Kenapa FPI yg harus dibenci dan di pojokan, seakan-akan kita sudah menjadi orang paling benar...semakin dipojokan bukankah akan semakin kokoh tuh FPI ditempa dg cacian...kalo kita belum tentu salah strategi yg kawan-kawan lakukan...kekerasan di lawan dengan kekerasan dan hujatan cacian..itukah yg di ajarkn ISlam yg kata anda rahmatan lilalamin...FPI bubarkan itu karena isyu komunisme bukan yg menurut UU kita dilarang, menurut polisi jg pertemuan tersebut tdk berijin...jadi tidak tepat menghujat dan mencaci FPI tanpa alasan hukum apalagi di benarkan menurut ISlam yg anda pegang...
salam hangat, Abu Ghibral --- Pada Rab, 30/6/10, enhidayat <[email protected]> menulis: Dari: enhidayat <[email protected]> Judul: Re: Bls: [kmnu2000] Tindakan FPI Banyuwangi harus kita lawan bersama Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 30 Juni, 2010, 10:52 PM front pembela iblis, laknatullah alaihim... On Mon, 28 Jun 2010 15:56:13 +0800 (SGT) Cepi Al Hakim <[email protected]> wrote: > MAri kita dukung FPI menghapuskan komunisme dari Tanah >Indonesia tercinta... > salam hangat, > > Abu Ghibral > > > > --- Pada Sab, 26/6/10, Umar Said ><[email protected]> menulis: > > Dari: Umar Said <[email protected]> > Judul: [kmnu2000] Tindakan FPI Banyuwangi harus kita >lawan bersama > Kepada: "KMNU" <[email protected]> > Tanggal: Sabtu, 26 Juni, 2010, 4:27 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Tulisan ini juga disajikan dalam website >http://umarsaid.free.fr > > > > yang sampai sekarang sudah dikunjungi 620 230 kali > > > > = = = = = = = = = = > > > > Tindakan FPI Banyuwangi harus > > kita lawan bersama > > > > Berikut di bawah ini disajikan pernyataan (statement) Dr >Ribka Tjiptaning > > dan berita Antara tentang tindakan FPI (Front Pembela >Islam) Banyuwangi yang > > dengan menggunakan kekerasan telah membubarkan pertemuan >antara > > anggota-anggota Komisi IX DPR (bidang Kesehatan dan >Tenaga Kerja) dengan > > masyarakat, dengan alasan bahwa pertemuan itu adalah >suatu kegiatan > > berselubung untuk menumbuhkan semangat komunisme lagi >karena banyak peserta > > dari luar Kabupaten Banyuwangi yang datang, Menurut >Ketua FPI Banyuwangi, > > pertemuan itu merupakan acara temu kangen bekas anggota >PKI dan > > keturunannya, sehingga pertemuan tersebut harus >dibubarkan. > > > > Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi masyarakat >Islam di Banyuwangi > > membubarkan acara tersebut untuk menjaga kondusivitas >keamanan di kabupaten > > paling timur Pulau Jawa itu. > > > > "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru karena >gerakan PKI pada tahun > > 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya >menambahkan. > > > > Mengingat seriusnya tindakan destruktif FPI Banyuwangi >dalam peristiwa ini > > bagi persatuan bangsa, yang bertentangan dengan >Pancasila dan Bhinneka > > Tunggal Ika seperti yang selalu dianjurkan oleh Bung >Karno dan Gus Dur, maka > > akan disajikan sebuah tulisan tersendiri mengenai >berbagai hal yang > > berkaitan dengan peristiwa ini. > > > > Sebab, peristiwa FPI Banyuwangi ini sebenarnya mempunyai >dimensi yang tidak > > kecil, dan yang ada hubungannya juga dengan politik dan >praktek-praktek Orde > > Baru, yang anti-Bung Karno dan anti-komunis.Pernyataan >Ketua FPI Banyuwangi > > bahwa pertemuan itu merupakan acara temu kangen bekas >anggota PKI dan > > keturunannya, sehingga pertemuan tersebut harus >dibubarkan, sepenuhnya > > mencerminkan satunya atau persamaan antara pandangan FPI >dengan rejim > > militer Suharto mengenai masalah ini. > > > > Tindakan FPI Banyuwangi yang destruktif bagi persatuan >bangsa dan karenanya > > juga mencemarkan nama Islam ini perlu kita lawan bersama >dengan berbagai > > cara dan jalan, demi kebaikan bangsa beserta anak cucu >kita di kemudian > > hari. Kita tidak boleh membiarkan FPI terus-menerus >menyebarkan racun dan > > merusak sendi-sendi demokrasi, dan menghancurkan >dasar-dasar Republik > > Indonesia, yang telah dibangun dengan susah-payah oleh >para perintis > > kemerdekaan. > > > > Paris, 26 Juni 2010 > > > > 1.. Umar Said > > > > = = == = = = == > > > > Statement Dr. Ribka Tjiotaning : > > > > TOLAK POLITIK ANTI DEMOKRASI, > > > > TOLAK POLITIK DISKRIMINATIF > > > > Pada tanggal 21 Juni sampai dengan 23 Juni 2010, Komisi >IX yang membidangi > > > > Kesehatan dan Tenaga Kerja melakukan Kuker (Kunjungan >Kerja) ke Propinsi > > > > Jawa Timur. Rombongan Komisi IX DPR RI tersebut dipimpin >langsung oleh > > Ketua Komisi, dr Ribka Tjiptaning. > > > > Kuker tersebut bertujuan memantau langsung pelayanan >kesehatan dan > > > > kebijakan ketenagakerjaan berbagai kota di Jawa Timur. >Sekaligus ingin > > > > menghimpun secara langsung aspirasi dan masukan >masyarakat. > > > > Pada tanggal 24 Juni seharusnya jadwal Kuker sudah >selesai, tetapi banyak > > > > elemen masyarakat berbagai kota di Jatim ingin bertemu >dengan Ketua Komisi > > > > IX DPR RI. Selama ini Ketua Komisi IX menerapkan >kebijakan yang tidak > > > > birokratis kepada elemen masyarakat yang berkeinginan >menyampaikan > > > > aspirasinya. Walau sudah selesai jadwal resmi, Ketua >Komisi dr Ribka > > > > Tjiptaning beserta Rieke Dyah Pitaloka dan Nursuhud >(semuanya anggota > >Fraksi PDIP) > > > > mau menerima undangan tersebut. > > > > Mereka bertiga tanggal 23 berkunjung ke Pondok Pesantren >Al Qodiri 1, yang > > > > diasuh KH Ach Muzakki Syah. Kunjungan rombongan ini >diterima dan disambut > > > > meriah oleh ribuan santri. Pada tanggal 24 Juni kami >bertiga berencana > > > > bertemu dengan PPNI (Persatuan Perawat Indonesia) dan >IBI (Ikatan Bidan > > > > Indonesia) pada pukul 13.00 WIB di Banyuwangi. Pada >pukul 10.00 kami > > > > bertemu terlebih dahulu dengan masyarakat di satu rumah >makan di Kelurahan > > > > Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Intiya Ketua >Komisi IX memberi > > materi > > > > tentang hak masyarakat untuk memperoleh kesehatan secara >gratis, dan juga > > > > sosialisasi RUU BPJS yang sedang dibahas di DPR. > > > > Acara tersebut dibubarkan secara paksa oleh Ormas Islam > : Front Pembela > > > > Islam Banyuwangi, Jawa Timur bersama Forum Umat >Beragama, dan LSM Gerak. > > > > Polisi yang berada di sana justru turut membubarkan >seperti permintaan dan > > > > tututan ormas tersebut. Mereka menuduh acara tersebut >adalah pertemuan > > kader komunis. > > > > Atas peristiwa ini, kami menyatakan sikap : > > > > 1. Bahwa yang dilakukan Front Pembela Islam Banyuwangi, >Jawa Timur bersama > > > >Forum Umat Beragama, dan LSM Gerak merupakan tindakan >anti demokrasi dan > > > > melanggar HAM. > > > > 2. Hapuskan sikap politik diskriminatif. Meniadakan satu >kelompok dalam > > > > realita kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti >kebijakan yang > > > > diskriminatif terhadap korban ’65 merupakan tindakan >yang tidak menghargai > > > > pluralisme, tidak toleran, dan tidak berbudaya. > > > > 3. Aparat yang turut membubarkan acara tersebut cermin >kegagalan > > > > pemerintahan SBY dalam mereformasi tubuh Polri. > > > > Dengan begitu, saya akan melaporkan tindakan pelanggaran >HAM tersebut ke > > > > Komnasham pada Senin tanggal 28 Juni 2010. > > > > Jakarta, 25 Juni 2010 > > > > Dr Ribka Tjiptaning > > > > * * * > > > >FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR > > > > Kamis, 24 Juni 2010 > > > > Banyuwangi (ANTARA News) - Front Pembela Islam (FPI) >bersama Forum > > Banyuwangi Cinta Damai dan LSM Gerak membubarkan acara >sosialisasi kesehatan > > gratis yang digelar Komisi IX DPR di salah satu rumah >makan di Kelurahan > > Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis. > > > > "Ini ada komunitas anggota PKI (Partai Komunis >Indonesia). Kenapa ada di > > sini?" kata Ketua FPI Banyuwangi, Aman Faturahman, >kepada sejumlah peserta > > pertemuan yang terkejut melihat kehadiran anggota FPI >itu. > > > > Acara sosialisasi kesehatan gratis itu dihadiri Ketua >Komisi IX DPR, dr. > > Ribka Tjiptaning Proletariati dan anggota Komisi IX, >Rieke Dyah Ayu > > Pitaloka. > > > > Melihat suasana yang semakin memanas, panitia segera >mengevakuasi Ribka dan > > Rieke ke kantor DPC Partai Demokrasi Indonesia >Perjuangan (PDIP) di Jalan > > Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi. > > > > Menurut Ketua FPI Banyuwangi, pertemuan itu merupakan >acara temu kangen > > bekas anggota PKI dan keturunannya, sehingga pertemuan >tersebut harus > > dibubarkan. > > > > "Sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX hanya >sebagai kedok. Saya > > curiga acara itu merupakan kegiatan terselubung untuk >menumbuhkan semangat > > komunisme lagi karena banyak peserta dari luar Kabupaten >Banyuwangi yang > > datang," kata Aman. > > > > Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi masyarakat >Islam di Banyuwangi > > membubarkan acara tersebut untuk menjaga kondusivitas >keamanan di kabupaten > > paling timur Pulau Jawa itu. > > > > "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru karena >gerakan PKI pada tahun > > 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya >menambahkan. > > > > Sementara itu, Ribka Tjiptaning mengaku kecewa dengan >sikap FPI yang > > membubarkan secara paksa acara sosialisasi kesehatan >gratis Komisi IX DPR. > > Padahal, menurut dia, sosialisasi tersebut sangat >diperlukan oleh masyarakat > > di daerah. > > > > "Kami tidak melakukan temu kangen bekas anggota atau >keturunan PKI di > > Banyuwangi. Acara kami ini murni tugas Komisi IX DPR >tentang sosialisasi > > pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan gratis di >daerah," katanya. > > > > Penulis buku berjudul "Aku Bangga Jadi Anak PKI" itu >pada 2002 mengaku sudah > > terbiasa mengalami intimidasi seperti itu. > > > > "Ini menunjukkan bahwa negara kita belum demokratis >sehingga orang lain > > masih berpikir awam tentang latar belakang saya," >katanya. > > > > Sementara itu, Rieke menambahkan, kegiatan sosialisasi >kesehatan gratis > > tersebut merupakan kegiatan umum dan bisa dihadiri siapa >saja, termasuk > > bekas anggota atau keturunan PKI. > > > > "Saya menyayangkan sikap yang dilakukan FPI karena bekas >anggota atau > > keturunan PKI juga warga negara Indonesia," katanya. > > > > Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi, Muhammad >Abas, mengatakan > > undangan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi kesehatan >gratis tersebut > > berasal dari berbagai elemen, namun beberapa peserta >yang hadir merupakan > > keturunan keluarga bekas anggota PKI. > > > > "Memang benar, ada beberapa peserta yang keturunan >keluarga bekas anggota > > PKI," kata Abas yang juga menjadi panitia dalam kegiatan >tersebut.(*) > > > > * * * > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ============================================================================================= Segera nikmati Free Trial 60 hari Protector Postpaid layanan keamanan online bagiPelanggan Speedy. Info lebih lanjut hubungi 147 atau http://protector.telkomspeedy.com ============================================================================================= du du du du du, download 'n streaming lagu di www.fulltrek.com. Gratis 10 lagu tiap bulan untuk pelanggan speedy ============================================================================================= [Non-text portions of this message have been removed]
