Ada sebuah pandangan yang saya kurang sependapat dalam hal berdebat atau 
mengkritik dalam hal ilmu.

Ia itu "berdebat dalam rangka mencari kebenaran".
Bagi saya lebih pas kalau dikatakan begini: berdebat untuk mencari kebenaran 
dalam tanda kutip: 'kebenaran'

Kenapa begitu?
1) kalimatnya mencari kebenaran saja sudah kesombongan dan bid'ah. Yang disuruh 
adalah "menuntut ilmu" bukan "menuntut kebenaran"
2) kebenaran adalah misteri tuhan. Nilainya prerogatif tuhan. Penentuannya 
nanti di pengadilan tuhan.

Saya lebih pas kalau berkata: berdebat untuk mencari ketenteraman. Ya, 
ketenteraman, bukan kebenaran. Tentu saja yang dimaksud tenteram disini adalah 
ketenteraman jiwa, ketenteraman fitrah. Bukan ketenteraman nafsu.

Sebagian santri yang terpancing kedalam perdebatan sehingga terseret kepada 
"menghujat" adalah sebab prasangka bahwa ia berada pada kebenaran. Padahal 
sebetulnya, ia berada pada kebenaran dalam tanda kutip, 'kebenaran'. Ia itu 
ketenteraman. Soal kebenarannya, nanti akan diperiksa di hadapan Allah.

Sekarang apa itu ketenteraman yang disangka kebenaran?
Tentu, sebuah keprcayaan atau pengetahuan dirasa 'kebenaran' ketika 
menenteramkan.
Sedangkan ketenteraman itu adalah sebuah keterbiasaan psikis manusia 
berdasarkan kebiasaan dia sendiri.
Ketenteraman yang dimiliki santri Ahlussunnah adalah terjadi apabila konsep 
kepercayaan bersesuaian dengan:
1) Kitab Allah dan riwayat-riwayat  mutawatir
2) Hadits Nabi, bahkan meskipun lemah (biasanya dipakai untuk nasehat; termasuk 
kedalam ini perkataan ulama pendahulu)
3) Ijmak. Ijmak ini bukan kesepakatan persekongkolan. Melainkan kesepakatan 
ilmiah tanpa dikehendaki bersekongkolan. Jadi kalau orang-orang NU saja atau 
orang-orang Wahhabi saja bersepakat, bukan disebut ijmak. Ini lebih pas disebut 
"kesepakatan golongan"

Meskipun ada dalil-dalil yang absolut, tetap saja pemahaman daripadanya 
bukanlah kebenaran, melainkan ketenteraman. Ini kebanyakan begitu. Memang ada 
yang sudah menjadi kebenaran. Yang berlabelkan kebenaran pasti harus merupakan 
barang mutawatir. Bagi saya, barang mutawatir yang dimaksud di sini adalah 
sebuah derajat mutawatir pada tingkat pemahaman/ pemaknaan. Artinya sebuah 
kesepakatan ilmiah tentang lahiriah sebuah perbuatan yang diperoleh dari kajian 
dalil-dalil dari kesepakatan banyak pihak yang tidak mungkin melakukan 
kesengajaan untuk sepakat.
Jadi perihalnya sangat sedikit sekali. Nah inilah yang saya pegang sebagai 
kebenaran. Selebihnya ketenteraman.

Nah, karena itu... mari kita biasakan "PERBANYAK SALAWAT, HINDARI MENGHUJAT"


Seperti apa semangat orang berdebat untuk mencari kebenaran? Ya seperti kaum 
Khawarij. Karena merasa dirinya diatas kebenaran maka mulailah dia menghujat. 
Menyebarkan hujatan dari mulut dan tulisannya. Ini pertama.
Kedua, menyebarkan fitnah bahwa lawannya kafir... lawannya halal darahnya.
Ketiga, melakukan aksi kekerasan fisik. Sampai-sampai Sahabat Umar, Sahabat 
Utsman, Sahabat Ali... semua dibunuh.

