Oh, ... sungguh sangat memperihatinkan.
________________________________ From: enhidayat <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, June 27, 2010 3:17:26 PM Subject: Re: [kmnu2000] Tindakan FPI Banyuwangi harus kita lawan bersama BUBARKAN FPI SAMPAI KEAKAR-AKARNYA. On Sat, 26 Jun 2010 10:27:48 +0200 "Umar Said" <[email protected]> wrote: > > > Tulisan ini juga disajikan dalam website >http://umarsaid.free.fr > > yang sampai sekarang sudah dikunjungi 620 230 kali > > > > = = = = = = = = = = > > > Tindakan FPI Banyuwangi harus > kita lawan bersama > > > > > > Berikut di bawah ini disajikan pernyataan (statement) Dr >Ribka Tjiptaning > dan berita Antara tentang tindakan FPI (Front Pembela >Islam) Banyuwangi yang > dengan menggunakan kekerasan telah membubarkan pertemuan >antara > anggota-anggota Komisi IX DPR (bidang Kesehatan dan >Tenaga Kerja) dengan > masyarakat, dengan alasan bahwa pertemuan itu adalah >suatu kegiatan > berselubung untuk menumbuhkan semangat komunisme lagi >karena banyak peserta > dari luar Kabupaten Banyuwangi yang datang, Menurut >Ketua FPI Banyuwangi, > pertemuan itu merupakan acara temu kangen bekas anggota >PKI dan > keturunannya, sehingga pertemuan tersebut harus >dibubarkan. > > > > Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi masyarakat >Islam di Banyuwangi > membubarkan acara tersebut untuk menjaga kondusivitas >keamanan di kabupaten > paling timur Pulau Jawa itu. > > "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru karena >gerakan PKI pada tahun > 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya >menambahkan. > > > > Mengingat seriusnya tindakan destruktif FPI Banyuwangi >dalam peristiwa ini > bagi persatuan bangsa, yang bertentangan dengan >Pancasila dan Bhinneka > Tunggal Ika seperti yang selalu dianjurkan oleh Bung >Karno dan Gus Dur, maka > akan disajikan sebuah tulisan tersendiri mengenai >berbagai hal yang > berkaitan dengan peristiwa ini. > > > > Sebab, peristiwa FPI Banyuwangi ini sebenarnya mempunyai >dimensi yang tidak > kecil, dan yang ada hubungannya juga dengan politik dan >praktek-praktek Orde > Baru, yang anti-Bung Karno dan anti-komunis.Pernyataan >Ketua FPI Banyuwangi > bahwa pertemuan itu merupakan acara temu kangen bekas >anggota PKI dan > keturunannya, sehingga pertemuan tersebut harus >dibubarkan, sepenuhnya > mencerminkan satunya atau persamaan antara pandangan FPI >dengan rejim > militer Suharto mengenai masalah ini. > > > > Tindakan FPI Banyuwangi yang destruktif bagi persatuan >bangsa dan karenanya > juga mencemarkan nama Islam ini perlu kita lawan bersama >dengan berbagai > cara dan jalan, demi kebaikan bangsa beserta anak cucu >kita di kemudian > hari. Kita tidak boleh membiarkan FPI terus-menerus >menyebarkan racun dan > merusak sendi-sendi demokrasi, dan menghancurkan >dasar-dasar Republik > Indonesia, yang telah dibangun dengan susah-payah oleh >para perintis > kemerdekaan. > > > > Paris, 26 Juni 2010 > > > > 1.. Umar Said > > > = = == = = = == > > > > > > > > > > Statement Dr. Ribka Tjiotaning : > > > > > > TOLAK POLITIK ANTI DEMOKRASI, > > TOLAK POLITIK DISKRIMINATIF > > > > Pada tanggal 21 Juni sampai dengan 23 Juni 2010, Komisi >IX yang membidangi > > Kesehatan dan Tenaga Kerja melakukan Kuker (Kunjungan >Kerja) ke Propinsi > > Jawa Timur. Rombongan Komisi IX DPR RI tersebut dipimpin >langsung oleh > Ketua Komisi, dr Ribka Tjiptaning. > > > > Kuker tersebut bertujuan memantau langsung pelayanan >kesehatan dan > > kebijakan ketenagakerjaan berbagai kota di Jawa Timur. >Sekaligus ingin > > menghimpun secara langsung aspirasi dan masukan >masyarakat. > > > > Pada tanggal 24 Juni seharusnya jadwal Kuker sudah >selesai, tetapi banyak > > elemen masyarakat berbagai kota di Jatim ingin bertemu >dengan Ketua Komisi > > IX DPR RI. Selama ini Ketua Komisi IX menerapkan >kebijakan yang tidak > > birokratis kepada elemen masyarakat yang berkeinginan >menyampaikan > > aspirasinya. Walau sudah selesai jadwal resmi, Ketua >Komisi dr Ribka > > Tjiptaning beserta Rieke Dyah Pitaloka dan Nursuhud >(semuanya anggota >Fraksi PDIP) > > mau menerima undangan tersebut. > > > > Mereka bertiga tanggal 23 berkunjung ke Pondok Pesantren >Al Qodiri 1, yang > > diasuh KH Ach Muzakki Syah. Kunjungan rombongan ini >diterima dan disambut > > meriah oleh ribuan santri. Pada tanggal 24 Juni kami >bertiga berencana > > bertemu dengan PPNI (Persatuan Perawat Indonesia) dan >IBI (Ikatan Bidan > > Indonesia) pada pukul 13.00 WIB di Banyuwangi. Pada >pukul 10.00 kami > > bertemu terlebih dahulu dengan masyarakat di satu rumah >makan di Kelurahan > > Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Intiya Ketua >Komisi IX memberi > materi > > tentang hak masyarakat untuk memperoleh kesehatan secara >gratis, dan juga > > sosialisasi RUU BPJS yang sedang dibahas di DPR. > > > > Acara tersebut dibubarkan secara paksa oleh Ormas Islam > : Front Pembela > > Islam Banyuwangi, Jawa Timur bersama Forum Umat >Beragama, dan LSM Gerak. > > Polisi yang berada di sana justru turut membubarkan >seperti permintaan dan > > tututan ormas tersebut. Mereka menuduh acara tersebut >adalah pertemuan > kader komunis. > > > > Atas peristiwa ini, kami menyatakan sikap : > > > > 1. Bahwa yang dilakukan Front Pembela Islam Banyuwangi, >Jawa Timur bersama > > Forum Umat Beragama, dan LSM Gerak merupakan tindakan >anti demokrasi dan > > melanggar HAM. > > > > 2. Hapuskan sikap politik diskriminatif. Meniadakan satu >kelompok dalam > > realita kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti >kebijakan yang > > diskriminatif terhadap korban ’65 merupakan tindakan >yang tidak menghargai > > pluralisme, tidak toleran, dan tidak berbudaya. > > > > 3. Aparat yang turut membubarkan acara tersebut cermin >kegagalan > > pemerintahan SBY dalam mereformasi tubuh Polri. > > > > Dengan begitu, saya akan melaporkan tindakan pelanggaran >HAM tersebut ke > > Komnasham pada Senin tanggal 28 Juni 2010. > > > > Jakarta, 25 Juni 2010 > > > > Dr Ribka Tjiptaning > > > > * * * > > > >FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR > > > Kamis, 24 Juni 2010 > > > > Banyuwangi (ANTARA News) - Front Pembela Islam (FPI) >bersama Forum > Banyuwangi Cinta Damai dan LSM Gerak membubarkan acara >sosialisasi kesehatan > gratis yang digelar Komisi IX DPR di salah satu rumah >makan di Kelurahan > Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis. > > > > "Ini ada komunitas anggota PKI (Partai Komunis >Indonesia). Kenapa ada di > sini?" kata Ketua FPI Banyuwangi, Aman Faturahman, >kepada sejumlah peserta > pertemuan yang terkejut melihat kehadiran anggota FPI >itu. > > > > Acara sosialisasi kesehatan gratis itu dihadiri Ketua >Komisi IX DPR, dr. > Ribka Tjiptaning Proletariati dan anggota Komisi IX, >Rieke Dyah Ayu > Pitaloka. > > > > Melihat suasana yang semakin memanas, panitia segera >mengevakuasi Ribka dan > Rieke ke kantor DPC Partai Demokrasi Indonesia >Perjuangan (PDIP) di Jalan > Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi. > > > > Menurut Ketua FPI Banyuwangi, pertemuan itu merupakan >acara temu kangen > bekas anggota PKI dan keturunannya, sehingga pertemuan >tersebut harus > dibubarkan. > > > > "Sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX hanya >sebagai kedok. Saya > curiga acara itu merupakan kegiatan terselubung untuk >menumbuhkan semangat > komunisme lagi karena banyak peserta dari luar Kabupaten >Banyuwangi yang > datang," kata Aman. > > > > Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi masyarakat >Islam di Banyuwangi > membubarkan acara tersebut untuk menjaga kondusivitas >keamanan di kabupaten > paling timur Pulau Jawa itu. > > > > "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru karena >gerakan PKI pada tahun > 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya >menambahkan. > > > > Sementara itu, Ribka Tjiptaning mengaku kecewa dengan >sikap FPI yang > membubarkan secara paksa acara sosialisasi kesehatan >gratis Komisi IX DPR. > Padahal, menurut dia, sosialisasi tersebut sangat >diperlukan oleh masyarakat > di daerah. > > > > "Kami tidak melakukan temu kangen bekas anggota atau >keturunan PKI di > Banyuwangi. Acara kami ini murni tugas Komisi IX DPR >tentang sosialisasi > pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan gratis di >daerah," katanya. > > > > Penulis buku berjudul "Aku Bangga Jadi Anak PKI" itu >pada 2002 mengaku sudah > terbiasa mengalami intimidasi seperti itu. > > > > "Ini menunjukkan bahwa negara kita belum demokratis >sehingga orang lain > masih berpikir awam tentang latar belakang saya," >katanya. > > > > Sementara itu, Rieke menambahkan, kegiatan sosialisasi >kesehatan gratis > tersebut merupakan kegiatan umum dan bisa dihadiri siapa >saja, termasuk > bekas anggota atau keturunan PKI. > > > > "Saya menyayangkan sikap yang dilakukan FPI karena bekas >anggota atau > keturunan PKI juga warga negara Indonesia," katanya. > > > > Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi, Muhammad >Abas, mengatakan > undangan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi kesehatan >gratis tersebut > berasal dari berbagai elemen, namun beberapa peserta >yang hadir merupakan > keturunan keluarga bekas anggota PKI. > > > > "Memang benar, ada beberapa peserta yang keturunan >keluarga bekas anggota > PKI," kata Abas yang juga menjadi panitia dalam kegiatan >tersebut.(*) > > > > * * * > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ============================================================================================= Segera nikmati Free Trial 60 hari Protector Postpaid layanan keamanan online bagiPelanggan Speedy. Info lebih lanjut hubungi 147 atau http://protector.telkomspeedy.com ============================================================================================= du du du du du, download 'n streaming lagu di www.fulltrek.com. Gratis 10 lagu tiap bulan untuk pelanggan speedy ============================================================================================= [Non-text portions of this message have been removed]
