Paragraf pertama Mas Rizki menarik. Tapi paragraf ketiga, kurang bisa 
diandalkan. Maksudnya begini, Majlis fatwa Palestin maupun OKI, mereka memiliki 
frame kacamata yang menurut saya selama ini kurang bisa diandalkan untuk 
menengahi permasalahan di Jerusalem. Buktinya permasalahan demi permasalahan 
tidak kunjung ada titik cahaya mengarah kepada harapan.

Berangkat dari anggapan bahwa masalah hidup itu tercipta karena kita sendiri 
yang membuat masalah. Karena kacamata kita yang buram, maka dunia yang 
dipandang pun buram. Jadi, memberi solusi masalah hidup ya melalui pemeriksaan 
kacamata kita sendiri, bersihkah? betulkah? tepatkah kacamata yang kita pakai?

Bagi orang mukmin, kacamata memandang Jerusalem harus diperbaiki dengan 
Alquran. Selidiki kembali apa yang dimaksud oleh Alquran tentang kacamata 
melihat Jerusalem sebagai milik Nabi Ibrahim. 

Bagi orang Yahudi, perbaiki kembali melalui kitab-kitab suci mereka

Bagi orang Nasrani, perbaiki kembali melalui kitab-kitab suci mereka.

Kemudian ketiganya bergabung... menyajikan konsep jalan menuju Jerusalem milik 
kemanusian bersama.

Saya sarankan, jangan percaya PLO, Hamas, PBB atau siapapun yang menjadikan 
konflik disana berkepanjangan. Masa depan Jerusalem akan hancur di 
tangan-tangan mereka.

Alhamdulillah, di tengah kita, yakni anggota milist ini, ada yang bisa membantu 
memperoleh informasi dari kitab-kitab Judea. Namun begitu, pemahaman kita 
mengenai status Jerusalem dari Alquran sendiri perlu lebih dahulu diperbaiki. 
Caranya, kita mesti berani melakukan manuver-manuver pemaknaan yang 
revolusioner, yang tidak terikat oleh para mufassir terdahulu. Karena, terus 
terang, rasa sakit hati terhadap Jerusalem orang-orang di masa para mufassir 
itu hidup tidak sama dengan kita hari ini. Saya curiga, keadaan Jerusalem hari 
ini lebih buruk dari masa ketika para mufassir klasik hidup.

Insya Allah




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, February 15, 2010 6:21:18 PM
Subject: Re: [kmnu2000] Roads to Jerusalem: Invitation to all sons/daughters of 
Abraham

Mungkin sebagai inspirasi boleh pak Sofwan sampaikan perspektif ideal Pak 
Sofwan tentang Yerusalem paling tidak bisa kita diskusikan disini.
Banyak kawan kawan Kristen menghalalkan Gereja untuk dipinjam beribadah oleh 
Muslimin seperti mereka menganggap Kota Tua Yerusalem sebagai sinagoge sebagai 
tempat ibadah bersama Yahudi Kristen Islam / agama samawi.
Apakah memungkinkan kota Tua Yerusalem (Al Aqsha, Qubah ) diperbolehkan bagi 
agama samawi lain? Kalau saya pribadi, wong diluar kapaitas ya sami'na wa 
'atha'na.
Dan jika mungkin kira kira level hukumnya apa dan siapa yang berhak 
mengeluarkan? Apakah fatwa ta'mir masjid Al Aqsha dan Qubah? Apakah lembaga 
semacam MUI nya Yerusalem? Apa OKI? Dan apakah antar Organisasi Islam tidak 
malah perang sendiri dengan adanya fatwa fatwa yang tidak populer?
Atau mungkin ada perspektif lain yang belum dapat saya bayangkan mengenai 
solusi konflik Yerusalem.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: sofwan nadi <[email protected]>
Date: Mon, 15 Feb 2010 00:44:54 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] Roads to Jerusalem: Invitation to all sons/daughters of 
Abraham

Terima kasih.

Saya memang di tulisan itu mengundang siapapun dari mereka yg berafiliasi ke 
agama Ibrahim untuk membuka kembali kitab-kitab suci mereka, bagaimana 
mempersiapkan Jerusalem ke depan dengan cara pandang baru.
Dari waktu ke waktu, semua agenda yang ditawarkan baik oleh kaum Arab, kaum 
Yahudi, kaum Kristen dan PBB... pada umumnya membuat miris. Saya tersentak, 
jangan-jangan Jerusalem tidak pernah ada lagi menjadi sebuah kota suci. Ia 
menjadi tempat bermuaranya keputus-asaan tragedi kemanusiaan dunia.

A) Kaca mata Berkepercayaan:
Saya curiga, bahwa setiap kaum Ibrahimian ini telah menggunakan kacamata yang 
tidak sesuai dengan kcamata nabi Ibrahim sendiri. Karena itu, mereka dari kaum 
mukmin, maukah dengan kejujuran merombak kacamata yang selama ini mereka pakai?
kaum Kristen, maukah mereka merombak kacamata yang selama ini mereka pakai?
Kaum Yahudi, maukah mereka merombak kcamata yang selama ini mereka pakai?

B) Kaca mata sistem State:
Membicarakan Jerusalem, mungkin kita akan bertumbuk dengan Israel. Di sini pun 
saya berfikir bahwa konsep Nation-State tidak mungkin dapat menjadi solusi bagi 
atmosfer yang mengelilingi Jerusalem. Namanya juga Negara-Bangsa, berarti satu 
negara untuk satu bangsa yang unik. Sementara bangsa-bangsa yang pernah tinggal 
di bumi Palestin, bukanlah bangsa unik. Pernah datang bangsa Yahudi. Pernah 
datang bangsa Arab. Pernah datang bangsa Greek. Nation-State tidak mungkin 
dijadikan sebagai kacamata pendirian state di sana.

Saya mengajak santri-santri NU menyusun dialog ini menuju tersusunnya buku yang 
kita persembahkan kepada Manusia dan Kemanusiaan universal. Kita bawa ke sidang 
PBB kapan nanti sudah selesai. Karena itu, mari kita ajak anak-anak Ibrahim 
untuk serius menyajikan kerja ini bagi penghormatan kita kepada Kakek Ibrahim. 
Aamiin.




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, February 15, 2010 3:15:15 PM
Subject: Re: [kmnu2000] Roads to Jerusalem: Invitation to all sons/daughters of 
Abraham

Komentar saya disini saja, Pak Yai. Saya sering bertemu dengan ummat Kristen 
Pembebasan (protestan:karena mereka lebih suka disebut pembebasan) dan Katolik.
Beberapa mereka ada yang mau mengakui Rasulullah bahkan bersyahadat meskipun 
tidak ridla jika Tuhan Yesus disebut sebagai Nabi Isa. Mereka ini agaknya lebih 
bisa memahami Islam dan menerima perspektif Islam terhadap Yerusalem.
Lain halnya bagi yang menolak Islam, ini memang masih memerlukan effort panjang 
untuk sampai kepada satu perspektif, meskipun beberapa dari mereka menggunakan 
azas toleransi antar agama dan mau berdialog.
Jadi mungkin kita harus banyak silaturahmi lintas agama demi mencapai persamaan 
perspektif terhadap Yerusalem.
Saya rasa FKUB bisa di trigger lebih hidup dan meninggalkan basa basi dengan 
agenda yang reasonable dan progressive.
Maaf untuk yang yahudi belum pernah ketemu.

Rizky,
Malang
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: sofwan nadi <[email protected]>
Date: Sun, 14 Feb 2010 22:50:50 
To: <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Roads to Jerusalem: Invitation to all sons/daughters of 
Abraham



Keprihatinan menanti: bagaimana menyongsong jalan menuju Jerusalem baru:

http://www.jurnalismewarga.com/internasional/1041_roads+to+jerusalem.html 



      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke