Saya perhatikan.... bahwa ada benernya... kalau seseorang berkutat di bidang 
tahlil dan talqin... maka ia tidak akan ngerti soal ilmu falak.

Kalau sehari-harinya berkutat dengan soal fikih... maka boleh jadi kedodoran di 
soal yang lain... Ya, manusiawi, lha.

Lalu tiba-tiba geruduk... datang beberapa doktor... kepada kiyai yang biasa 
ngopeni umat dalam bidang batin... Kiyai paling banter akan dukung dan bantu 
doa....

Jangankan antara rombongan para doktor dengan kiyai semacam Mbah Khudori 
Tegalrejo rohimahullah (saya sangat berkesan dengan keteguhan prinsip beliau 
yang mbatini santrinya)...

bayangkan... antara doktor lulusan Alazhar... yang disertasinya ngurusi tafsir 
(misalkan) ... dengan Mas Aji yang ngurusi ke IPB-an... ya gak nyambung...Pasti 
yang nyambung tahlil bareng.... yasinan bareng.... Kalau masalah bagaimana 
menggunakan ke-doktor-annya, ya gak nyambung blas..

Aku tak begitu klop dengan ISNU... wong dibangunnya atas dasar hubungan 
emosional dan nalar pendirian ICMI yang ditolak Gus Dur.

Untuk mas Aji dan kawan-kawan (termasuk di bidang manajemen sain), aku usulkan 
buat SONTOLOIO NU...(StudiO N TeknOlogI Orang NU)
Untuk yang dari tafsir, aqidah, sosial.... aku usulkan sambungkan dengan 
KONTOLIO NU (KOmuNitas TOlongin Orang NU). Maksudnya kerja advokasi gitu. 
Komunitas ini aku gandengkan dengan Komunitas para seniman dan pujangga... 
untuk menghasilkan kitab Mahabarata dan Ramayana versi Wali nDableg. maksudnya 
rekayasa model teo-sosio-budaya masyarakat baru yang sudah berupa sama sekali.

Dari nama yang jelas... tujuan yang ingin dicapai juga jelas.
Dari namanya saja masyarakat sudah ngerti .
ISNU? gak jelas mau apa. Gelar tahlilan sudah cukup bagi sesuatu yang bernama 
IS atau IC NU. Karena gak jelas arahnya mau apa.




________________________________
From: "m...@ul" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, January 28, 2010 10:06:48 AM
Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor

  
klo wadah ISNU yg sudah ada itu gimana? doktoral kan jenjang s-3 seharusnya 
bisa masuk wadah ISNU .... <ikatan sarjana Nahdlatul Ulama>

Regards,

m...@ul

--- On Wed, 1/27/10, Rizky Hardyhatmoko <ree...@gmail. com> wrote:

From: Rizky Hardyhatmoko <ree...@gmail. com>
Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor
To: kmnu2...@yahoogroup s.com
Date: Wednesday, January 27, 2010, 3:50 AM

Ya betul pak, sebaiknya didaftar saja doktor doktor NU diranking berdasarkan 
nasab.
Karena memang masalah otoritas perlu dipikirkan solusinya. Karena NUnya juga 
sptnya belum siap.

Rizky
Sent from my BlackBerry®
powered by Allah swt

-----Original Message-----
From: Aji Hermawan <aji...@googlemail. com>
Date: Wed, 27 Jan 2010 09:41:27 
To: <kmnu2...@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor

Mbah Fuad, Mbah Sahal, Gus Dur menyadari pentingnya orang NU bergelar doktor.  
Saya tidak ragu itu.  Paling tidak dari Gus Dur saya tahu.

Kadang saya mikir, kalau sudah banyak nih doktor2 NU, apa benar NU 
memerlukannya? Lha wong yang sekarang ada saja gak pernah disapa, dilibatkan, 
apalagi diopeni. 

Saya mencoba ngumpulin temen2 doktor itu, dg beragam keahlian, mrk mencintai 
NU, mau berbuat utk NU. Menurut sampaian sebaiknya kita apakan daftar itu?  
Mereka gak butuh duwit, kerjaan, atau proyek dari NU krn  sudah cukup dr 
pekerjaan mrk.  Apa benar pengurus NU butuh mereka??? Atau justru menganggap 
mrk sbg ancaman thd otoritas???

Setahu saya banyak dari mereka kecewa dan mengambil jalan "untuk berkhidmat 
kepada umat/rakyat, gak perlu NU".  Jadi klo kondisi spt skrg ini, smakin 
banyak doktor NU, semakin memperpanjang daftar kekecewaan itu hahaha.....

Salam

Aji

Powered by RAMP-IPB®

-----Original Message-----

From: sofwan nadi <de_a...@yahoo. com>

Date: Wed, 27 Jan 2010 00:54:45 

To: <kmnu2...@yahoogroup s.com>

Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor

Kalian semua betul....

Kita prihatin dengan kayak begituan....

Tapi kan yang anda dan saya khawatirkan itu sama saja.... pada satu 
keprihatinan yang sama. Mental yang sama, biar bajunya dari S.Ag berganti 
menjadi ph.D, ya samanya saja. Orang mentalnya sama. Jadi sampean kalau 
prihatin yang jelas dulu apa yang diprihatinkan.

Nah, sekarang buktikan dulu...  bahwa para santri mampu tidak merubah nasib 
mereka untuk menjadi doktor yang berkualitas. Gus Dur itu tidak sampai ke gelar 
doktor... tetapi memiliki penghargaan doktor yang banyak. Artinya beliau itu 
maha doktor.

Terus terang.... apa yang dikhawatirkan Mas Rizki dan Mas Kebenaran... bagi 
saya, itu terjadi pada yang doktor dan yang bukan.

Impian saya adalah.... para santri bisa membantu untuk membangun bangsa ini.

Membangun bangsa ini perlu dengan merubah teologi komitmennya.

Sekarang, apa yang anda khawatirkan? ?? Mari kita analisa permasalahannya.

Maaf ya. Saya tidak mau becermin dengan para mental doktor yang temen-temen 
khawatirkan. Tengok lah ke saudara-saudara di India, Cuba dan Venezuela.

Karena itu... saya menyarankan para doktor kita pergi dulu volunteer ke Afrika, 
ke Amerika Latin, dan ikut jadi volunteeran PBB dimana-mana. jangan dulu balik 
ke Indonesia. Ikuti dulu teladan Syekh Yusuf Makasar.

Aku cerita nih. Ketika itu aku baru selesai semester I MANU. Setelah itu aku 
kabur. Bosan. Sebel. Aku kabur-kaburan sampai ke Jawa Timur. Ya jadi preman di 
pasar. di terminal. dimana saja yang penting bisa hidup. Setelah 5 bulan, Mbah 
Fuad Hasyim (Allahumma yarham) memanggil aku.

Beliau bertanya, "Cung, kenapa kamu tak lanjut sekolah?"

"Kiyai, untuk apa sekolah? Kiyai saja yang ijazah SDnya hilang bisa jadi doktor 
honoris causa dan profesor kehormatan di universitas di Australia," jawabku 
mantap.

Timpal Kiyai: "Cung, jamanku dengan jamanmu lain. Kamu harus lanjut sekolah"

Jawabku, "Saya tak mau sekolah yang jurusannya hanya ke IAIN. Ntar, saya 
bertengkar melulu dengan para dosennya"

Gampangnya, Kiyai memberi jalan bahwa tak musti ke IAIN. Ke mana saja bisa.

Sebelum Kiyai wafat, Kiyai membawa saya bertemu Gus Dur. Saya perhatikan Gus 
Dur sangat menyuruh santri untuk lanjut sampai doktor.

Kiyai dan Gus Dur sama-sama berharap banyak doktor dari kalangan santri. Itu 
saya denger sendiri.

Saya tahu, dulu sekolahan Mbah Sahal ditabukan untuk memiliki ijazah formal 
pemerintah. Tapi saya tahu Mbah Sahal sangat menghargai kalau santri bertekad 
belajar sampai doktor.

Nah, sekarang anda-anda pada khawatir kalau para santri jadi doktor, tetapi 
teladan-teladan saya mendukung para santrinya menjadi doktor.

Mari kita pecahkan, apa kekhawatiran anda mengenai hal itu?

Kang Aji. Saya menyesal, pada usia sekarang, saya belum mengalami apa yang Mas 
Aji alami. Meski hanya satu gelar doktor, saya tidak punya. Tapi saya bertekad, 
akan mengkampayekan para santri untuk meraih doktor. 

Saya tahu, dari jutaan santri yang mondok di pondok NU, paling 1% atau kurang 
yang menjiwai idealisme kesantrian.

Dan saya tidak akan putus asa, bila dari 100 santri tiap tahun yang belajar 
doktor, meski hanya 0.1% saja yang menjadi doktor luar dalam.

Saya akan tarik Kang Aji ke Lembaga yang akan saya kembangkan, kalau memang 
qualified. Saya akan turun ke kancah nasional pada saat yang Allah ridloi, 
Insya Allah.

Saya akan belajar dari pola hidup Dr Ashraf Ghani, orang Afghanistan itu.

Saya akan pancangkan layar untuk menantang hembusan angin yang kelak Allah 
taala berikan. Mohon doa.

____________ _________ _________ __

From: Rizky Hardyhatmoko <ree...@gmail. com>

To: kmnu2...@yahoogroup s.com

Sent: Wed, January 27, 2010 9:26:44 AM

Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor

Btw, hakekat fiqh dan tasawuf tidak bakalan ditemui lewat sekolahan berpattern 
konvensional begini pak.

Sent from my BlackBerry®

powered by Allah swt

-----Original Message-----

From: Aji Hermawan <aji...@googlemail. com>

Date: Tue, 26 Jan 2010 15:44:51 

To: <kmnu2...@yahoogroup s.com>

Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor

Kang Sofwan 

Maaf, sy pernah 4 kali sekolah tngkat doktoral di 4 universitas yang berbeda. 
Jadi sy tdk menganggap doktor sbg sesuatu yg istimewa.  Yang perlu hati2 PhD 
itu sdh banyak terdegradasi. Banyak doctor of philosophy yg tdk memahami 
filosofi ilmunya. Saya setuju saja kalau yg dimaksud adalah substansi 
kedoktorannya.  Bagaimana menciptakan orang nu berkualitas doctor of 
philosophy, tidak skdr ahli fiqh praktis dan tasawuf praktis, fiqh dan 
tasawufnya gak sampai jeroannya. . 

Salam 

Aji 

Powered by RAMP-IPB® 

-----Original Message----- 

From: sofwan nadi <de_a...@yahoo. com> 

Date: Tue, 26 Jan 2010 04:13:01 

To: <kmnu2...@yahoogroup s.com> 

Subject: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor 

Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor. 

Ada baiknya materi Kongkow Bareng Gus Dur yang diasuh Mas Guntur di 68H 
(dikopi-paste langsung dari facebooknya) sebelum kepada teologi yang diajukan. 
Yaitu sbb: 

Mengurus Tuhan 

Friday, January 15, 2010 at 11:06am 

Pada setiap kongkow biasanya awal acara selalu dibacakan 

mutiara hikmah dari Kitab Al Hikam, yang biasa dibacakan oleh KH.Wahid Maryanto 

(Pa Acun), ini adalah salah satunya : 

"istirahatkan dirimu dari mengatur urusanmu karena segala yang telah 

diurus untukmu oleh selain mu tak perlu engkau turut mengurusnya" . 

Disini Gus Dur mengemukakan bahwa "kalau Tuhan sudah mengurus kamu mengapa 

kamu mengurus dirimu sendiri,nah disini akan timbul pertannyaan, lalu kamu 

(manusia) mengurus apa? jawabnya kamu mengurus Tuhan". (Petuah Pertama) 

Maka Gus Durpun menerangkan keterkaitan dengan kalimat Al Hikam yang lain : 

"kuburkan dirimu dalam bumi kekosongan,melakuka n sesuatu tanpa 

pamrih/tanpa berharap apapun,terserah Tuhan saja". (Petuah Kedua) 

Dari yang diterangkan Gus Dur diatas,kita bisa tahu kenapa Gus Dur selama ini 

membela apa yang orang lain tidak mau membela,karena bepikir untung 

rugi,sedangkan Gus Dur malah melakukan semua itu tanpa mengharapkan 

apapun/tanpa pamrih,karena hanya berharap ridho Allah. 

menguburkan diri dalam bumi kekosongan,ini sangat indah.mengubur diri dalam 

kekosongan adalah tidak berbuat apapun sekalipun sudah berbuat apapun.Tidak 

melakukan apapun sekalipun sudah melakukan apapun.Karena yang melakukan dan 

berbuat sesungguhnya adalah Allah sendiri.Manusia hanya digerakan oleh yang 

maha penggerak,di dalam kubur yang kosong sesungguhnya manusia memasuki kawasan 

kebaqaan Allah,maka manusia menjadi majas.sehingga yang berbuat adalah Allah 

itu sendiri.Allahuakbar . 

maka sesungguhnya menguburkan diri didalam bumi kekosongan adalah manifestasi 

men Taslimkan diri kita kepada Allah,menyerahkana semuannya kepada ketidak 

terbatasan jangkauan milik Allah, 

Mungkin disini pula maksud "mengurus Tuhan". ???????????? ? waslam. 

Acun.& GN 

Komentar Sofwan: 

Saya sangat sangat tercerahkan. ..dan sangat tepat sekali bila petuah Gus Dur 
dijadikan Teologi Santri Mengukir Prestasi Doktor, begini. 

Saya ingin berbagi 

makna yang dicerna dari petuah Gus Dur yang pertama dari Alhikam tersebut. 

Kita sekarang ini terjerat oleh budaya masyarakat: "Nak sekolah, nanti cari 

kerja, lalu kawin" Jadi budayanya: Sekolah atau mondok-Cari kerja-lalu Kawin. 
(Disingkat dengan PKN: mPondok-Kerja- Nikah) 

Kalau ambil hikmah dari pituah Gus Dur (yang pertama), seharusnya santri yang 
muda-muda dibekali teologi: 

sekolah-sekolah- sekolah (tamat S3). (Disingkat 3S sampai S3) 

Lho...dari mana biayanya? 

Menurut petuah pertama: Itu urusan tuhan. Kita tak boleh ngurusi urusan 

tuhan. 

Logikanya begini:... dengan menggunakan analogi berperahu tradisional, sbb: 

Kita dorong perahu ke tengah laut.  Kita buka layar perahu. Kalau 

layar sudah terkembang, urusan angin biar urusan tuhan. Kerja kita buka layar 

dorong perahu. Bukan membuat/ mencari angin. Tak tahu diri. 

Begitu juga sekolah-sekolah- sekolah. 

Kita siapkan 

diri dengan tekad belajar yang sungguh-sungguh. Lengkapi informasi. Kembangkan 
ikhtiyar mendapat peluang sampai S3. 

Nanti kalau ada tawaran kerja, ya ambil, tapi tetap 

menuju S3. Kalau ada tawaran nikah, ya ambil, tapi tetap menuju S3. 

Dengan cara berfikir ini...insya Allah.. kaum 

nahdliyin kelak banyak santri S3 nya. Lah, nanti gimana? Njubel rebutan di 
tanah air.. jadi makelar? 

Ya kalau udah S3..cari pengalaman keliling 

dunia...jadi volunteer di Afrika, Eropa, Amerika Latin, Asia... kalau pada 

punya pengalaman kayak gitu kan NU jadi kebanggaan dunia. Bikin kreatifitas 
menyebarkan berkah ke-NU-an dimana-mana. Aamiin. 

Takdir itu tergantung budaya. Budaya kita dahulu PKN... makanya kaum nahdliyin 
terpinggirkan. .. Gak bisa bantu Presiden Gus Dur. Itu terbukti. 

Kita ubah budaya. Kita ubah teologi. Maka kita mendapat takdir yang unggul. 

Manusia itu hidup dalam lingkaran dunia yang dibuatnya sendiri. 
Didefinisikannya sendiri. 

Maka keluar lah darikungkungan lingkaran itu. Buat lingkaran definisi baru. 
Masuki, jangan ragu-ragu. Maka kita mengubah takdir. 

Insya Allah. Petuah Gus Dur berkah. Aamiin. 

      

[Non-text portions of this message have been removed] 

[Non-text portions of this message have been removed]

------------ --------- --------- ------

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~

Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 

kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com 

Yahoo! Groups Links

------------ --------- --------- ------

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~

Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 

kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com 

Yahoo! Groups Links

      

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

------------ --------- --------- ------

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com 
Yahoo! Groups Links

------------ --------- --------- ------

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com 
Yahoo! Groups Links

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke