Bismilahirrahmanirrahiim.
Saya lansung kepada the point saja, tanpa mukadimah,agar hemat
waktu dan energi;

Inilah beberapa tafsiran2 Ibnu Katsir yang menyimpang dari
peraturan2 ALLAH atau syariat islam yg murni yaitu AL Quran;

Dari sumber website Tafsiran Ibnu Katsir;

I.  Menafsirkan Al Quran dengan para Tabi'in2, generasi kedua.(When unable to 
find the Tafsir in the Qur'an, the Sunnah or with the Companions, the scholars 
then look to the Tafsir of the Tabi`in, (second generation of Islam) such as 
Mujahid bin Jabr, who was a wonder himself in Tafsir

II. SEMUA UCAPAN DARI RASUL ADALAH WAHYU2 ALLAH..   )This is why the Messenger 
of Allah said;(hadits)The Sunnah was a revelation from Allah just as the 
Qur'an, although it is not recited as the Qur'an is recited.')

III. TAFSIRAN IBNU KATSIR TENTANG RIBA.
http://www.tafsir.com/default.asp?sid=2&tid=7332

Definisi Riba menurut Ibnu Katsir(Lihat Situs diatas itu) tidak jelas sama 
sekali.Beliau merujuk kepada Sahabat2 dan ulama2 Tabi'in yang menjelaskan bahwa 
riba itu adalah haram. Riba tidak sama dengan perdagangan dll.Kemudian 
ditambahkan setiap yang ragu2 adalah lebih baik di tinggalkan.

IV. TAFSIRAN IBNU KATSIR TENTANG AYAT QS.4:115.

http://www.tafsir.com/default.asp?sid=4&tid=12237

The Punishment for Contradicting and Opposing the Messenger and Following a 
Path Other than That ... 

==========================================================

I dan II, sudah saya sampaikan sebagai bantahan atau koreksi
dari saya atas tafsiran Ibnu katsir.

Sekarang III dan IV.Mari bersama sama kita simak ayat2 ALLAH.

III. KOREKSI SAYA;
=================
Tafsiran Ibnu Katsir mejelaskan bahwa setiap ada Bunga atau 
Usury adalah riba dan haram. Tidak ada diberikan klarifikasi 
atau definisinya sama sekali.

Zaman Khalifah2 atau generasi kedua, Tabi'in, belum ada bentuk 
Bank seperti sekarng ini.Yang ada adalah makelar2 yg meminjamkan
uang kepada orang2 miskin yg terdesak, karenasakit, mengawini anak2
nya dan memperbaiki rumah dl. Seperti yang dilakukan oleh
tengkulak2 di kampung2 kita di Indonesia dengan bunga yang besar,
tampa mempunyai perasaan kasih sayang dan menggunakan kesempatan
dalam kesempitan. Riba yg seperti ini adalah haram.

Saya sangat sependapat dgn Gus Dur yg mengatakan bahwa bunga
Bank konvesional itu tidak ==haram=. dengan dasar setiap yang bermanfaat bagi 
masarakat, dan tidak merugikan kedua belah 
pihak baik yg memberikan pinjaman dan maupun yg menerima 
pinjaman adalah =halal=. Sayangnya Gus Dur tidak mengemukakan 
dgn ayat2 ALLAH.

Dalam pencarian saya, juga tidak diketemukan definis Riba di
Al Quran. Saya menemukan definisi riba di kitab Taurat,dimana
ALLAH juga mengharamkan riba yang diwahyukan oleh ALLAH 
kepada nabi Musa as. 

Exodus 22:21 If you lend money to one of my people among you
who is needy, do not be like a moneylender charge him no interest. 

Dari ayat diatas ini dapat kita simpulkan bahwa memberikan 
pinjaman kepada seseorang yang membutuhkan(miskin) tapi 
bukan untuk berniaga,maka dilarang memberikan bunga. 
Hukumnya haram.

Definisi Riba yang disampaikan oleh ALLAH kepada nabi Musa  as
sangat jelas sekali dan tidak perlu ragu2.Bahwa meminjamkan uang
untuk berbisiness dan saling menguntungkan, tertulis dgn kontrak
dalam keadaan sehat, dan memberikan unggunan atua jaminan, maka
peminjaman seperti itu adalah halal...seperti yang dilakukan oleh
Bank2 Barat sekarang ini. 

Terbuki dengan pinjaman yang diberikan kpd pedagang2 dan industri
sangat bermanfaat untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan
dan kesejahteran masarakat. 

KESIMPULAN'

1.Tafsiran Ibnu Katsir tidak memberikan definis apa apa riba.
Dan semua pinjaman yang di kenakan interest walaupun dilakukan 
dgn kontrak yg jelas, bungat yg kecil, transparant,dan dlm
keadaan sehat tetap diharamkan oleh Ibnu Katsir.

2.Sesunggunya berdasarkan kpd wahyu2 ALLAH kepada Nabi Musa as
ternyata bunga yg diberikan untuk pernigaan adalah dibenarkan.
Sedangkan memberikan bunga kepada orang2 miskin yang memerlukan
untuk keperluan mendadak,sakit, dll adalah haram.

salam.

==================================================
IV. TAFSIRAN IBNU KATSIR TENTANG AYAT QS.4:115.

KOREKSI SAYA;
============
Dan siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran 
baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan kaum mukminin,
 maka Kami biarkan ia berpaling ke dalam kesesatan yang telah 
dia tempuh sendiri lalu Kami masukkan dia ke dalam jahannam, sedangkan jahannam 
itu seburuk-buruk tempat kembali."
 (An Nisaa': 115)

Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Hendaklah siapa 
saja yang menyelisihi syari'at Rasul, baik secara lahir 
maupun batin, takut untuk tertimpa fitnah dalam hatinya berupa kekafiran, 
kemunafikan, bid'ah, atau tertimpa adzab yang
pedih di dunia dengan dihukum mati, had, dipenjara atau yang 
lainnya."

Dengan dasar ayat diatas itulah Ulama2 wahabi_salafy 
fundamentalis mengeluarkan, fatwa halal darah orang2 
kafir, termasuk Syiah, dan Ahmadiyah.

Dengan Fatwa ulama2 itulah orang2 muslim Syiah dan Ahmadiyah
 di bunuh di Pakistan ,Afganistan Adan Saudi arabia oleh ulama2 Taliban atau 
ulama2  wahabi-salafy yang Radikal. 

Golongan2 Islam Syiah, Ahmadiyah dll adalah dianggap oleh 
ulama2 wahabi-salafy golongan2 islam yang sesat atau kafir. 
Darah mereka adalah halal, di hukum mati.

KOREKSI SAYA;

Ulama2 yang mengikuti tafsiran2 Ibnu Katsir menjadikan umat 
Islam, bukan umat islam yang berakasih sayang, santun dan
bijak, tapi menjadikan segolongan umat Islam yang kasar 
akhlaqnya, pembunuh, dan penindas. 

Sesungguhnya mereka sudah merusak agama islam senagaja atau 
tidak sengaja.

Tidaksalahlah umat diluar islam yang radikal menuduh ajaran2 
islam adalah ayat2 Setaninc sebagaimana Salma Roshide menuduh.

Berdasarkan kepada ayat2 dibawah ini, jelas sekali orang2 
yang sesat, yang tidak sepaham dengan Rasulullah, atau 
ingin memecah agama Islam yg dibawa Rasul atau ada yang
mengaku nabi dll, ALLAH memperingatkan Rasul seperti berikut ini;

==============================================

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) 
menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikit pun 
tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka
hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan
memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. 

Tugas kamu(Muhammad) hanya menyampaikan saja. Kami lah yang 
menghisab perbuatan2 mereka" dan QS.13:40.

"Jika sekiranya kamu bersikap keras,kasar,jahat budi pekerti,
berhati kasar (tidak lemah lembut, tidak senyum ), niscaya 
larilah tamu-tamu itu dari kamu." (QS.3:159 ). (Anti kekerasan).

Jika mereka tetap berpaling,maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atas 
kamu(Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat ALLAH ) dgn terang Qs 16 :82.

==================================================

Demikianlah wahyu2 ALLAH menjelaskan kepada Rasulullah saw
untuk tidak berlaku keras,kasar, dan menghina mereka.Tugas2 
rasul, Khalifah2, dan ulama2 Tabi'in adalah menyampaikan
wahyu2 ALLAH dengan baik,santun dan bersabar..Tidak beloh 
melakukan kekerasan, mengaharamkan keyakinan orang lain, 
dan apalagi membunuh dan menghukum.

Semoga ayat2 ALLAH itu dapat memperbaiki tafsiran Ibnu katsir
yang telah menyimpang dari al Quran. 

KESIMPULAN;

1. Seumpama satu glas air suci/ bersih di atas meja yg bersumber
dari mata air bersih. Kalau glas itu ternoda satu titik najis saja
maka air digalas itu tidak lagi disebut air yang bersih, tapi air kotor. Begitu 
bukan?

Kalau air kotor di gals itu di minum,pasti akan berbahaya kepada tubuh dan 
kesehatan manusia krn ada bakteri.

Demikianlah kitab2 Tafsiran2 Ibnu katsir yg telah meninggal dunia
ratusan tahun, begitu pula khalifah2 dan Ulama2 tabi'in...satu saja
tafiran ayat ALLAH salah, atau menyimpang dari Al Quran maka kitab2
itu akan berabahaya.

2. Jadi berhati hatilah dengan kitab2 yang dikatakan oleh orang2
Arab kitab2 yang tersyohor, ulama2 yg terkenal dll.Berhati hati
akan menyematkan kita dari api neraka atau bencana di dunia ini.

Demikianlah penemuan2 saya dlm menyilami rahasia2 Allah dalam Al quran.Kalau 
benar itu datang dari ayat2 ALLAH,mari kita taati dengan baik, kalau salah itu 
datang dari kelemahan saya, tinggalkan saja.Kalau bisa dikoreksi dengan dalil 
dari Al Quran saya akan hargai sekali.

"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,  dan mudahkanlah untukku urusanku,  
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, 
amien.

Wassalamu'alaikum wrwb.



Kirim email ke