Assalamu'alaikum wr wb.
Tentang postingan yang berisikan hasil kumpulnya para tokoh di Jawa mengenai
usulan para kiyai yang diusulkan untuk duduk di Dewan Syuro PBNU.
Disana, ada disebutkan siapa yang duduk pada bidang Fiqh..dan lain-lain.
Tapi saya tak membaca ada yang duduk pada bidang PENGEMBANGAN ORGANISASI
Saya mau tanya, bidang ini tugas siapa dalam sistem ke-PBNU-an. Masalahnya,
PBNU ini sepertinya kurang memperhatikan aspek CAPACITY BUILDING. Sehingga
potensi-potensi yang ada pada warga nahdliyin seringkali disia-siakan... Apakah
muktamar kali ini juga akan menambah daftar panjang penyia-siaan potensi warga.
Contoh. Ikatan Cendekiawan NU konon katanya ada, namun tidak ada pemberdayaan
dari PBNU kepada mereka. Pemberdayaan kepada para sarjana dan cendekia ini
tentunya berarti PENUGASAN/ PEMBERIAN KEPERCAYAAN SEBAGAI modal PEMBERDAYAAN
masyarakat NU.
Selama ini, Ketua Umum PBNU seringkali tampil sebagai tokoh pencipta citra di
forum nasional.... Ini perlu...memang perlu... tapi aspek Pencipta Keberdayaan
di Ranah Sosial Masyarakat NU di aspek riel adalah amat sangat terlalu perlu
dan penting.
Kalau model kegiatan Ketua Umum PBNU adalah dipertahankan untuk menciptakan
citra-citra di forum-forum nasional dan internasional, maka dituntut ada oknum
untuk menciptakan Keberdayaan-keberdayaan di tataran jamaah NU, khususnya wong
cilik dan kaum santri lulusan pesantren.
Untuk tugas penting pada konsentrasi tersebut saya MENGUSULKAN PERLUNYA JABATAN
SEKRETARIS JENDERAL di PBNU
[Non-text portions of this message have been removed]