nu dulu dan sekarang 

nu biyen iku nahdlotul ulama' suwe suwe dadi nuqshonul ulama saiki dadi 
naqdlotul ulama

yang berkata begini adalah guru saya kyai ahmad kholil chamid bangil

sya'ban kemarin khoul yang ke 8

beliau lahir di lumajang masih turunan sunan gunung jati dan syarifah khodijah 
swadesi bangil

beliau muridnya hadrotus syeh hasyim asy'ari bahkan gurunya inilah yang 
menyuruh menikah dg bu nyai hj masniyah

dan menyuruh dakwah dibangil. pernah jadi qodli di jombang, punya santri daerah 
mojosari.

Apa sih yang ditakutkan kalau khilafah tegak?

Tahlilan dan istighosah di hapus?

Akan muncul yazid ke 2?

Khawatir Orang orang non muslim di cemplungno (dilempar) ke laut?

Atau apa?

Aku harus bilang apa agar kalian percaya bahwa itu tak akan terjadi.

Kenapa kalian lebih khawatir dan risau dg sesuatu yang kalian khayalkan sendiri?

Sementara kebobrokan dan kebejatan yang sedang terjadi kalian abaikan tanpa 
dikritisi.

 

Contoh kecil aja; Sma bangil dulu zaman saya sppnya limaribu sekarang 280ribu 
wong melarat gak usah sekolah totok smp atau mondok thok ae nang pondok NU seng 
murah.

Murid saya banyak yang mati over dosis bahkan ada yg mati karena aids.

Ada anak lamongan nyantri di bangil, karena sering ke alun alun jadi kena 
narkoba, oleh bapaknya di bawa pulang dirabekno nduwe anak sitok terus mati 
over dosis bapak e susah kaisinan mati pisan saiki.

Di masyarakat sudah banyak yang hamil duluan baru nikah dan itu biasa yang 
penting tanggung jawab. Bangil ini mas, gimana surabaya? Gimana jakarta , 
jogja? Semarang?

Sepeda motor lupa ndak dikunci gembok. hhmm 15 menit ilang 

Sampai sampai seorang pencuri senior berkomentar,"arek arek nom nom saiki 
malinge ngawur"

Di sukorejo sebelahnya bangil pamanku bilang "alhamdulillah syam, disini 
sekarang agak aman sebab masyarakat sudah komitmen kalau ada maling ketangkap 
harus mati di massa"

Itu tingkat kecamatan belum provinsi atau nasional apalagi dunia.

Terus sampean ngomong gimana?

Sabar saja mas, jer basuki mowo beyo kalau ndak bisa sekolah ya ndak usah 
sekolah.

Ya beginilah zaman sekarang, seng penting njogo awak dewe lan keluarga rugi 
dunyo gak dadi opo rugi akherat bakal ciloko. 

Ini namanya obat antalgin yang mengurangi rasa sakit saja tapi tidak 
menyembuhkan.

Beda kalau disupport; beginilah pak keadaan sekarang kalau hukum allah hanya 
dipakai sebagian dan dibuang sebagian allah marah sehingga orang alim pun kena 
getahnya, takmir masjid sandale ilang, ustadz anak e pilkoplo, ustadz e kenek 
pilkada, monggo pak sareng sareng mikiri lan berjuang damel tegak e syariah lan 
khilafah. Rugi dunyo gak dadi opo rugi akherat bakal ciloko.

Sampean khawatir kalau bahasa arab digalakkan bahasa lain gak payu. Sekarang 
ini lho bahasa jowo gak payu. Saya dan teman teman saya baik dari dresmo 
ataupun turunane mbah lowo ijo anaknya banyak yg bahasa ibunya bahasa 
indonesia. 

Mas sofwan sampean iki nu cap opo? Nu itu ikut salah satu madzhab empat gak 
menggubah menggubah ngono. Sampean kate menggubah opo? Sampean iku yo taqlid, 
taqlid nang barat, sampean, ulil,nurkholis,muqsid podo kabeh gayae bedo tujuane 
podo dalam alfiyah disebut wa li wathor selanjutnya Mubtadak e siji khobare iso 
akeh.(maaf yg ndak pernah ngaji alfiyah ndak ngerti gpp)

Jangankan bukhori quran aja sampean diskusikan. Yang muhkam jadi mutasyabihat 
semua. Yang ndak cocok dengan waktu dan tempat sampean pending didiskusikan 
dulu sampai kemudian ketemu terjemahan yang pas dengan kondisi sekarang.

Imam malik berkata setiap dari kita (pendapatnya) bisa diambil bisa di tolak 
illa shohiba hadzalqobri (kecuali nabi). Nah kalau pendapat nabhani dan zallum 
itu benar masak tidak saya ikuti. Masak saya nulayani sesuatu yang benar? Saya 
juga pingin masuk surga, kalau pendapatnya salah ndak saya ikuti. Lha terus 
ukuran salah bener sampean apa. Yang dari zallum dan nabhani itu salah, yang 
kuno kuno yang ndak cocok dengan zaman sekarang salah. Yang berat berat dan 
beresiko itu salah. Yang benar itu dari barat yang dari fazlurrahman, ali abdul 
roziq wa alihi wasohbihi itu mesti bener. 

Kalau ada orang muhammadiyah ngelek ngelek tahlile nu tawassule nu saya marah 
mas, bek bek an wong pinter muhammadiyah iku ndak ada apa apanya dengan nu. 
Tapi saya lebih marah lagi kalau ada orang nu seperti sampean. Kalau saya 
pengurus nu sampean saya kelurkan dari nu. Tapi repot ukurane nu ambek duduk 
opo? Insya allah saya ngaku nu ndak akan diakui walau sering mimpin tahlil dan 
masih qunut subuh. 

Masalah tegaknya khilafah itu cuman sarana mas, tujuan utamanya syariat islam 
terterapkan secara kaffah. Apa artinya kalau ada orang yang dipanggil kholifah 
tapi syariat tetap terabaikan, kezaliman di mana mana?

Ndak masalah hasyim muzadi atau SBY yang jadi kholifah, kan syarat rukunnya 
sudah diterangkan dalam kitab kitab fiqh yang diajarkan di seluruh pondok NU. 
Tinggal mencocokkan sesuai apa ndak. Bahkan kalau pak hasyim yang jadi kholifah 
dan setelah berjalan beberapa waktu dia itu adil sebaiknya dia jadi khalifah 
terus aja ndak boleh mundur kalau bisa ndak boleh mati teruslah pimpin kami, 
kan dia adil seperti umar misalnya.

Mas sofwan sampean iki kok keweden tenan kalau khilafah tegak. Kok seperti bush 
dan blair yang takut khilafah tegak. Sampean apane mereka?

Alkhilafah wa'dun wa fardlun

Wa'adallahulladzina amanu minkum wa amilus sholihati layastahlifannahum 
fil'ardli kamastahlafalladzina minqoblihim..

Huwalladzi arsalarosulahu bilhuda wadinilhaq liyudzhirohu aladdini kullihi 
walau karihal musyrikun

Sampean minggiro ae mas pejuang syariah dan khilafah akan lewat dan orang orang 
nu yang mukhlis akan berbondong bondong mendukung, kalau ndak minggir gabung 
aja biar ndak mati ngenes sampean.

Mau digiring kemana nu ini? Ke nahdlotul ulama' apa naqdlotul ulama'

  ----- Original Message ----- 
  From: sofwan nadi 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, October 03, 2009 9:57 AM
  Subject: Re: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!


    Itulah... Orang lahir di Indonesia ...besar di Indonesia... tapi tak bisa 
membedakan ke-Indonesia-an dengan ke-Arab-an. Saya kecewa kalau ada yang hafal 
Alfiyah tapi ilmunya cuma bisa menerjemahkan buku-buku dan pikiran-pikiran 
orang lain. Kalau hafal Alfiyah, ya levelnya jangan level Ajurumiyah donkkk.

  Masa orang hafal Alfiyah taqlid pada Zallum sih... Saya saja berani 
mendiskusikan Kitab Imam Bukhori (bukan sombong, tapi begini semestinya Pelajar 
Ilmu... harus cermat mana yang bisa diambil dan mana yang tidak bisa diikuti). 
Terus terang... saya bukan dari kalangan menggeluti kitab kuning sehari-hari... 
tetapi ketika saya disodori Kitab Ahkamussultoniyah karya ABu Ya'la 
Alhanbali.... wah saya terkejut... isinya sebagian tak bisa diikuti. Sebagian 
isinya cenderung menjadi pembenaran perilaku Muawiyah dkk mengkudeta kekuasaan.

  Tahun.. 1988... beberapa mahasiswa Unpad datang membawa buku Kaifa Huddimat 
Al-khilafah...untuk dibaca bersama... Yang ini OK... masih seputar sejarah... 
tapi selanjutnya... sayang, kami putus kegiatan... karena saya harus pergi 
disuruh Mbah Dullah ... mengembara.

  Saya tak pernah hafal Alfiyah... tetapi ketika menyaksikan orang mengagumi 
santri-santri hafal Alfiyah... saya langsung menuju kepada intisari isi kitab 
itu... selebihnya saya bermain-main dengan Hikmah Alfiyah... Bukan Nahwiyah 
Shorfiyah Alfiyah. Maka muncul-lah pribadi yang pernah taklid berkat bimbingan 
para Kiyai, semoga Allah memberkati kehadiran beliau.

  Saya bercerita seperti ini di sini tiada lain untuk menggambarkan bagaimana 
semestinya pelajar itu belajar.
  Kalau menerjemahkan buku... itu baru tahap pelajaran berbahasa.. Bagi pemula 
ok, ya level lulusan Aliyah lah.
  Sementara yang kita butuhkan untuk Indonesia adalah membangun... membangun 
Indonesia hanya orang Indonesia yang bisa... karena hanya orang Indonesia yang 
mengerti cita rasa ke-Indonesia-an...
  Tentunya... mencaplok mentah-mentah buku bangsa lain tidak bisa... karena 
cita- rasanya berbeda... Kita harus memeras pemikiran... memperhatikan ranah 
sejarah kebangsaan... memperhatikan korban-korban yang bakal ditimbulkan... 
Maka menggubah buku ke-Indonesia-an menjadi keperluan.
  Jadi tolong... kalau sudah level LC/S.Ag/SHi/SPdI... dan lain-lain jangan 
mengonsentrasikan diri untuk menjadi penerjemah untuk keperluan taqlid 
membangun.... kalau untuk pelajaran-pelajaran dasar, seperti untuk akhlak, 
solat, akidah... ok. Tapi untuk ketatanegaraan, muamalat, hubungan 
kemanusiaan... Jangan ... tolong... jangan mengerahkan upaya kita pada 
penerjemahan/terjemahan. Tapi gubah...gubah... dan gubah.

  Sistem khilafah... untuk di Indonesia pun harus di Indonesia-kan... silahkan 
mau dibahasakan dengan SENDIKOGUSTI kek... tak jadi soal... bagi saya hanya ada 
Dua Syahadat... tidak ada syahadat yang ketiga. Saya menolak untuk bersyahadat 
bahwa sistem khalifah adalah bagian dari keimanan. Tidak disebutkan dari 
satupun dalam cabang-cabang keimanan.

  Kalau dulu... Abu Bakar menamakan diri sebagai Khalifah.... lalu Muawiyah si 
Raja itu menyebut dirinya Khalifah.... lalu Raja-raja Usmaniah dan Mataram 
menyebut diri mereka Khalifah... lalu para tokoh Tarekat..juga menyebut dirinya 
Khalifah... maka tidak haram dan tidak keluar dari akidah bila menyebut Susilo 
Bambang Yudoyono adalah Khalifah bagi sistem Republik... Hasyim Muzadi juga 
Khalifah... bagi sistem organisasi PBNU...Gitu aja kok repot.

  Mau kemana kalian sang pengusung Khalifah???

  ________________________________
  From: alai nadjib <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Friday, October 2, 2009 8:07:43 PM
  Subject: Re: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!

  Sepertinya orang iseng yang "membajak", kurang kerjaan..... .AHISTORIS NU
  pergilah tolong saudara yang jadi korban bencana di manapun..daripada ngawur 
di dunia maya

  salam,
  Ala'i..

  --- On Fri, 10/2/09, Aan Trimo Legowo Noto Kusumo <aan_trimo_legowo@ 
yahoo.co. id> wrote:

  From: Aan Trimo Legowo Noto Kusumo <aan_trimo_legowo@ yahoo.co. id>
  Subject: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!
  To: kmnu2...@yahoogroup s.com
  Date: Friday, October 2, 2009, 11:16 AM

  Tidak habis Pikir dengan Prilaku para pengasong Ide negara Khilafah Islamiyah 
yg tidak segan melakukan cara-cara kotor utk mewujudkan cita-cita Khilafah, 
Mereka tak segan melakukan Manipulasi dan fitnah,

  Kali ini mereka melakukan Pembajakan atas Symbol NU dan juga melakukan 
pemutar balikan sejarah atas NU, bukan ituu saja mereka juga memfitnah PBNU 
saat ini telah melakukan pengkhiantan atas cita-cita generasi awal NU yg mereka 
Klem generasi awal NU bertujuan mendirikan Khilafah Islamiyah. Padahal kita 
ketahui bersama Bahwa NU sebagai Ormas keagamaan terbesar di Indonesia telah 
bersepakat menerima Pancasila sebagai Konsep berbangsa dan bernegara. 

  Silahkan Rekan-rekan bisa lihat kelakuan mereka di Group Fesbuk yg mereka 
buat . KLik saja di :http://www.facebook .com/pages/ WARGA-NAHDLIYIN- 
RINDU-KHILAFAH/ 261360035601? ref=mf

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]



  


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke