Syipp...memang semua persoalan harus kita sikapi dengan kepala dingin. 

 
K O S T E R 
Double O seveN




________________________________
Dari: Teddy YF <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 16 April, 2009 16:27:16
Topik: Re: [www.suzuki-thunder.net] OOT. "STOP PENYALAHGUNAAN KATA 
AUTIS/AUTISME".





Bro Semuanya sekarang mah tergantungbagaimana kita 
menyikapi semuanya aja.....Apalagi memang saat inijuga pengguna BB lagi naik 
daun bangat (kayaulatbuluaja) , dan mungkin juga apa yang di katakan oleh Bo 
Purwaning Baskoro benar juga, dan apa yang dikatakan Oleh Bro Teddy juga Benar. 
Di satu pihak Memang penggunaan kata Autis bisa menyinggung perasaan seseorang 
akan tetapi di lain pihak apalagi dijaman sekarang yang boleh dibilang sudah 
banyak juga kok penempatan kata yang tidak sesuai dengan tempatnya... .maka 
karena itu sekarang berfikir Realistis aja lah.....Anggap aja Orang yang bilang 
pengguna BB itu Autis berarti dia syirik karena dia tidak memiliki BB..Dan bagi 
Orang yang mengatakan pengguna BB itu autis anggap ajalah dia itu anak 
kecil yang baru ketemu dengan mainan baru yang bagus sehingga dia sangat senang 
sekali. Mudah kan memang penempatan kata itu harus sesuai dengan maksud dan 
tujuannya..tapi kepala dingin aja ..........Yang penting mau makai BB atau Ngga 
Naik Thunder tetap yang paling enak.......he he he he 
 
 
Teddy 
Koster 126
 
----- Original Message ----- 
From: Purwaning Baskoro 
To: koster_bogor@ yahoogroups. com 
Cc: te...@dbbindonesia. com 
Sent: Thursday, April 16, 2009 2:09  PM
Subject: Re: [www.suzuki- thunder.net]  OOT. "STOP PENYALAHGUNAAN KATA 
AUTIS/AUTISME" .

Dear Pak Teddy,
 
Saya memahami apa yang Bapak maksud dengan pengunaan kata Autis.  Mungkin 
sedikit saya coba memahami kata autis ini yang sering digunakan  untuk meledek 
orang yang menggunakan BB. Maaf loh pak, sifat dari anak  yang autis ini 
biasanya dia seperti memiliki dunia sendiri, terkesan dia  sedang fokus kesuatu 
masalah sendiri dan tidak perduli dengan lingkungan  disekitasnya (sekali lagi 
terkesan). Nah sama dengan para pengguna BB,  apalagi bagi yang baru punya, 
wuiih....serius banget ngutak ngutik BB  nya, sampe-sampe mereka gak merhatiin 
lingkungannya, karena saking  asyiknya.
 
Sebenernya jika ingin mensosialisasikan masalah seperti  ini, bukan kata Autis 
saja. Tapi kata GILA pun juga bisa. Sebab  saat ini dalam bahasa gaul banyak 
pergesaran makna. Sayapun juga  bingung. Kata gila untuk bahasa gaul bisa 
diartikan memuji. 
seperti
 
"Wuiih...gile bener tuh orang hebat bisa manjat gedung...."
" Wow....gila bener....hebat. ..
 
Kalau diartikan secara kata demi kata ..wah pasti bingung. Saya  yakin kalau 
ada orang inggris mentraslate ke dalam bahasa inggris secara  kata perkata 
jadinya pasti berantakan.
 
Trus ada lagi, saya pernah denger teman saya melihat motor bagus,  trus dia 
bilang:
"Anjrit...keren banget nih motor...."
 
jadi sekali lagi memang agak sulit Pak, jika kata-kata gaul  diartikan secara 
tatabahasa.
 
Saya secara pribadi tidak ada maksud untuk membela mereka yang  menggunakan 
istilah itu, sebab saya pun sependapat dengan  Bapak. 
 
salam
salam buat keluarga


Purwaning  Baskoro

WebBlog: 
http://endonesia- raya.blogspot. com
http://endonesia- bebas.blogspot. com
http://p-baskoro. blog.friendster. com

---  On Thu, 16/4/09, Teddy Kesuma (dbb/vertigo) ` <te...@dbbindonesia. com> 
wrote:

From: Teddy  Kesuma (dbb/vertigo) `  <te...@dbbindonesia. com>
Subject:  [www.suzuki- thunder.net] OOT. "STOP PENYALAHGUNAAN KATA  
AUTIS/AUTISME" .
To:  koster_bogor@ yahoogroups. com
Date: Thursday, 16 April,  2009, 1:40 PM


Dear all,

di saat jakarta di landa demam bb [blackberry]  ,
pasti di antara kita sering mendengar kata-kata ini, " *lihat  tuh... dia 
lagi autis," *
Kalimat di atas bukan ditujukan  kepada penderita autis tetapi kepada 
pengguna bb yang sedang asik  dengan bbnya.

Saya kebetulan pengguna bb dan juga kebetulan  memiliki anak yang 
didiagnosa berkebutuhan khusus walau bukan  autis - sangat tidak setuju 
penggunaan kata-kata tersebut. Bukan  karena saya dicap sebagai autis, 
tetapi karena saya tahu arti kata  autis.

Mengapa? Karena kata "autis" yang dalam contoh di atas  di sejajarkan 
sebagai kata-kata gaul seperti : "secara", "bete"  atau yang lain2.
seolah-olah sesorang bisa memilih kapan autis  kapan tidak autis. Jika 
sedang asik dengan bbnya maka dia  digolongkan dalam kategori autis. 
Artinya orang normal bisa  memilih kapan akan autis kapan normal. 
Andaikan itu bisa terjadi  pada penderita autis.. alangkah indahnya.

Bersyukur kita  dikarunia kesehatan dan keselamatan, memiliki anak2 yang 
tidak  berkebutuhan khusus, memiliki keponakan, sepupu yang sehat.
Tetapi  jangan lupa di antara kita ada juga yang tidak..
Memiliki anggota  keluarga autis bukan sesuatu yang dapat dipilih atau 
distel kapan  anak saya autis kapan tidak. Ia akan hidup dengan kondisi 
autis  selamanya. Yang bisa dilakukan para orang tua adalah mengenali dan 
melakukan berbagai terapi agar anaknya dapat hidup mandiri, dapat 
melakukan hal2 sebagaimana anak normal.
Tidak mudah menjadi  orang tua anak autis. Apa rasanya melihat 
anak/saudara kita secara  fisik cakep/cantik tetapi tidak bisa 
berkomunikasi dengan orang  lain.

Bayangkan seorang keponakan kalian yang paling kalian  sayang. Nah jika 
gambar keponakan tersebut sudah ada di kepala  anda.. sekarang bayangkan 
anak tersebut melakukan gerakan ulang2  seperti meloncat-loncat berulang 
dan berulang, tidak bisa  mengunyah makanannya ataw tiba2 ia ngamuk tidak 
terkendali di  tempat umum, mengucapkan kata2 yang tidak ada artinya.
Atau  sekali-kali pergilah ke tempat terapi anak2 autis yang ada.
Melihat  mereka di latih dan sangat kesusahan menggenggam sendok dan 
garpu  dengan benar , melihat mereka tidak terjangkau oleh kita karena 
tidak bisa melakukan kontak dengan kehidupan di luar  dirinya.
Barangkali bisa lebih menghargai arti autis dan  menggunakan secara benar.

Saya berharap tulisan ini bisa  menggugah teman-teman untuk tidak 
menggunakan kata autis yang  disejajarkan dalam bahasa gaul seperti 
contoh di awal tulisan  ini.

/Terimakasih untuk Diki Satya yang menuliskan ide ini  dalam blognya 
/*"STOP PENYALAHGUNAAN KATA AUTIS/AUTISME"  .*
/terimakasih untuk membaca dan memahami apalagi mau mendukung  untuk 
tidak menggunakan kata autis sebagai bahan  celaan./

/serta para orang tua anak autis di manapun berada  atas kesabaran 
kekuatan dan curahan kasih sayangnya
terimakasih  untuk Tuhan yang hari ini memberikan kesehatan dan kepekaan 
hati  akan keadaan sekeliling kita.

/

berikut artikel mengenai  autis yg saya ambil dari website yayasan 
autis anak indonesia  selamat membaca.

*Autisme Masa kanak ( Childhood Autism  )*
Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang  gejalanya 
sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3  tahun. Perkembangan 
yang terganggu adalah dalam bidang  :

*1. Komunikasi : *kualitas komunikasinya yang tidak normal,  seperti 
ditunjukkan dibawah ini :

* Perkembangan bicaranya  terlambat, atau samasekali tidak berkembang.
* Tidak adanya usaha  untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik
muka untuk mengatasi  kekurangan dalam kemampuan bicara.
* Tidak mampu untuk memulai  suatu pembicaraan atau memelihara suatu
pembicaraan dua arah yang  baik.
* Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau  stereotipik.
* Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif,  biasanya permainannya
kurang variatif.

*2. Interaksi sosial  : *adanya gangguan dalam kualitas interaksi social : 

*  Kegagalan untuk bertatap mata, menunjukkan ekspresi fasial,  maupun
postur dan gerak tubuh, untuk berinteraksi secara  layak.
* Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman  sebaya,
dimana mereka bisa berbagi emosi, aktivitas, dan interes  bersama.
* Ketidak mampuan untuk berempati, untuk membaca emosi  orang lain.
* Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman  untuk berbagi
kesenangan dan melakukan sesuatu  bersama-sama.

*3. Perilaku : *aktivitas, perilaku dan  interesnya sangat terbatas, 
diulang-ulang dan
stereotipik  seperti dibawah ini : 

* Adanya suatu preokupasi yang sangat  terbatas pada suatu pola
perilaku yang tidak normal, misalnya duduk  dipojok sambil
menghamburkan pasir seperti air hujan, yang bisa  dilakukannya
berjam-jam.
* Adanya suatu kelekatan pada suatu  rutin atau ritual yang tidak
berguna, misalnya kalau mau tidur  harus cuci kaki dulu, sikat
gigi, pakai piyama, menggosokkan kaki  dikeset, baru naik ketempat
tidur. Bila ada satu diatas yang  terlewat atau terbalik urutannya,
maka ia akan sangat terganggu dan  nangis teriak-teriak minta diulang.
* Adanya gerakan-gerakan  motorik aneh yang diulang-ulang, seperti
misalnya mengepak-ngepak  lengan, menggerak-gerakan jari dengan
cara tertentu dan  mengetok-ngetokkan sesuatu.
* Adanya preokupasi dengan bagian  benda/mainan tertentu yang tak
berguna, seperti roda sepeda yang  diputar-putar, benda dengan
bentuk dan rabaan tertentu yang terus  diraba-rabanya, suara-suara
tertentu.

Anak-anak ini sering  juga menunjukkan emosi yang tak wajar, temper 
tantrum (ngamuk tak  terkendali), tertawa dan menangis tanpa sebab, ada 
juga rasa takut  yang tak wajar.
Kecuali gangguan emosi sering pula anak-anak ini  menunjukkan gangguan 
sensoris, seperti adanya kebutuhan untuk  mencium-cium/ menggigit- gigit 
benda, tak suka kalau dipeluk atau  dielus.
Autisme Masa Kanak lebih sering terjadi pada anak laki-laki  daripada 
anak perempuan dengan perbandingan 3 :  1.

Salam
090

//
 

   


      Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke