukan sombong, tapi begini semestinya 
> Pelajar Ilmu... harus cermat mana yang bisa diambil dan mana yang tidak bisa 
> diikuti). Terus terang... saya bukan dari kalangan menggeluti kitab kuning 
> sehari-hari... tetapi ketika saya disodori Kitab Ahkamussultoniyah karya ABu 
> Ya'la Alhanbali.... wah saya terkejut... isinya sebagian tak bisa diikuti. 
> Sebagian isinya cenderung menjadi pembenaran perilaku Muawiyah dkk mengkudeta 
> kekuasaan.
> 
> Tahun.. 1988... beberapa mahasiswa Unpad datang membawa buku Kaifa Huddimat 
> Al-khilafah...untuk dibaca bersama... Yang ini OK... masih seputar sejarah... 
> tapi selanjutnya... sayang, kami putus kegiatan... karena saya harus pergi 
> disuruh Mbah Dullah ... mengembara.
> 
> Saya tak pernah hafal Alfiyah... tetapi ketika menyaksikan orang mengagumi 
> santri-santri hafal Alfiyah... saya langsung menuju kepada intisari isi kitab 
> itu... selebihnya saya bermain-main dengan Hikmah Alfiyah... Bukan Nahwiyah 
> Shorfiyah Alfiyah. Maka muncul-lah pribadi yang pernah taklid berkat 
> bimbingan para Kiyai, semoga Allah memberkati kehadiran beliau.
> 
> Saya bercerita seperti ini di sini tiada lain untuk menggambarkan bagaimana 
> semestinya pelajar itu belajar.
> Kalau menerjemahkan buku... itu baru tahap pelajaran berbahasa.. Bagi pemula 
> ok, ya level lulusan Aliyah lah.
> Sementara yang kita butuhkan untuk Indonesia adalah membangun... membangun 
> Indonesia hanya orang Indonesia yang bisa... karena hanya orang Indonesia 
> yang mengerti cita rasa ke-Indonesia-an...
> Tentunya... mencaplok mentah-mentah buku bangsa lain tidak bisa... karena 
> cita- rasanya berbeda... Kita harus memeras pemikiran... memperhatikan ranah 
> sejarah kebangsaan... memperhatikan korban-korban yang bakal ditimbulkan... 
> Maka menggubah buku ke-Indonesia-an menjadi keperluan.
> Jadi tolong... kalau sudah level LC/S.Ag/SHi/SPdI... dan lain-lain jangan 
> mengonsentrasikan diri untuk menjadi penerjemah untuk keperluan taqlid 
> membangun.... kalau untuk pelajaran-pelajaran dasar, seperti untuk akhlak, 
> solat, akidah... ok. Tapi untuk ketatanegaraan, muamalat, hubungan 
> kemanusiaan... Jangan ... tolong... jangan mengerahkan upaya kita pada 
> penerjemahan/terjemahan. Tapi gubah...gubah... dan gubah.
> 
> Sistem khilafah... untuk di Indonesia pun harus di Indonesia-kan... silahkan 
> mau dibahasakan dengan SENDIKOGUSTI kek... tak jadi soal... bagi saya hanya 
> ada Dua Syahadat... tidak ada syahadat yang ketiga. Saya menolak untuk 
> bersyahadat bahwa sistem khalifah adalah bagian dari keimanan. Tidak 
> disebutkan dari satupun dalam cabang-cabang keimanan.
> 
> Kalau dulu... Abu Bakar menamakan diri sebagai Khalifah.... lalu Muawiyah si 
> Raja itu menyebut dirinya Khalifah.... lalu Raja-raja Usmaniah dan Mataram 
> menyebut diri mereka Khalifah... lalu para tokoh Tarekat..juga menyebut 
> dirinya Khalifah... maka tidak haram dan tidak keluar dari akidah bila 
> menyebut Susilo Bambang Yudoyono adalah Khalifah bagi sistem Republik... 
> Hasyim Muzadi juga Khalifah... bagi sistem organisasi PBNU...Gitu aja kok 
> repot.
> 
> Mau kemana kalian sang pengusung Khalifah???
> 
> ________________________________
> From: alai nadjib <alaina...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, October 2, 2009 8:07:43 PM
> Subject: Re: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!
> 
> Sepertinya orang iseng yang "membajak", kurang kerjaan..... .AHISTORIS NU
> pergilah tolong saudara yang jadi korban bencana di manapun..daripada ngawur 
> di dunia maya
> 
> salam,
> Ala'i..
> 
> --- On Fri, 10/2/09, Aan Trimo Legowo Noto Kusumo <aan_trimo_legowo@ 
> yahoo.co. id> wrote:
> 
> From: Aan Trimo Legowo Noto Kusumo <aan_trimo_legowo@ yahoo.co. id>
> Subject: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!
> To: kmnu2...@yahoogroup s.com
> Date: Friday, October 2, 2009, 11:16 AM
> 
> Tidak habis Pikir dengan Prilaku para pengasong Ide negara Khilafah Islamiyah 
> yg tidak segan melakukan cara-cara kotor utk mewujudkan cita-cita Khilafah, 
> Mereka tak segan melakukan Manipulasi dan fitnah,
> 
> Kali ini mereka melakukan Pembajakan atas Symbol NU dan juga melakukan 
> pemutar balikan sejarah atas NU, bukan ituu saja mereka juga memfitnah PBNU 
> saat ini telah melakukan pengkhiantan atas cita-cita generasi awal NU yg 
> mereka Klem generasi awal NU bertujuan mendirikan Khilafah Islamiyah. Padahal 
> kita ketahui bersama Bahwa NU sebagai Ormas keagamaan terbesar di Indonesia 
> telah bersepakat menerima Pancasila sebagai Konsep berbangsa dan bernegara. 
> 
> Silahkan Rekan-rekan bisa lihat kelakuan mereka di Group Fesbuk yg mereka 
> buat . KLik saja di :http://www.facebook .com/pages/ WARGA-NAHDLIYIN- 
> RINDU-KHILAFAH/ 261360035601? ref=mf
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> Messages in this topic (11) Reply (via web post) | Start a new topic
> Messages | Polls
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
> meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
> [email protected] 
>   
> Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
> Change settings via email: Switc
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke