Ada satu hal lagi yang penting dan sering dilupakan santri NU. Bahwa para pendahulu NU itu memilih jalan hidup sebagai proses belajar, going to be. Bukan sebagai proses berawal, starting from being to be.
Sebetulnya kalau mau diteliti dengan cermat, kiai-kiai NU pendahulu dengan yang di Muhammadiyah misalnya atau Persis, sama. Yang membedakan Pendahulu NU dari yang lain adalah memperlakukan diri dan masyarakatnya ditempatkan pada proses belajar menyusuri cita-cita. Misalnya, menutup aurat dengan jilbab. Para Pendahulu NU tidak mengambil sikap harus berjilbab duluan. Melainkan marilah belajar sampai mendapatkan bahwa memakai jilbab itu keperluan. Berbeda dengan yang lain. Terima dulu jilbab itu sebagai doktrin dan mulai pakai jilbab sejak awal. Apa yang membedakan dari kedua proses tersebut. Sikap NU memanusiakan masyarakat dan memanusiawikan mereka. Jilbab pun kelak menjadi sebuah kebahagiaan pilihan atas nalar kesadaran spiritual dan mental. Sikap diluar NU menganggap manusia ini sebagai makhluk "obyek" yang bisa diperlakukan semauanya. Bagi Fundamentalis, manusia itu wayang benar-benar wayang yang tidak diakui memiliki potensi ihktiyar, sehingga bisa dimau apakan terserah dalang. Jilbab pun kelak akan menjadi pemahaman budaya. Begitulah yang terjadi di Saudi. ________________________________ From: sofwan nadi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, May 21, 2010 10:10:53 AM Subject: Re: [kmnu2000] Re: Apakah berdebat untuk mencari kebenaran? Betul Pak Abdul... Karena itu saya perlu mengambil misi meng-NU-kan para santri NU sendiri. Banyak santri NU yang tidak memahami logika para pendahulu NU. Saya yang pernah duduk mendengar pengajian Syekh Bin Baz dan Syekh Utsaimin, bahkan pernah duduk di majlis Muhamad Ghazali (ikhwaanul muslimin) di Riyadh. Saya yang pulang dari Saudi membawa buku-buku sampai 200 kg, kebanyakan buku-buku Wahhabi. Mengoleksi buku-buku Albani. Tidur dengan buku-buku mereka. Sebagai santri hijau bau kunyit, saya pernah terbelalak dengan Syekh Albani, saya susuri akar logika dia.. terus.. dan terus.... sampai akhirnya ditemukan juga tendensius dia dan kontradiksinya. Saya begitu, karena saya diasuh oleh Almaghfurlah KH Fuad Hasyim, teman seperjuangan Gus Dur sendiri. Saya bertemu Gus Dur hanya ketika beliau ke rumah KH Fuad Hasyim KH Fuad Hasyim mengajari saya membaca kitab sambil mendebatnya. Jangan asal membaca untuk mengambil. Tetapi untuk memeriksa. Semoga Allah memberi wewangian pada ruh beliau dimanapun dengan salawat dan salam, sebagaimana kepada kekasihNya, kanjeng Nabi saaw. Mohon doa Pak, semoga santri-santri NU tetap istiqomah pada garis para pendahulunya. Aamiin. ________________________________ From: abdul <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, May 20, 2010 7:03:58 PM Subject: [kmnu2000] Re: Apakah berdebat untuk mencari kebenaran? sofwan nadi-------Bismilahirrahmanirrahiim. Intinya adalah dimana ulama2 tetap berbeda beda memahami ayat2 ALLAH dan hadits2,setelah rasul wafat.Begitu bukan this is the fact. Oleh karena kebenaran itu adalah milik ALLAH semata sedangkan kita kita ini hanya mencoba meraba raba mana yang paling benar menuru pikiran kita masing2. Oleh karena itu ALLAH befirman; janganlah kamu suka =men-judge==or mengharamkan== saudara2 kamu.. dgn kata lain mari saling hormat menghormati keyakinan masing2 dan berlomba lomba berbuat kebajikan kpd masarakat,bukankah demikian lebih kurang sdr Sofwan? Saya juga sangat sependapat dgn Ulama2 seperti Gus dur dan Gus Mus dan tidak sependapat dgn hasym Murzadi walaupun sama sama dr Nu... Pengajaran2 islam NU membawa umat plural bisa menjadi damai,karena menghargai perbedaan2.. Lain dgn gol Islam Wahabi Fundamentalis, menolak perbedaan2, dialah yg memegang tonggak kebenaran dari Rasul dan gol keluarga Nabi yaitu Syiah adalah ajaran sesat Demikianlah bebahayanya,kalau dlm saudara Islam ada salah satu saudara memaksa saudara lain ikut dgn mereka,kalau tdk dihukum,darahnya halal.. Pemahaman Wahabi funda inilah yang harus kita bersama sama menahan harus kemajuan di Indonesia dgn cara santun tentunya. salam --- In [email protected], sofwan nadi <de_a...@...> wrote: > > Pak Abdul: "kebenaran yang hakiki itu adalah milik Allah" > > Betul sekali. > > Namun begini yang terjadi di lapangan, hal itu terjadi dalam beberapa episode > transformasi pemaknaan. > Dan ini yang perlu kaum fundamentalis fahami logikanya. > > Pertama: Tulisan di Kitab Allah > Kedua: Pemaknaan pertama = terjemahan > Ketiga: Pemaknaan kedua = penafsiran > Keempat: Pemaknaan ketiga = perancangan implementasi di ranah amal perbuatan > Kelima: Pemaknaan keempat = Setelah ada feed back, terjadi adaptasi-adaptasi > ... > ... > Ke-n: Penerimaan budaya. > > Ini lah mengapa Gus Dur bilang: formalisasi "teks" itu a historis. > Karena dari tingkat kebenaran level pertama kepada tingkat kebenaran yang > mewujud menjadi budaya itu sudah mengalami adaptasi-adaptasi, dialog-dialog. > Secara jujur saja, adaptasi-adaptasi, dialog-dialog, seringkali pada > esensinya mengalami "reduksi", walaupun hanya 0.5% (kecil sekali), tetap saja > namanya reduksi. > > Dari nalar di lapangan... inilah mengapa saya memilih ikut NU, karena logika > berfikir kaum Nahdliyin realistis. Dan inilah mengapa saya menolak > Fundamentalis, karena nalarnya tidak mengakui fakta keadaan yang terjadi pada > diri mereka sendiri. Mereka mengingkari bahwa hasil pikiran mereka tetap dari > mereka, bukan yang orisinil dari tuhan. > > Contoh ini banyak. Salah satu yang saya tidak setuju adalah dengan hasil > tafsir ulama Saudi yang dipostingkan untuk menolak pluralisme. > Tafsiran-tafsiran semodel inipun ada di kalangan Nahdliyin. > > Contoh ayat-ayat jilbab. > Sebagian orang Arab menghasilkan pemikiran: Niqab. > Sementara Syekh Al Azhar menghasilkan pemikiran: Niqab itu budaya Arab, bukan > Islam. > > Bagi saya, jelas baik pendapat sebagian ulama Arab dan juga pendapat Syekh Al > Azhar kedua-duanya bukanlah kebenaran hakiki. Meskipun berbagai dalil-dalil > yang mereka gunakan. Kiai di Indonesia pun berbeda-beda hasilnya dari kajian. > Nah, mana yang benar? Saya berkata: Lebih baik bertanya: mana yang > menenteramkan? > > Akhirnya: Saya setuju kebenaran ada pada Kitab Allah. > Saya tidak setuju bahwa pendapat manusia itu kebenaran. > Saya setuju bahwa kebenaran hakiki milik Allah > > Saya berkata bahwa manusia hanya punya kebenaran dalam tanda kutip. Yang > lebih pas: ketenteraman. > > > ________________________________ > From: abdul <latifabdul...@...> > To: [email protected] > Sent: Thu, May 20, 2010 11:05:34 AM > Subject: [kmnu2000] Re: Apakah berdebat untuk mencari kebenaran? > > > Sdr sofwan nadi---------Bismilahirrahmanirrahiim > > Bisa yes atau no.... > Yes..sesungguhnya kebenaran yg hakiki itu adalah milik ALLAH > begitu bukan? > Kebenaran itu sudah ditulis di dalam kitab2nya..mari kita > pelajari kebenaran2 itu ,bukankah begitu? > > Bisa no, kalau berdiskusi itu dgn tujuan selain > mencari kebenaran, tapi utk hanya mengalakan, atau > debat kusir...tdk berdasarakan kepada kebenaran ALLAH > atau ayat2 ALLAH. > > Bagimana kalau begitu sdr Sofwan. > > salam > > --- In [email protected], sofwan nadi <de_abah@> wrote: > > > > Ada sebuah pandangan yang saya kurang sependapat dalam hal berdebat atau > > mengkritik dalam hal ilmu. > > > > Ia itu "berdebat dalam rangka mencari kebenaran". > > Bagi saya lebih pas kalau dikatakan begini: berdebat untuk mencari > > kebenaran dalam tanda kutip: 'kebenaran' > > > > Kenapa begitu? > > 1) kalimatnya mencari kebenaran saja sudah kesombongan dan bid'ah. Yang > > disuruh adalah "menuntut ilmu" bukan "menuntut kebenaran" > > 2) kebenaran adalah misteri tuhan. Nilainya prerogatif tuhan. Penentuannya > > nanti di pengadilan tuhan. > > > > Saya lebih pas kalau berkata: berdebat untuk mencari ketenteraman. Ya, > > ketenteraman, bukan kebenaran. Tentu saja yang dimaksud tenteram disini > > adalah ketenteraman jiwa, ketenteraman fitrah. Bukan ketenteraman nafsu. > > > > Sebagian santri yang terpancing kedalam perdebatan sehingga terseret kepada > > "menghujat" adalah sebab prasangka bahwa ia berada pada kebenaran. Padahal > > sebetulnya, ia berada pada kebenaran dalam tanda kutip, 'kebenaran'. Ia itu > > ketenteraman. Soal kebenarannya, nanti akan diperiksa di hadapan Allah. > > > > Sekarang apa itu ketenteraman yang disangka kebenaran? > > Tentu, sebuah keprcayaan atau pengetahuan dirasa 'kebenaran' ketika > > menenteramkan. > > Sedangkan ketenteraman itu adalah sebuah keterbiasaan psikis manusia > > berdasarkan kebiasaan dia sendiri. > > Ketenteraman yang dimiliki santri Ahlussunnah adalah terjadi apabila konsep > > kepercayaan bersesuaian dengan: > > 1) Kitab Allah dan riwayat-riwayat mutawatir > > 2) Hadits Nabi, bahkan meskipun lemah (biasanya dipakai untuk nasehat; > > termasuk kedalam ini perkataan ulama pendahulu) > > 3) Ijmak. Ijmak ini bukan kesepakatan persekongkolan. Melainkan kesepakatan > > ilmiah tanpa dikehendaki bersekongkolan. Jadi kalau orang-orang NU saja > > atau orang-orang Wahhabi saja bersepakat, bukan disebut ijmak. Ini lebih > > pas disebut "kesepakatan golongan" > > > > Meskipun ada dalil-dalil yang absolut, tetap saja pemahaman daripadanya > > bukanlah kebenaran, melainkan ketenteraman. Ini kebanyakan begitu. Memang > > ada yang sudah menjadi kebenaran. Yang berlabelkan kebenaran pasti harus > > merupakan barang mutawatir. Bagi saya, barang mutawatir yang dimaksud di > > sini adalah sebuah derajat mutawatir pada tingkat pemahaman/ pemaknaan. > > Artinya sebuah kesepakatan ilmiah tentang lahiriah sebuah perbuatan yang > > diperoleh dari kajian dalil-dalil dari kesepakatan banyak pihak yang tidak > > mungkin melakukan kesengajaan untuk sepakat. > > Jadi perihalnya sangat sedikit sekali. Nah inilah yang saya pegang sebagai > > kebenaran. Selebihnya ketenteraman. > > > > Nah, karena itu... mari kita biasakan "PERBANYAK SALAWAT, HINDARI MENGHUJAT" > > > > > > Seperti apa semangat orang berdebat untuk mencari kebenaran? Ya seperti > > kaum Khawarij. Karena merasa dirinya diatas kebenaran maka mulailah dia > > menghujat. Menyebarkan hujatan dari mulut dan tulisannya. Ini pertama. > > Kedua, menyebarkan fitnah bahwa lawannya kafir... lawannya halal darahnya. > > Ketiga, melakukan aksi kekerasan fisik. Sampai-sampai Sahabat Umar, Sahabat > > Utsman, Sahabat Ali... semua dibunuh. > > > > Bertaburan hujatan di milist kmnu ini dapat direkam. Dan siapa yang semakin > > banyak menuliskan hujatan, semoga menginsyafi.. bahwa benih perilaku > > Khawarij sudah mulai ada. Segera singkirkan cepat-cepat dari sana, kalau > > kita benar-benar santri NU. > > > > Kalau bicara ilmu tidak bisa, diam saja lah (fal yaqul khoiron aw liyashmut) > > Kalau bicara secara ilmu tidak bisa, tulis apa saja asal bukan hujatan; > > kalau masih tidak ketemu, tulis saja banyak-banyak Salawat; kalau masih > > tidak bisa, diam sajalah. > > > > Viva untuk NU. > > > > > > > > ________________________________ > > From: "reezbm@" <reezbm@> > > To: [email protected] > > Sent: Thu, May 20, 2010 8:18:07 AM > > Subject: Re: [kmnu2000] MARI KITA JAUHI IMAGE YANG UGLY DALAM > > BERDISKUSI. > > > > Kalo memang bisa saling introspeksi its ok, tapi kalo nggak bisa siapa dulu > > yang ugly? > > > > > > Sent from my BlackBerry® > > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > > > -----Original Message----- > > From: "abdul" <latifabdul777@> > > Sender: [email protected] > > Date: Thu, 20 May 2010 00:02:34 > > To: <[email protected]> > > Reply-To: [email protected] > > Subject: [kmnu2000] MARI KITA JAUHI IMAGE YANG UGLY DALAM > > BERDISKUSI. > > > > MARI KITA JAUHI IMAGE YANG UGLY DALAM BERDISKUSI. > > > > Assalamu 'alaikum wr. wb > > > > Di dalam menyampaikan dakwah, kita tidak terlepas dari perdebatan. Bahkan > > perdebatan itu terkadang sampai melukai hati orang lain. Akhirnya, apakah > > perdebatan yang kita lakukan itu adalah menuju kebaikan ? Padahal dari sana > > kita telah berbuat suatu "kejahatan". > > > > Mengutip dari buku yang pernah saya baca,Berdebat bisa dibagi menjadi 2 > > kategori : > > > > 1] DEBAT TERPUJI, yaitu perdebatan yang ditujukan untuk kebaikan, yakni > > berdebat dengan pihak-pihak yang diharapkan kembali dari kebathilan kepada > > kebenaran. > > > > Firman Allah SWT surah An-Nahl :125 yang artinya : > > "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang > > baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu > > Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan > > Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. > > > > Surah Al-'Ankabut:46 yang artinya : "Dan janganlah kamu berdebat dengan > > ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik." > > > > 2] DEBAT TERCELA, yaitu perdebatan yang tidak dimaksudkan untuk sampai > > kepada kebenaran dan melaksanakannya, melainkan semata-mata ditujukan untuk > > permusuhan dan memuaskan kemarahan terhadap orang lain. > > > > Debat kusir akan memperlihatkan image muslim yang UGLY, sering kita sebut > > seperti itu. Dan ini merupakan salah satu perdebatan tercela. Hindarilah > > perdebatan tercela karena akan bisa menyebabkan hilangnya kebaikan. > > > > "Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud > > membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar." > > (Az-Zukhruf:58) > > > > Dan dari perdebatan ini juga akan muncul permusuhan. Apakah kita ingin > > mencari musuh dengan berdebat ?? Na'udzubillah min dzalik. Apa > > keuntungannya setelah itu ? Wallahu 'alam bissawab. > > > > PERBEDAAN ITU SEHARUSNYA MEMBAWA ILMU DAN BERKAH. > > > > Bukan saya orang yang "takut" berdebat, tapi alangkah baiknya jika kita > > berdebat secara terpuji. Hindarkan "personal attack", tetap dlm topik. > > > > Insya Allah tulisan saya ini tidak menimbulkan "perdebatan tercela". > > Senyum manis > > > > wassalamu 'alaikum wr.wb > > > > Contoh perdebatan yang baik itu seperti Obama(LIBERAL) dan John Mc Cain ( > > Fundamentalis) > > Setelah selesai berdebat panjang selama 1 tahun, tapi hatinya tetap > > berteman sampai hari ini. > > > > IT IS REALLY COOL---ISLAMI. > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > __________________________________________________________ > > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan > > KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > > [email protected] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
