Dear Pak Teddy, Saya memahami apa yang Bapak maksud dengan pengunaan kata Autis. Mungkin sedikit saya coba memahami kata autis ini yang sering digunakan untuk meledek orang yang menggunakan BB. Maaf loh pak, sifat dari anak yang autis ini biasanya dia seperti memiliki dunia sendiri, terkesan dia sedang fokus kesuatu masalah sendiri dan tidak perduli dengan lingkungan disekitasnya (sekali lagi terkesan). Nah sama dengan para pengguna BB, apalagi bagi yang baru punya, wuiih....serius banget ngutak ngutik BB nya, sampe-sampe mereka gak merhatiin lingkungannya, karena saking asyiknya. Sebenernya jika ingin mensosialisasikan masalah seperti ini, bukan kata Autis saja. Tapi kata GILA pun juga bisa. Sebab saat ini dalam bahasa gaul banyak pergesaran makna. Sayapun juga bingung. Kata gila untuk bahasa gaul bisa diartikan memuji. seperti "Wuiih...gile bener tuh orang hebat bisa manjat gedung...." " Wow....gila bener....hebat... Kalau diartikan secara kata demi kata ..wah pasti bingung. Saya yakin kalau ada orang inggris mentraslate ke dalam bahasa inggris secara kata perkata jadinya pasti berantakan. Trus ada lagi, saya pernah denger teman saya melihat motor bagus, trus dia bilang: "Anjrit...keren banget nih motor...." jadi sekali lagi memang agak sulit Pak, jika kata-kata gaul diartikan secara tatabahasa. Saya secara pribadi tidak ada maksud untuk membela mereka yang menggunakan istilah itu, sebab saya pun sependapat dengan Bapak. salam salam buat keluarga
Purwaning Baskoro WebBlog: http://endonesia-raya.blogspot.com http://endonesia-bebas.blogspot.com http://p-baskoro.blog.friendster.com --- On Thu, 16/4/09, Teddy Kesuma (dbb/vertigo)` <[email protected]> wrote: From: Teddy Kesuma (dbb/vertigo)` <[email protected]> Subject: [www.suzuki-thunder.net] OOT. "STOP PENYALAHGUNAAN KATA AUTIS/AUTISME". To: [email protected] Date: Thursday, 16 April, 2009, 1:40 PM Dear all, di saat jakarta di landa demam bb [blackberry] , pasti di antara kita sering mendengar kata-kata ini, " *lihat tuh... dia lagi autis," * Kalimat di atas bukan ditujukan kepada penderita autis tetapi kepada pengguna bb yang sedang asik dengan bbnya. Saya kebetulan pengguna bb dan juga kebetulan memiliki anak yang didiagnosa berkebutuhan khusus walau bukan autis - sangat tidak setuju penggunaan kata-kata tersebut. Bukan karena saya dicap sebagai autis, tetapi karena saya tahu arti kata autis. Mengapa? Karena kata "autis" yang dalam contoh di atas di sejajarkan sebagai kata-kata gaul seperti : "secara", "bete" atau yang lain2. seolah-olah sesorang bisa memilih kapan autis kapan tidak autis. Jika sedang asik dengan bbnya maka dia digolongkan dalam kategori autis. Artinya orang normal bisa memilih kapan akan autis kapan normal. Andaikan itu bisa terjadi pada penderita autis.. alangkah indahnya. Bersyukur kita dikarunia kesehatan dan keselamatan, memiliki anak2 yang tidak berkebutuhan khusus, memiliki keponakan, sepupu yang sehat. Tetapi jangan lupa di antara kita ada juga yang tidak. Memiliki anggota keluarga autis bukan sesuatu yang dapat dipilih atau distel kapan anak saya autis kapan tidak. Ia akan hidup dengan kondisi autis selamanya. Yang bisa dilakukan para orang tua adalah mengenali dan melakukan berbagai terapi agar anaknya dapat hidup mandiri, dapat melakukan hal2 sebagaimana anak normal. Tidak mudah menjadi orang tua anak autis. Apa rasanya melihat anak/saudara kita secara fisik cakep/cantik tetapi tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Bayangkan seorang keponakan kalian yang paling kalian sayang. Nah jika gambar keponakan tersebut sudah ada di kepala anda.. sekarang bayangkan anak tersebut melakukan gerakan ulang2 seperti meloncat-loncat berulang dan berulang, tidak bisa mengunyah makanannya ataw tiba2 ia ngamuk tidak terkendali di tempat umum, mengucapkan kata2 yang tidak ada artinya. Atau sekali-kali pergilah ke tempat terapi anak2 autis yang ada. Melihat mereka di latih dan sangat kesusahan menggenggam sendok dan garpu dengan benar , melihat mereka tidak terjangkau oleh kita karena tidak bisa melakukan kontak dengan kehidupan di luar dirinya. Barangkali bisa lebih menghargai arti autis dan menggunakan secara benar. Saya berharap tulisan ini bisa menggugah teman-teman untuk tidak menggunakan kata autis yang disejajarkan dalam bahasa gaul seperti contoh di awal tulisan ini. /Terimakasih untuk Diki Satya yang menuliskan ide ini dalam blognya /*"STOP PENYALAHGUNAAN KATA AUTIS/AUTISME" .* /terimakasih untuk membaca dan memahami apalagi mau mendukung untuk tidak menggunakan kata autis sebagai bahan celaan./ /serta para orang tua anak autis di manapun berada atas kesabaran kekuatan dan curahan kasih sayangnya terimakasih untuk Tuhan yang hari ini memberikan kesehatan dan kepekaan hati akan keadaan sekeliling kita. / berikut artikel mengenai autis yg saya ambil dari website yayasan autis anak indonesia selamat membaca. *Autisme Masa kanak ( Childhood Autism )* Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun. Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang : *1. Komunikasi : *kualitas komunikasinya yang tidak normal, seperti ditunjukkan dibawah ini : * Perkembangan bicaranya terlambat, atau samasekali tidak berkembang. * Tidak adanya usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara. * Tidak mampu untuk memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik. * Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik. * Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif, biasanya permainannya kurang variatif. *2. Interaksi sosial : *adanya gangguan dalam kualitas interaksi social : * Kegagalan untuk bertatap mata, menunjukkan ekspresi fasial, maupun postur dan gerak tubuh, untuk berinteraksi secara layak. * Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya, dimana mereka bisa berbagi emosi, aktivitas, dan interes bersama. * Ketidak mampuan untuk berempati, untuk membaca emosi orang lain. * Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama. *3. Perilaku : *aktivitas, perilaku dan interesnya sangat terbatas, diulang-ulang dan stereotipik seperti dibawah ini : * Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola perilaku yang tidak normal, misalnya duduk dipojok sambil menghamburkan pasir seperti air hujan, yang bisa dilakukannya berjam-jam. * Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak berguna, misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu, sikat gigi, pakai piyama, menggosokkan kaki dikeset, baru naik ketempat tidur. Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya, maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang. * Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang, seperti misalnya mengepak-ngepak lengan, menggerak-gerakan jari dengan cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu. * Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak berguna, seperti roda sepeda yang diputar-putar, benda dengan bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba-rabanya, suara-suara tertentu. Anak-anak ini sering juga menunjukkan emosi yang tak wajar, temper tantrum (ngamuk tak terkendali), tertawa dan menangis tanpa sebab, ada juga rasa takut yang tak wajar. Kecuali gangguan emosi sering pula anak-anak ini menunjukkan gangguan sensoris, seperti adanya kebutuhan untuk mencium-cium/ menggigit- gigit benda, tak suka kalau dipeluk atau dielus. Autisme Masa Kanak lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 3 : 1. Salam 090 //
