Sangat setuju dengan uraian mas Doktor Aji dibawah. Saya juga menulis 
demikian di status fb-nya Gus Nadirsyah.
Doktor2 muda NU yang kembali ke tanah air sekarang sudah cukup melimpah 
walopun belum bisa disebut banyak, tapi sangat sedikit bahkan nyaris 
tidak ada yang disentuh dan diopeni NU (PBNU).
Mungkin ikhtiar yang telah dilakukan oleh Mas Aji bisa dijaikan model  
berhidmnat kawan2 doktor muda NU bahwa  untuk  memberikan kontribusinya 
tidak mesti  harus lewat PBNU tapi bisa melalui PC, PWNU diwilayah masing.

Aji Hermawan wrote:
> Mbah Fuad, Mbah Sahal, Gus Dur menyadari pentingnya orang NU bergelar doktor. 
>  Saya tidak ragu itu.  Paling tidak dari Gus Dur saya tahu.
>
>
>
> Kadang saya mikir, kalau sudah banyak nih doktor2 NU, apa benar NU 
> memerlukannya? Lha wong yang sekarang ada saja gak pernah disapa, dilibatkan, 
> apalagi diopeni. 
>
>  
>
> Saya mencoba ngumpulin temen2 doktor itu, dg beragam keahlian, mrk mencintai 
> NU, mau berbuat utk NU. Menurut sampaian sebaiknya kita apakan daftar itu?  
> Mereka gak butuh duwit, kerjaan, atau proyek dari NU krn  sudah cukup dr 
> pekerjaan mrk.  Apa benar pengurus NU butuh mereka??? Atau justru menganggap 
> mrk sbg ancaman thd otoritas???
>
>
>
> Setahu saya banyak dari mereka kecewa dan mengambil jalan "untuk berkhidmat 
> kepada umat/rakyat, gak perlu NU".  Jadi klo kondisi spt skrg ini, smakin 
> banyak doktor NU, semakin memperpanjang daftar kekecewaan itu hahaha.....
>
>
>
> Salam
>
> Aji
>
>
>
>
>
> Powered by RAMP-IPB®
>
>
>
> -----Original Message-----
>
> From: sofwan nadi <[email protected]>
>
> Date: Wed, 27 Jan 2010 00:54:45 
>
> To: <[email protected]>
>
> Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor
>
>
>
> Kalian semua betul....
>
> Kita prihatin dengan kayak begituan....
>
> Tapi kan yang anda dan saya khawatirkan itu sama saja.... pada satu 
> keprihatinan yang sama. Mental yang sama, biar bajunya dari S.Ag berganti 
> menjadi ph.D, ya samanya saja. Orang mentalnya sama. Jadi sampean kalau 
> prihatin yang jelas dulu apa yang diprihatinkan.
>
>
>
> Nah, sekarang buktikan dulu...  bahwa para santri mampu tidak merubah nasib 
> mereka untuk menjadi doktor yang berkualitas. Gus Dur itu tidak sampai ke 
> gelar doktor... tetapi memiliki penghargaan doktor yang banyak. Artinya 
> beliau itu maha doktor.
>
>
>
> Terus terang.... apa yang dikhawatirkan Mas Rizki dan Mas Kebenaran... bagi 
> saya, itu terjadi pada yang doktor dan yang bukan.
>
>
>
> Impian saya adalah.... para santri bisa membantu untuk membangun bangsa ini.
>
> Membangun bangsa ini perlu dengan merubah teologi komitmennya.
>
>
>
> Sekarang, apa yang anda khawatirkan??? Mari kita analisa permasalahannya.
>
>
>
> Maaf ya. Saya tidak mau becermin dengan para mental doktor yang temen-temen 
> khawatirkan. Tengok lah ke saudara-saudara di India, Cuba dan Venezuela.
>
> Karena itu... saya menyarankan para doktor kita pergi dulu volunteer ke 
> Afrika, ke Amerika Latin, dan ikut jadi volunteeran PBB dimana-mana. jangan 
> dulu balik ke Indonesia. Ikuti dulu teladan Syekh Yusuf Makasar.
>
>
>
> Aku cerita nih. Ketika itu aku baru selesai semester I MANU. Setelah itu aku 
> kabur. Bosan. Sebel. Aku kabur-kaburan sampai ke Jawa Timur. Ya jadi preman 
> di pasar. di terminal. dimana saja yang penting bisa hidup. Setelah 5 bulan, 
> Mbah Fuad Hasyim (Allahumma yarham) memanggil aku.
>
> Beliau bertanya, "Cung, kenapa kamu tak lanjut sekolah?"
>
>
>
> "Kiyai, untuk apa sekolah? Kiyai saja yang ijazah SDnya hilang bisa jadi 
> doktor honoris causa dan profesor kehormatan di universitas di Australia," 
> jawabku mantap.
>
>
>
> Timpal Kiyai: "Cung, jamanku dengan jamanmu lain. Kamu harus lanjut sekolah"
>
> Jawabku, "Saya tak mau sekolah yang jurusannya hanya ke IAIN. Ntar, saya 
> bertengkar melulu dengan para dosennya"
>
> Gampangnya, Kiyai memberi jalan bahwa tak musti ke IAIN. Ke mana saja bisa.
>
>
>
> Sebelum Kiyai wafat, Kiyai membawa saya bertemu Gus Dur. Saya perhatikan Gus 
> Dur sangat menyuruh santri untuk lanjut sampai doktor.
>
> Kiyai dan Gus Dur sama-sama berharap banyak doktor dari kalangan santri. Itu 
> saya denger sendiri.
>
> Saya tahu, dulu sekolahan Mbah Sahal ditabukan untuk memiliki ijazah formal 
> pemerintah. Tapi saya tahu Mbah Sahal sangat menghargai kalau santri bertekad 
> belajar sampai doktor.
>
>
>
> Nah, sekarang anda-anda pada khawatir kalau para santri jadi doktor, tetapi 
> teladan-teladan saya mendukung para santrinya menjadi doktor.
>
> Mari kita pecahkan, apa kekhawatiran anda mengenai hal itu?
>
>
>
> Kang Aji. Saya menyesal, pada usia sekarang, saya belum mengalami apa yang 
> Mas Aji alami. Meski hanya satu gelar doktor, saya tidak punya. Tapi saya 
> bertekad, akan mengkampayekan para santri untuk meraih doktor. 
>
> Saya tahu, dari jutaan santri yang mondok di pondok NU, paling 1% atau kurang 
> yang menjiwai idealisme kesantrian.
>
> Dan saya tidak akan putus asa, bila dari 100 santri tiap tahun yang belajar 
> doktor, meski hanya 0.1% saja yang menjadi doktor luar dalam.
>
>
>
> Saya akan tarik Kang Aji ke Lembaga yang akan saya kembangkan, kalau memang 
> qualified. Saya akan turun ke kancah nasional pada saat yang Allah ridloi, 
> Insya Allah.
>
>
>
> Saya akan belajar dari pola hidup Dr Ashraf Ghani, orang Afghanistan itu.
>
>
>
> Saya akan pancangkan layar untuk menantang hembusan angin yang kelak Allah 
> taala berikan. Mohon doa.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ________________________________
>
> From: Rizky Hardyhatmoko <[email protected]>
>
> To: [email protected]
>
> Sent: Wed, January 27, 2010 9:26:44 AM
>
> Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor
>
>
>
> Btw, hakekat fiqh dan tasawuf tidak bakalan ditemui lewat sekolahan 
> berpattern konvensional begini pak.
>
>
>
>
>
> Sent from my BlackBerry®
>
> powered by Allah swt
>
>
>
> -----Original Message-----
>
> From: Aji Hermawan <[email protected]>
>
> Date: Tue, 26 Jan 2010 15:44:51 
>
> To: <[email protected]>
>
> Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor
>
>
>
> Kang Sofwan 
>
>
>
> Maaf, sy pernah 4 kali sekolah tngkat doktoral di 4 universitas yang berbeda. 
> Jadi sy tdk menganggap doktor sbg sesuatu yg istimewa.  Yang perlu hati2 PhD 
> itu sdh banyak terdegradasi. Banyak doctor of philosophy yg tdk memahami 
> filosofi ilmunya. Saya setuju saja kalau yg dimaksud adalah substansi 
> kedoktorannya.  Bagaimana menciptakan orang nu berkualitas doctor of 
> philosophy, tidak skdr ahli fiqh praktis dan tasawuf praktis, fiqh dan 
> tasawufnya gak sampai jeroannya. . 
>
>
>
> Salam 
>
> Aji 
>
>
>
>
>
>
>
> Powered by RAMP-IPB® 
>
>
>
> -----Original Message----- 
>
> From: sofwan nadi <[email protected]> 
>
> Date: Tue, 26 Jan 2010 04:13:01 
>
> To: <[email protected]> 
>
> Subject: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor 
>
>
>
> Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor. 
>
>
>
> Ada baiknya materi Kongkow Bareng Gus Dur yang diasuh Mas Guntur di 68H 
> (dikopi-paste langsung dari facebooknya) sebelum kepada teologi yang 
> diajukan. Yaitu sbb: 
>
>
>
>
>
> Mengurus Tuhan 
>
>
>
> Friday, January 15, 2010 at 11:06am 
>
> Pada setiap kongkow biasanya awal acara selalu dibacakan 
>
> mutiara hikmah dari Kitab Al Hikam, yang biasa dibacakan oleh KH.Wahid 
> Maryanto 
>
> (Pa Acun), ini adalah salah satunya : 
>
> "istirahatkan dirimu dari mengatur urusanmu karena segala yang telah 
>
> diurus untukmu oleh selain mu tak perlu engkau turut mengurusnya". 
>
>
>
> Disini Gus Dur mengemukakan bahwa "kalau Tuhan sudah mengurus kamu mengapa 
>
> kamu mengurus dirimu sendiri,nah disini akan timbul pertannyaan,lalu kamu 
>
> (manusia) mengurus apa? jawabnya kamu mengurus Tuhan". (Petuah Pertama) 
>
>
>
> Maka Gus Durpun menerangkan keterkaitan dengan kalimat Al Hikam yang lain : 
>
> "kuburkan dirimu dalam bumi kekosongan,melakukan sesuatu tanpa 
>
> pamrih/tanpa berharap apapun,terserah Tuhan saja". (Petuah Kedua) 
>
>
>
> Dari yang diterangkan Gus Dur diatas,kita bisa tahu kenapa Gus Dur selama ini 
>
> membela apa yang orang lain tidak mau membela,karena bepikir untung 
>
> rugi,sedangkan Gus Dur malah melakukan semua itu tanpa mengharapkan 
>
> apapun/tanpa pamrih,karena hanya berharap ridho Allah. 
>
>
>
> menguburkan diri dalam bumi kekosongan,ini sangat indah.mengubur diri dalam 
>
> kekosongan adalah tidak berbuat apapun sekalipun sudah berbuat apapun.Tidak 
>
> melakukan apapun sekalipun sudah melakukan apapun.Karena yang melakukan dan 
>
> berbuat sesungguhnya adalah Allah sendiri.Manusia hanya digerakan oleh yang 
>
> maha penggerak,di dalam kubur yang kosong sesungguhnya manusia memasuki 
> kawasan 
>
> kebaqaan Allah,maka manusia menjadi majas.sehingga yang berbuat adalah Allah 
>
> itu sendiri.Allahuakbar. 
>
> maka sesungguhnya menguburkan diri didalam bumi kekosongan adalah manifestasi 
>
> men Taslimkan diri kita kepada Allah,menyerahkana semuannya kepada ketidak 
>
> terbatasan jangkauan milik Allah, 
>
> Mungkin disini pula maksud "mengurus Tuhan". ????????????? waslam. 
>
> Acun.& GN 
>
>
>
> Komentar Sofwan: 
>
>
>
> Saya sangat sangat tercerahkan...dan sangat tepat sekali bila petuah Gus Dur 
> dijadikan Teologi Santri Mengukir Prestasi Doktor, begini. 
>
> Saya ingin berbagi 
>
> makna yang dicerna dari petuah Gus Dur yang pertama dari Alhikam tersebut. 
>
>
>
>
>
> Kita sekarang ini terjerat oleh budaya masyarakat: "Nak sekolah, nanti cari 
>
> kerja, lalu kawin" Jadi budayanya: Sekolah atau mondok-Cari kerja-lalu Kawin. 
> (Disingkat dengan PKN: mPondok-Kerja-Nikah) 
>
> Kalau ambil hikmah dari pituah Gus Dur (yang pertama), seharusnya santri yang 
> muda-muda dibekali teologi: 
>
> sekolah-sekolah-sekolah (tamat S3). (Disingkat 3S sampai S3) 
>
>
>
> Lho...dari mana biayanya? 
>
> Menurut petuah pertama: Itu urusan tuhan. Kita tak boleh ngurusi urusan 
>
> tuhan. 
>
> Logikanya begini:... dengan menggunakan analogi berperahu tradisional, sbb: 
>
>
>
> Kita dorong perahu ke tengah laut.  Kita buka layar perahu. Kalau 
>
> layar sudah terkembang, urusan angin biar urusan tuhan. Kerja kita buka layar 
>
> dorong perahu. Bukan membuat/ mencari angin. Tak tahu diri. 
>
>
>
> Begitu juga sekolah-sekolah-sekolah. 
>
>
>
> Kita siapkan 
>
> diri dengan tekad belajar yang sungguh-sungguh. Lengkapi informasi. 
> Kembangkan ikhtiyar mendapat peluang sampai S3. 
>
>
>
> Nanti kalau ada tawaran kerja, ya ambil, tapi tetap 
>
> menuju S3. Kalau ada tawaran nikah, ya ambil, tapi tetap menuju S3. 
>
>
>
> Dengan cara berfikir ini...insya Allah.. kaum 
>
> nahdliyin kelak banyak santri S3 nya. Lah, nanti gimana? Njubel rebutan di 
> tanah air.. jadi makelar? 
>
>
>
> Ya kalau udah S3..cari pengalaman keliling 
>
> dunia...jadi volunteer di Afrika, Eropa, Amerika Latin, Asia... kalau pada 
>
> punya pengalaman kayak gitu kan NU jadi kebanggaan dunia. Bikin kreatifitas 
> menyebarkan berkah ke-NU-an dimana-mana. Aamiin. 
>
>
>
> Takdir itu tergantung budaya. Budaya kita dahulu PKN... makanya kaum 
> nahdliyin terpinggirkan... Gak bisa bantu Presiden Gus Dur. Itu terbukti. 
>
> Kita ubah budaya. Kita ubah teologi. Maka kita mendapat takdir yang unggul. 
>
>
>
> Manusia itu hidup dalam lingkaran dunia yang dibuatnya sendiri. 
> Didefinisikannya sendiri. 
>
> Maka keluar lah darikungkungan lingkaran itu. Buat lingkaran definisi baru. 
> Masuki, jangan ragu-ragu. Maka kita mengubah takdir. 
>
>
>
> Insya Allah. Petuah Gus Dur berkah. Aamiin. 
>
>
>
>
>
>       
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed] 
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
>
>
> ______________________________________________________________________
>
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
>
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
> meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
>
> [email protected] 
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
>
>
> ______________________________________________________________________
>
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
>
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
> meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
>
> [email protected] 
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>       
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
> meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
> [email protected] 
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>   

Kirim email ke