Sdr sofwan nadi---------Bismilahirrahmanirrahiim

Bisa yes atau no....
Yes..sesungguhnya kebenaran yg hakiki itu adalah milik ALLAH
begitu bukan?
Kebenaran itu sudah ditulis di dalam kitab2nya..mari kita 
pelajari kebenaran2 itu ,bukankah begitu?

Bisa no, kalau berdiskusi itu dgn tujuan selain 
mencari kebenaran, tapi utk hanya mengalakan, atau
debat kusir...tdk berdasarakan kepada kebenaran ALLAH
atau ayat2 ALLAH.

Bagimana kalau begitu sdr Sofwan.

salam


--- In [email protected], sofwan nadi <de_a...@...> wrote:
>
> Ada sebuah pandangan yang saya kurang sependapat dalam hal berdebat atau 
> mengkritik dalam hal ilmu.
> 
> Ia itu "berdebat dalam rangka mencari kebenaran".
> Bagi saya lebih pas kalau dikatakan begini: berdebat untuk mencari kebenaran 
> dalam tanda kutip: 'kebenaran'
> 
> Kenapa begitu?
> 1) kalimatnya mencari kebenaran saja sudah kesombongan dan bid'ah. Yang 
> disuruh adalah "menuntut ilmu" bukan "menuntut kebenaran"
> 2) kebenaran adalah misteri tuhan. Nilainya prerogatif tuhan. Penentuannya 
> nanti di pengadilan tuhan.
> 
> Saya lebih pas kalau berkata: berdebat untuk mencari ketenteraman. Ya, 
> ketenteraman, bukan kebenaran. Tentu saja yang dimaksud tenteram disini 
> adalah ketenteraman jiwa, ketenteraman fitrah. Bukan ketenteraman nafsu.
> 
> Sebagian santri yang terpancing kedalam perdebatan sehingga terseret kepada 
> "menghujat" adalah sebab prasangka bahwa ia berada pada kebenaran. Padahal 
> sebetulnya, ia berada pada kebenaran dalam tanda kutip, 'kebenaran'. Ia itu 
> ketenteraman. Soal kebenarannya, nanti akan diperiksa di hadapan Allah.
> 
> Sekarang apa itu ketenteraman yang disangka kebenaran?
> Tentu, sebuah keprcayaan atau pengetahuan dirasa 'kebenaran' ketika 
> menenteramkan.
> Sedangkan ketenteraman itu adalah sebuah keterbiasaan psikis manusia 
> berdasarkan kebiasaan dia sendiri.
> Ketenteraman yang dimiliki santri Ahlussunnah adalah terjadi apabila konsep 
> kepercayaan bersesuaian dengan:
> 1) Kitab Allah dan riwayat-riwayat  mutawatir
> 2) Hadits Nabi, bahkan meskipun lemah (biasanya dipakai untuk nasehat; 
> termasuk kedalam ini perkataan ulama pendahulu)
> 3) Ijmak. Ijmak ini bukan kesepakatan persekongkolan. Melainkan kesepakatan 
> ilmiah tanpa dikehendaki bersekongkolan. Jadi kalau orang-orang NU saja atau 
> orang-orang Wahhabi saja bersepakat, bukan disebut ijmak. Ini lebih pas 
> disebut "kesepakatan golongan"
> 
> Meskipun ada dalil-dalil yang absolut, tetap saja pemahaman daripadanya 
> bukanlah kebenaran, melainkan ketenteraman. Ini kebanyakan begitu. Memang ada 
> yang sudah menjadi kebenaran. Yang berlabelkan kebenaran pasti harus 
> merupakan barang mutawatir. Bagi saya, barang mutawatir yang dimaksud di sini 
> adalah sebuah derajat mutawatir pada tingkat pemahaman/ pemaknaan. Artinya 
> sebuah kesepakatan ilmiah tentang lahiriah sebuah perbuatan yang diperoleh 
> dari kajian dalil-dalil dari kesepakatan banyak pihak yang tidak mungkin 
> melakukan kesengajaan untuk sepakat.
> Jadi perihalnya sangat sedikit sekali. Nah inilah yang saya pegang sebagai 
> kebenaran. Selebihnya ketenteraman.
> 
> Nah, karena itu... mari kita biasakan "PERBANYAK SALAWAT, HINDARI MENGHUJAT"
> 
> 
> Seperti apa semangat orang berdebat untuk mencari kebenaran? Ya seperti kaum 
> Khawarij. Karena merasa dirinya diatas kebenaran maka mulailah dia menghujat. 
> Menyebarkan hujatan dari mulut dan tulisannya. Ini pertama.
> Kedua, menyebarkan fitnah bahwa lawannya kafir... lawannya halal darahnya.
> Ketiga, melakukan aksi kekerasan fisik. Sampai-sampai Sahabat Umar, Sahabat 
> Utsman, Sahabat Ali... semua dibunuh.
> 
> Bertaburan hujatan di milist kmnu ini dapat direkam. Dan siapa yang semakin 
> banyak menuliskan hujatan, semoga menginsyafi.. bahwa benih perilaku Khawarij 
> sudah mulai ada. Segera singkirkan cepat-cepat dari sana, kalau kita 
> benar-benar santri NU.
> 
> Kalau bicara ilmu tidak bisa, diam saja lah (fal yaqul khoiron aw liyashmut)
> Kalau bicara secara ilmu tidak bisa, tulis apa saja asal bukan hujatan; kalau 
> masih tidak ketemu, tulis saja banyak-banyak Salawat; kalau masih tidak bisa, 
> diam sajalah.
> 
> Viva untuk NU.
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: "ree...@..." <ree...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Thu, May 20, 2010 8:18:07 AM
> Subject: Re: [kmnu2000]  MARI KITA  JAUHI  IMAGE  YANG  UGLY DALAM  
> BERDISKUSI.
> 
> Kalo memang bisa saling introspeksi its ok, tapi kalo nggak bisa siapa dulu 
> yang ugly?
> 
> 
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -----Original Message-----
> From: "abdul" <latifabdul...@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 20 May 2010 00:02:34 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [kmnu2000]     MARI KITA  JAUHI  IMAGE  YANG  UGLY DALAM  
> BERDISKUSI. 
> 
> MARI KITA JAUHI IMAGE YANG UGLY DALAM BERDISKUSI.
> 
> Assalamu 'alaikum wr. wb
> 
> Di dalam menyampaikan dakwah, kita tidak terlepas dari perdebatan. Bahkan 
> perdebatan itu terkadang sampai melukai hati orang lain. Akhirnya, apakah 
> perdebatan yang kita lakukan itu adalah menuju kebaikan ? Padahal dari sana 
> kita telah berbuat suatu "kejahatan".
> 
> Mengutip dari buku yang pernah saya baca,Berdebat bisa dibagi menjadi 2 
> kategori :
> 
> 1] DEBAT TERPUJI, yaitu perdebatan yang ditujukan untuk kebaikan, yakni 
> berdebat dengan pihak-pihak yang diharapkan kembali dari kebathilan kepada 
> kebenaran.
> 
> Firman Allah SWT surah An-Nahl :125 yang artinya :
> "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik 
> dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang 
> lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang 
> lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
> 
> Surah Al-'Ankabut:46 yang artinya : "Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli 
> kitab, melainkan dengan cara yang paling baik."
> 
> 2] DEBAT TERCELA, yaitu perdebatan yang tidak dimaksudkan untuk sampai kepada 
> kebenaran dan melaksanakannya, melainkan semata-mata ditujukan untuk 
> permusuhan dan memuaskan kemarahan terhadap orang lain.
> 
> Debat kusir akan memperlihatkan image muslim yang UGLY, sering kita sebut 
> seperti itu. Dan ini merupakan salah satu perdebatan tercela. Hindarilah 
> perdebatan tercela karena akan bisa menyebabkan hilangnya kebaikan.
> 
> "Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud 
> membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar." 
> (Az-Zukhruf:58)
> 
> Dan dari perdebatan ini juga akan muncul permusuhan. Apakah kita ingin 
> mencari musuh dengan berdebat ?? Na'udzubillah min dzalik. Apa keuntungannya 
> setelah itu ? Wallahu 'alam bissawab.
> 
> PERBEDAAN ITU SEHARUSNYA MEMBAWA ILMU DAN BERKAH.
> 
> Bukan saya orang yang "takut" berdebat, tapi alangkah baiknya jika kita 
> berdebat secara terpuji. Hindarkan "personal attack", tetap dlm topik.
> 
> Insya Allah tulisan saya ini tidak menimbulkan "perdebatan tercela".  Senyum 
> manis
> 
> wassalamu 'alaikum wr.wb
> 
> Contoh perdebatan yang baik itu seperti Obama(LIBERAL) dan John Mc Cain ( 
> Fundamentalis)
> Setelah selesai berdebat panjang selama 1 tahun, tapi hatinya tetap berteman 
> sampai hari ini.
> 
> IT IS REALLY COOL---ISLAMI.
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
> meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
> [email protected] 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke