Terima kasih.

Saya memang di tulisan itu mengundang siapapun dari mereka yg berafiliasi ke 
agama Ibrahim untuk membuka kembali kitab-kitab suci mereka, bagaimana 
mempersiapkan Jerusalem ke depan dengan cara pandang baru.
Dari waktu ke waktu, semua agenda yang ditawarkan baik oleh kaum Arab, kaum 
Yahudi, kaum Kristen dan PBB... pada umumnya membuat miris. Saya tersentak, 
jangan-jangan Jerusalem tidak pernah ada lagi menjadi sebuah kota suci. Ia 
menjadi tempat bermuaranya keputus-asaan tragedi kemanusiaan dunia.

A) Kaca mata Berkepercayaan:
Saya curiga, bahwa setiap kaum Ibrahimian ini telah menggunakan kacamata yang 
tidak sesuai dengan kcamata nabi Ibrahim sendiri. Karena itu, mereka dari kaum 
mukmin, maukah dengan kejujuran merombak kacamata yang selama ini mereka pakai?
kaum Kristen, maukah mereka merombak kacamata yang selama ini mereka pakai?
Kaum Yahudi, maukah mereka merombak kcamata yang selama ini mereka pakai?

B) Kaca mata sistem State:
Membicarakan Jerusalem, mungkin kita akan bertumbuk dengan Israel. Di sini pun 
saya berfikir bahwa konsep Nation-State tidak mungkin dapat menjadi solusi bagi 
atmosfer yang mengelilingi Jerusalem. Namanya juga Negara-Bangsa, berarti satu 
negara untuk satu bangsa yang unik. Sementara bangsa-bangsa yang pernah tinggal 
di bumi Palestin, bukanlah bangsa unik. Pernah datang bangsa Yahudi. Pernah 
datang bangsa Arab. Pernah datang bangsa Greek. Nation-State tidak mungkin 
dijadikan sebagai kacamata pendirian state di sana.

Saya mengajak santri-santri NU menyusun dialog ini menuju tersusunnya buku yang 
kita persembahkan kepada Manusia dan Kemanusiaan universal. Kita bawa ke sidang 
PBB kapan nanti sudah selesai. Karena itu, mari kita ajak anak-anak Ibrahim 
untuk serius menyajikan kerja ini bagi penghormatan kita kepada Kakek Ibrahim. 
Aamiin.




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, February 15, 2010 3:15:15 PM
Subject: Re: [kmnu2000] Roads to Jerusalem: Invitation to all sons/daughters of 
Abraham

Komentar saya disini saja, Pak Yai. Saya sering bertemu dengan ummat Kristen 
Pembebasan (protestan:karena mereka lebih suka disebut pembebasan) dan Katolik.
Beberapa mereka ada yang mau mengakui Rasulullah bahkan bersyahadat meskipun 
tidak ridla jika Tuhan Yesus disebut sebagai Nabi Isa. Mereka ini agaknya lebih 
bisa memahami Islam dan menerima perspektif Islam terhadap Yerusalem.
Lain halnya bagi yang menolak Islam, ini memang masih memerlukan effort panjang 
untuk sampai kepada satu perspektif, meskipun beberapa dari mereka menggunakan 
azas toleransi antar agama dan mau berdialog.
Jadi mungkin kita harus banyak silaturahmi lintas agama demi mencapai persamaan 
perspektif terhadap Yerusalem.
Saya rasa FKUB bisa di trigger lebih hidup dan meninggalkan basa basi dengan 
agenda yang reasonable dan progressive.
Maaf untuk yang yahudi belum pernah ketemu.

Rizky,
Malang
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: sofwan nadi <[email protected]>
Date: Sun, 14 Feb 2010 22:50:50 
To: <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Roads to Jerusalem: Invitation to all sons/daughters of 
Abraham



Keprihatinan menanti: bagaimana menyongsong jalan menuju Jerusalem baru:

http://www.jurnalismewarga.com/internasional/1041_roads+to+jerusalem.html 



      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke