Sedulur, Perbincangan hal Amerika di Abad ini sangat menarik. Saya pernah berbicara tentang PERGILIRAN PUSAT PERADABAN MILENIUM KE MILENIUM dalam sebuah forum diskusi di tahun 2007 di Kediri.
Sejarah menunjukkan bahwa pusat-pusat peradaban dunia pernah di Maya, pernah di China, pernah di India, pernah di Romawi, pernah di Persia, pernah di Mesir dan pernah di Timur Tengah. Sepertinya sekarang kembali ke benua yang berdekatan dengan suku Maya tinggal, yaitu Amerika Utara. Tepatnya Amerika Serikat. Dan lagi, sepertinya akan bergeser ke China lagi (???) Isi pokok pembahasan saya waktu itu adalah bahwa di satu masa dalam kurun per seribu tahun, PUSAT PERADABAN DUNIA selalu hadir. Disebut sebagai pusat peradaban dunia, berarti manusia yang bukan penduduk asli dimana peradaban dunia itu berpusat juga turut memperkaya bahkan memiliki keragaman dan kekayaan peradaban. Ia adanya adalah kekayaan peradaban kemanusiaan secara universal. Namanya juga pusat, maka segala bentuk, yang baik dan yang buruk, ada dan beragam rupa dan warna di sana. Siapa yang mau memaki, ia akan dapat menemukan pointer yang ingin dicermati. Begitu juga siapa yang mau memuji, ia akan mendapatkannya. Jadi, bagi kaum beriman, sebagaimana dikehendaki oleh tuhan yang maha berpengetahuan lagi bijaksana, adalah bagaimana memiliki kemampuan mengambil semua ini sebagai pelajaran. Dan tidak hanya berhenti pada pelajaran, melainkan turut secara aktif dan intensif mewarnai atau paling tidak memperkaya PUSAT tersebut dengan warna-warna keimanan. Jadi, wahai kaum beriman, persiapkanlah diri diperkaya dengan ilmu-ilmu dan warnailah semua pusat-pusat peradaban dengan warna-warna ketakwaan. Mengapa begitu? Hukum alam menyatakan bahwa angin selalu mengalir dari tempat dengan tekanan tinggi menuju ke tempat dengan tekanan rendah. Dan PUSAT selalu saja memiliki tekanan yang tinggi. Karena itu, kalau mau mewarnai dunia dengan iman dan ketakwaan, warnai lah pusatnya, maka akan mengalir ke daerah-daerah di luar pusat. Jangan seperti kaum "miskin" yang berjas dan bertitel hari ini, mereka pergi ke "pusat" karena mencari makan, maka hanya "kotoran" yang akan dialirkan dari "pusat" ke "daerah", buah dari "kotoran" sisa-sisa/ sampah-sampah makanan mereka. Alih-alih mencermati keburukan untuk mencaci dan memaki, maka cermatilah untuk mengimbanginya dengan kebaikan dan kemuliaan. Alih-alih mencermati kebaikan dan hanya kebaikan sehingga membuat silau dan lupa diri, maka imbangi dengan kewaspadaan dengan cara meningkatkan mutu demi mutu dengan mencermati kelemahannya. Ini adalah pelajaran dari konsep uzlah dalam tasawuf, yang disetujui oleh ilmu manajemen. Hanya Allah yang maha mengatur pergiliran dunia. ________________________________ From: abdul latif <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, December 11, 2009 8:55:40 AM Subject: Re: [kmnu2000] Re: Mengambil Hikmah dari Kemajuan2 Yang Telah Dicapai oleh Amerika. Gus Ajiher.. Saya kira bengini Ada beberapa orang yang datang ke Amerika dengan memakai kaca mata yang berbeda beda pula... Kalau kaca mata yang dipakainya itu adalah merah..maka yang dilihatnya semua merah.. Kalau kaca mata yang di pakai oleh yang lain adalah kaca mata warna hitam,maka semua yg dilihatnya hitam.. Kalau seseorang memakai kaca mata putih atau bening..maka dia kan melihat Amerika bermacam ragam m berwarna warni,, Artinya ada yang baik ada yang buruk ada yang sedang2 saja... Jadi tergantung tujuan yang akan di ekposenya dalam bukunya atau filmnya Benar bukan? Jadi yang saya lihat itulah kenyataannya. ...walaupun dgn orang2 yang anda sebutkan itu berbeda beda.... Secara general; saya melihat Amerika sebuah negara atau bangsa yang terbaik di dunia, emperium di abad 21...atau sebuah masarakat; rahmatan lil'alamin yang di izinkan oleh ALLAH sekarang ini. APA YANG AKAN TERJADI KALAU AMERIKA MENJADI NEGARA AGAMA? http://latifabdul. multiply. com/journal/ item/195 Wassalam --- On Thu, 12/10/09, ajiher <4ji...@gmail. com> wrote: From: ajiher <4ji...@gmail. com> Subject: [kmnu2000] Re: Mengambil Hikmah dari Kemajuan2 Yang Telah Dicapai oleh Amerika. To: kmnu2...@yahoogroup s.com Date: Thursday, December 10, 2009, 12:34 AM Gus Latief Sebelum menjustifikasi kemajuan dan pengambilan ibrah dari Amerika, saya sarankan membaca beberapa karya ttg Amerika, baik itu sejarah maupun karya kritis oleh orang Amerika sendiri. Beberapa contoh untuk sekedar perbandingan, lihatlah film2 atau bacalah buku2 Michael Moore. Kalau masih di Indonesia, film2nya kadang terselip di toko penjual DVD (bajakan), misalnya "Sicko" yg cerita betapa buruknya sistem kesehatan di Amerika, dan yang terbaru "Capitalism: a love story". Kalau susah bisa dicari di youtube. Untuk keseimbangan ada baiknya juga baca "Why Do People Hate America" karangan Ziaudin Sardar, profesor Inggris keturunan Pakistan, yg dulu karya2nya sempat populer di Indonesia. Hampir semua sanjungan sampeyan terhadap Amerika itu, sangat mudah untuk dipatahkan. Ibarat cerita "orang buta meraba gajah" banyak cerita yang hanya mengungkap satu sisi. Kita bisa mengatakan gajah itu benda kecil halus dan panjang, karena sedang memegang buntutnya hehe...... Membuat kaitan antara kemajuan dengan kondisi atau atribut-atribut tertentu juga secara ilmiah sangat lemah. Banyak orang belajar ke Amerika, tapi berperan seperti seorang TURIS. Namanya turis yang dilihat bagian yang bagus-bagusnya, tidak masuk ke gang sempitnya, terkesima oleh landmark-landmark yg memang dibangun untuk menunjukkan keindahan dan kebesarannya. Menurut saya pribadi, banyak yang perlu diapresiasi dari Amerika ini, tapi lebih banyak lagi yang perlu dikritisi, hehe..... Salam Aji Hermawan [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