Bertaburan hujatan di milist kmnu ini dapat direkam. Dan siapa yang semakin 
banyak menuliskan hujatan, semoga menginsyafi.. bahwa benih perilaku Khawarij 
sudah mulai ada. Segera singkirkan cepat-cepat dari sana, kalau kita 
benar-benar santri NU.

Kalau bicara ilmu tidak bisa, diam saja lah (fal yaqul khoiron aw liyashmut)
Kalau bicara secara ilmu tidak bisa, tulis apa saja asal bukan hujatan; kalau 
masih tidak ketemu, tulis saja banyak-banyak Salawat; kalau masih tidak bisa, 
diam sajalah.

Viva untuk NU.



________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, May 20, 2010 8:18:07 AM
Subject: Re: [kmnu2000]  MARI KITA  JAUHI  IMAGE  YANG  UGLY DALAM  BERDISKUSI.

Kalo memang bisa saling introspeksi its ok, tapi kalo nggak bisa siapa dulu 
yang ugly?


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "abdul" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 20 May 2010 00:02:34 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kmnu2000]     MARI KITA  JAUHI  IMAGE  YANG  UGLY DALAM  BERDISKUSI. 

MARI KITA JAUHI IMAGE YANG UGLY DALAM BERDISKUSI.

Assalamu 'alaikum wr. wb

Di dalam menyampaikan dakwah, kita tidak terlepas dari perdebatan. Bahkan 
perdebatan itu terkadang sampai melukai hati orang lain. Akhirnya, apakah 
perdebatan yang kita lakukan itu adalah menuju kebaikan ? Padahal dari sana 
kita telah berbuat suatu "kejahatan".

Mengutip dari buku yang pernah saya baca,Berdebat bisa dibagi menjadi 2 
kategori :

1] DEBAT TERPUJI, yaitu perdebatan yang ditujukan untuk kebaikan, yakni 
berdebat dengan pihak-pihak yang diharapkan kembali dari kebathilan kepada 
kebenaran.

Firman Allah SWT surah An-Nahl :125 yang artinya :
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik 
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang 
lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang 
lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Surah Al-'Ankabut:46 yang artinya : "Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli 
kitab, melainkan dengan cara yang paling baik."

2] DEBAT TERCELA, yaitu perdebatan yang tidak dimaksudkan untuk sampai kepada 
kebenaran dan melaksanakannya, melainkan semata-mata ditujukan untuk permusuhan 
dan memuaskan kemarahan terhadap orang lain.

Debat kusir akan memperlihatkan image muslim yang UGLY, sering kita sebut 
seperti itu. Dan ini merupakan salah satu perdebatan tercela. Hindarilah 
perdebatan tercela karena akan bisa menyebabkan hilangnya kebaikan.

"Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud 
membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar." 
(Az-Zukhruf:58)

Dan dari perdebatan ini juga akan muncul permusuhan. Apakah kita ingin mencari 
musuh dengan berdebat ?? Na'udzubillah min dzalik. Apa keuntungannya setelah 
itu ? Wallahu 'alam bissawab.

PERBEDAAN ITU SEHARUSNYA MEMBAWA ILMU DAN BERKAH.

Bukan saya orang yang "takut" berdebat, tapi alangkah baiknya jika kita 
berdebat secara terpuji. Hindarkan "personal attack", tetap dlm topik.

Insya Allah tulisan saya ini tidak menimbulkan "perdebatan tercela".  Senyum 
manis

wassalamu 'alaikum wr.wb

Contoh perdebatan yang baik itu seperti Obama(LIBERAL) dan John Mc Cain ( 
Fundamentalis)
Setelah selesai berdebat panjang selama 1 tahun, tapi hatinya tetap berteman 
sampai hari ini.

IT IS REALLY COOL---ISLAMI.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke