Ha.ha.ha. itu spontan aja, Mas. Memang begitulah adanya... tak perlu pakai ja-im ... maklum santri kecul...he.he.he
________________________________ From: "m...@ul" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, January 28, 2010 2:22:59 PM Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor ehmmm .. saya salut dengan gagasan2nya mas sofwan .. tp sejauh ini belum ada yg masuk. mungkin saya perlu pertajam diri. ---ada sontolioi dan *ontolioi ... dapet dari mana toh mas --- Regards, m...@ul --- On Wed, 1/27/10, sofwan nadi <de_a...@yahoo. com> wrote: From: sofwan nadi <de_a...@yahoo. com> Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor To: kmnu2...@yahoogroup s.com Date: Wednesday, January 27, 2010, 10:46 PM Saya perhatikan.. .. bahwa ada benernya... kalau seseorang berkutat di bidang tahlil dan talqin... maka ia tidak akan ngerti soal ilmu falak. Kalau sehari-harinya berkutat dengan soal fikih... maka boleh jadi kedodoran di soal yang lain... Ya, manusiawi, lha. Lalu tiba-tiba geruduk... datang beberapa doktor... kepada kiyai yang biasa ngopeni umat dalam bidang batin... Kiyai paling banter akan dukung dan bantu doa.... Jangankan antara rombongan para doktor dengan kiyai semacam Mbah Khudori Tegalrejo rohimahullah (saya sangat berkesan dengan keteguhan prinsip beliau yang mbatini santrinya).. . bayangkan... antara doktor lulusan Alazhar... yang disertasinya ngurusi tafsir (misalkan) ... dengan Mas Aji yang ngurusi ke IPB-an... ya gak nyambung...Pasti yang nyambung tahlil bareng.... yasinan bareng.... Kalau masalah bagaimana menggunakan ke-doktor-annya, ya gak nyambung blas.. Aku tak begitu klop dengan ISNU... wong dibangunnya atas dasar hubungan emosional dan nalar pendirian ICMI yang ditolak Gus Dur. Untuk mas Aji dan kawan-kawan (termasuk di bidang manajemen sain), aku usulkan buat SONTOLOIO NU...(StudiO N TeknOlogI Orang NU) Untuk yang dari tafsir, aqidah, sosial.... aku usulkan sambungkan dengan KONTOLIO NU (KOmuNitas TOlongin Orang NU). Maksudnya kerja advokasi gitu. Komunitas ini aku gandengkan dengan Komunitas para seniman dan pujangga... untuk menghasilkan kitab Mahabarata dan Ramayana versi Wali nDableg. maksudnya rekayasa model teo-sosio-budaya masyarakat baru yang sudah berupa sama sekali. Dari nama yang jelas... tujuan yang ingin dicapai juga jelas. Dari namanya saja masyarakat sudah ngerti . ISNU? gak jelas mau apa. Gelar tahlilan sudah cukup bagi sesuatu yang bernama IS atau IC NU. Karena gak jelas arahnya mau apa. ____________ _________ _________ __ From: "m...@ul" <amaz_axe27@ yahoo. com> To: kmnu2...@yahoogroup s.com Sent: Thu, January 28, 2010 10:06:48 AM Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor klo wadah ISNU yg sudah ada itu gimana? doktoral kan jenjang s-3 seharusnya bisa masuk wadah ISNU .... <ikatan sarjana Nahdlatul Ulama> Regards, m...@ul --- On Wed, 1/27/10, Rizky Hardyhatmoko <ree...@gmail. com> wrote: From: Rizky Hardyhatmoko <ree...@gmail. com> Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor To: kmnu2...@yahoogroup s.com Date: Wednesday, January 27, 2010, 3:50 AM Ya betul pak, sebaiknya didaftar saja doktor doktor NU diranking berdasarkan nasab. Karena memang masalah otoritas perlu dipikirkan solusinya. Karena NUnya juga sptnya belum siap. Rizky Sent from my BlackBerry® powered by Allah swt -----Original Message----- From: Aji Hermawan <aji...@googlemail. com> Date: Wed, 27 Jan 2010 09:41:27 To: <kmnu2...@yahoogrou p s.com> Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor Mbah Fuad, Mbah Sahal, Gus Dur menyadari pentingnya orang NU bergelar doktor. Saya tidak ragu itu. Paling tidak dari Gus Dur saya tahu. Kadang saya mikir, kalau sudah banyak nih doktor2 NU, apa benar NU memerlukannya? Lha wong yang sekarang ada saja gak pernah disapa, dilibatkan, apalagi diopeni. Saya mencoba ngumpulin temen2 doktor itu, dg beragam keahlian, mrk mencintai NU, mau berbuat utk NU. Menurut sampaian sebaiknya kita apakan daftar itu? Mereka gak butuh duwit, kerjaan, atau proyek dari NU krn sudah cukup dr pekerjaan mrk. Apa benar pengurus NU butuh mereka??? Atau justru menganggap mrk sbg ancaman thd otoritas??? Setahu saya banyak dari mereka kecewa dan mengambil jalan "untuk berkhidmat kepada umat/rakyat, gak perlu NU". Jadi klo kondisi spt skrg ini, smakin banyak doktor NU, semakin memperpanjang daftar kekecewaan itu hahaha..... Salam Aji Powered by RAMP-IPB® -----Original Message----- From: sofwan nadi <de_a...@yahoo. com> Date: Wed, 27 Jan 2010 00:54:45 To: <kmnu2...@yahoogrou p s.com> Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor Kalian semua betul.... Kita prihatin dengan kayak begituan.... Tapi kan yang anda dan saya khawatirkan itu sama saja.... pada satu keprihatinan yang sama. Mental yang sama, biar bajunya dari S.Ag berganti menjadi ph.D, ya samanya saja. Orang mentalnya sama. Jadi sampean kalau prihatin yang jelas dulu apa yang diprihatinkan. Nah, sekarang buktikan dulu... bahwa para santri mampu tidak merubah nasib mereka untuk menjadi doktor yang berkualitas. Gus Dur itu tidak sampai ke gelar doktor... tetapi memiliki penghargaan doktor yang banyak. Artinya beliau itu maha doktor. Terus terang.... apa yang dikhawatirkan Mas Rizki dan Mas Kebenaran... bagi saya, itu terjadi pada yang doktor dan yang bukan. Impian saya adalah.... para santri bisa membantu untuk membangun bangsa ini. Membangun bangsa ini perlu dengan merubah teologi komitmennya. Sekarang, apa yang anda khawatirkan? ?? Mari kita analisa permasalahannya. Maaf ya. Saya tidak mau becermin dengan para mental doktor yang temen-temen khawatirkan. Tengok lah ke saudara-saudara di India, Cuba dan Venezuela. Karena itu... saya menyarankan para doktor kita pergi dulu volunteer ke Afrika, ke Amerika Latin, dan ikut jadi volunteeran PBB dimana-mana. jangan dulu balik ke Indonesia. Ikuti dulu teladan Syekh Yusuf Makasar. Aku cerita nih. Ketika itu aku baru selesai semester I MANU. Setelah itu aku kabur. Bosan. Sebel. Aku kabur-kaburan sampai ke Jawa Timur. Ya jadi preman di pasar. di terminal. dimana saja yang penting bisa hidup. Setelah 5 bulan, Mbah Fuad Hasyim (Allahumma yarham) memanggil aku. Beliau bertanya, "Cung, kenapa kamu tak lanjut sekolah?" "Kiyai, untuk apa sekolah? Kiyai saja yang ijazah SDnya hilang bisa jadi doktor honoris causa dan profesor kehormatan di universitas di Australia," jawabku mantap. Timpal Kiyai: "Cung, jamanku dengan jamanmu lain. Kamu harus lanjut sekolah" Jawabku, "Saya tak mau sekolah yang jurusannya hanya ke IAIN. Ntar, saya bertengkar melulu dengan para dosennya" Gampangnya, Kiyai memberi jalan bahwa tak musti ke IAIN. Ke mana saja bisa. Sebelum Kiyai wafat, Kiyai membawa saya bertemu Gus Dur. Saya perhatikan Gus Dur sangat menyuruh santri untuk lanjut sampai doktor. Kiyai dan Gus Dur sama-sama berharap banyak doktor dari kalangan santri. Itu saya denger sendiri. Saya tahu, dulu sekolahan Mbah Sahal ditabukan untuk memiliki ijazah formal pemerintah. Tapi saya tahu Mbah Sahal sangat menghargai kalau santri bertekad belajar sampai doktor. Nah, sekarang anda-anda pada khawatir kalau para santri jadi doktor, tetapi teladan-teladan saya mendukung para santrinya menjadi doktor. Mari kita pecahkan, apa kekhawatiran anda mengenai hal itu? Kang Aji. Saya menyesal, pada usia sekarang, saya belum mengalami apa yang Mas Aji alami. Meski hanya satu gelar doktor, saya tidak punya. Tapi saya bertekad, akan mengkampayekan para santri untuk meraih doktor. Saya tahu, dari jutaan santri yang mondok di pondok NU, paling 1% atau kurang yang menjiwai idealisme kesantrian. Dan saya tidak akan putus asa, bila dari 100 santri tiap tahun yang belajar doktor, meski hanya 0.1% saja yang menjadi doktor luar dalam. Saya akan tarik Kang Aji ke Lembaga yang akan saya kembangkan, kalau memang qualified. Saya akan turun ke kancah nasional pada saat yang Allah ridloi, Insya Allah. Saya akan belajar dari pola hidup Dr Ashraf Ghani, orang Afghanistan itu. Saya akan pancangkan layar untuk menantang hembusan angin yang kelak Allah taala berikan. Mohon doa. ____________ _________ _________ __ From: Rizky Hardyhatmoko <ree...@gmail. com> To: kmnu2...@yahoogroup s.com Sent: Wed, January 27, 2010 9:26:44 AM Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor Btw, hakekat fiqh dan tasawuf tidak bakalan ditemui lewat sekolahan berpattern konvensional begini pak. Sent from my BlackBerry® powered by Allah swt -----Original Message----- From: Aji Hermawan <aji...@googlemail. com> Date: Tue, 26 Jan 2010 15:44:51 To: <kmnu2...@yahoogrou p s.com> Subject: Re: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor Kang Sofwan Maaf, sy pernah 4 kali sekolah tngkat doktoral di 4 universitas yang berbeda. Jadi sy tdk menganggap doktor sbg sesuatu yg istimewa. Yang perlu hati2 PhD itu sdh banyak terdegradasi. Banyak doctor of philosophy yg tdk memahami filosofi ilmunya. Saya setuju saja kalau yg dimaksud adalah substansi kedoktorannya. Bagaimana menciptakan orang nu berkualitas doctor of philosophy, tidak skdr ahli fiqh praktis dan tasawuf praktis, fiqh dan tasawufnya gak sampai jeroannya. . Salam Aji Powered by RAMP-IPB® -----Original Message----- From: sofwan nadi <de_a...@yahoo. com> Date: Tue, 26 Jan 2010 04:13:01 To: <kmnu2...@yahoogrou p s.com> Subject: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor. Ada baiknya materi Kongkow Bareng Gus Dur yang diasuh Mas Guntur di 68H (dikopi-paste langsung dari facebooknya) sebelum kepada teologi yang diajukan. Yaitu sbb: Mengurus Tuhan Friday, January 15, 2010 at 11:06am Pada setiap kongkow biasanya awal acara selalu dibacakan mutiara hikmah dari Kitab Al Hikam, yang biasa dibacakan oleh KH.Wahid Maryanto (Pa Acun), ini adalah salah satunya : "istirahatkan dirimu dari mengatur urusanmu karena segala yang telah diurus untukmu oleh selain mu tak perlu engkau turut mengurusnya" . Disini Gus Dur mengemukakan bahwa "kalau Tuhan sudah mengurus kamu mengapa kamu mengurus dirimu sendiri,nah disini akan timbul pertannyaan, lalu kamu (manusia) mengurus apa? jawabnya kamu mengurus Tuhan". (Petuah Pertama) Maka Gus Durpun menerangkan keterkaitan dengan kalimat Al Hikam yang lain : "kuburkan dirimu dalam bumi kekosongan,melakuka n sesuatu tanpa pamrih/tanpa berharap apapun,terserah Tuhan saja". (Petuah Kedua) Dari yang diterangkan Gus Dur diatas,kita bisa tahu kenapa Gus Dur selama ini membela apa yang orang lain tidak mau membela,karena bepikir untung rugi,sedangkan Gus Dur malah melakukan semua itu tanpa mengharapkan apapun/tanpa pamrih,karena hanya berharap ridho Allah. menguburkan diri dalam bumi kekosongan,ini sangat indah.mengubur diri dalam kekosongan adalah tidak berbuat apapun sekalipun sudah berbuat apapun.Tidak melakukan apapun sekalipun sudah melakukan apapun.Karena yang melakukan dan berbuat sesungguhnya adalah Allah sendiri.Manusia hanya digerakan oleh yang maha penggerak,di dalam kubur yang kosong sesungguhnya manusia memasuki kawasan kebaqaan Allah,maka manusia menjadi majas.sehingga yang berbuat adalah Allah itu sendiri.Allahuakbar . maka sesungguhnya menguburkan diri didalam bumi kekosongan adalah manifestasi men Taslimkan diri kita kepada Allah,menyerahkana semuannya kepada ketidak terbatasan jangkauan milik Allah, Mungkin disini pula maksud "mengurus Tuhan". ???????????? ? waslam. Acun.& GN Komentar Sofwan: Saya sangat sangat tercerahkan. ..dan sangat tepat sekali bila petuah Gus Dur dijadikan Teologi Santri Mengukir Prestasi Doktor, begini. Saya ingin berbagi makna yang dicerna dari petuah Gus Dur yang pertama dari Alhikam tersebut. Kita sekarang ini terjerat oleh budaya masyarakat: "Nak sekolah, nanti cari kerja, lalu kawin" Jadi budayanya: Sekolah atau mondok-Cari kerja-lalu Kawin. (Disingkat dengan PKN: mPondok-Kerja- Nikah) Kalau ambil hikmah dari pituah Gus Dur (yang pertama), seharusnya santri yang muda-muda dibekali teologi: sekolah-sekolah- sekolah (tamat S3). (Disingkat 3S sampai S3) Lho...dari mana biayanya? Menurut petuah pertama: Itu urusan tuhan. Kita tak boleh ngurusi urusan tuhan. Logikanya begini:... dengan menggunakan analogi berperahu tradisional, sbb: Kita dorong perahu ke tengah laut. Kita buka layar perahu. Kalau layar sudah terkembang, urusan angin biar urusan tuhan. Kerja kita buka layar dorong perahu. Bukan membuat/ mencari angin. Tak tahu diri. Begitu juga sekolah-sekolah- sekolah. Kita siapkan diri dengan tekad belajar yang sungguh-sungguh. Lengkapi informasi. Kembangkan ikhtiyar mendapat peluang sampai S3. Nanti kalau ada tawaran kerja, ya ambil, tapi tetap menuju S3. Kalau ada tawaran nikah, ya ambil, tapi tetap menuju S3. Dengan cara berfikir ini...insya Allah.. kaum nahdliyin kelak banyak santri S3 nya. Lah, nanti gimana? Njubel rebutan di tanah air.. jadi makelar? Ya kalau udah S3..cari pengalaman keliling dunia...jadi volunteer di Afrika, Eropa, Amerika Latin, Asia... kalau pada punya pengalaman kayak gitu kan NU jadi kebanggaan dunia. Bikin kreatifitas menyebarkan berkah ke-NU-an dimana-mana. Aamiin. Takdir itu tergantung budaya. Budaya kita dahulu PKN... makanya kaum nahdliyin terpinggirkan. .. Gak bisa bantu Presiden Gus Dur. Itu terbukti. Kita ubah budaya. Kita ubah teologi. Maka kita mendapat takdir yang unggul. Manusia itu hidup dalam lingkaran dunia yang dibuatnya sendiri. Didefinisikannya sendiri. Maka keluar lah darikungkungan lingkaran itu. Buat lingkaran definisi baru. Masuki, jangan ragu-ragu. Maka kita mengubah takdir. Insya Allah. Petuah Gus Dur berkah. Aamiin. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------ --------- --------- ------ ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com Yahoo! Groups Links ------------ --------- --------- ------ ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------ --------- --------- ------ ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com Yahoo! Groups Links ------------ --------- --------- ------ ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
