jadi ingat cerita habis pengajian dulu waktu kecil.

dahulu umat Nabi Musa di larang untuk melaut mencari ikan di hari sabtu, 
umatnya patuh berhasil untuk tidak melaut, namun Allah memberikan cobaan 
sehingga di hari sabtu ikan ikan tsb muncul di permukaan laut dalam jumlah 
banyak, sehingga ibaratnya dgn tangan kosong pun bisa langsung dapat. cobaan 
itu semakin berat karena di hari lain ikan ikan tsb seolah menghilang.

umat Nabi Musa sangat terpikat dgn jumlah ikan yang melimpah di hari sabtu, 
kemudian mereka membuat perangkap ikan pada hari hari bukan hari sabtu, berupa 
kolam besar di darat, jadi pas hari sabtu ikan ikan tsb akan masuk ke dalam 
perangkap, dan mereka akan mengambil ikan tsb pada hari minggunya. mereka 
bilang.. Kita tidak melanggar perintah Allah, kita mengambil ikannya di hari 
minggu. 

secara pendekatan logika, nalar, pikiran. umat nabi Musa tidak mengambil Ikan 
pd hari sabtu .Dan jikalau yang menegurnya Nabi Musa sekalipun pasti mereka 
bisa beradu argument sampai berbusa busa, tapi nyatanya Allah murka dgn akal 
akalan mereka. dalam Alquran Wajah wajah mereka di rubah..

Jika Allah mengatakan tidak, adakah yang brani protes ..? Dialah yang 
memutuskan mana yang benar mana yang salah... semoga Allah mengampuni kita, dan 
selalu melindungi kita dari kemarahanNya. Amin.

berhati hatilah jika kita menerjemahkan Al-Quran hanya dgn pendekatan logika 
saja, atau mengakal ngakali supaya cocok keinginan..spt umat nabi Musa.. tanpa 
merunut pd Al Hadist atau ahlinya. 



Semoga Allah mengampuni saya jika salah.

salam


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke