Bro Semuanya sekarang mah tergantungbagaimana kita menyikapi semuanya 
aja.....Apalagi memang saat inijuga pengguna BB lagi naik daun bangat 
(kayaulatbuluaja) , dan mungkin juga apa yang di katakan oleh Bo Purwaning 
Baskoro benar juga, dan apa yang dikatakan Oleh Bro Teddy juga Benar. Di satu 
pihak Memang penggunaan kata Autis bisa menyinggung perasaan seseorang akan 
tetapi di lain pihak apalagi dijaman sekarang yang boleh dibilang sudah banyak 
juga kok penempatan kata yang tidak sesuai dengan tempatnya....maka karena itu 
sekarang berfikir Realistis aja lah.....Anggap aja Orang yang bilang pengguna 
BB itu Autis berarti dia syirik karena dia tidak memiliki BB..Dan bagi Orang 
yang mengatakan pengguna BB itu autis anggap ajalah dia itu anak kecil yang 
baru ketemu dengan mainan baru yang bagus sehingga dia sangat senang sekali. 
Mudah kan memang penempatan kata itu harus sesuai dengan maksud dan 
tujuannya..tapi kepala dingin aja ..........Yang penting mau makai BB atau Ngga 
Naik Thunder tetap yang paling enak.......he he he he 


Teddy 
Koster 126

  ----- Original Message ----- 
  From: Purwaning Baskoro 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Thursday, April 16, 2009 2:09 PM
  Subject: Re: [www.suzuki-thunder.net] OOT. "STOP PENYALAHGUNAAN KATA 
AUTIS/AUTISME".





        Dear Pak Teddy,

        Saya memahami apa yang Bapak maksud dengan pengunaan kata Autis. 
Mungkin sedikit saya coba memahami kata autis ini yang sering digunakan untuk 
meledek orang yang menggunakan BB. Maaf loh pak, sifat dari anak yang autis ini 
biasanya dia seperti memiliki dunia sendiri, terkesan dia sedang fokus kesuatu 
masalah sendiri dan tidak perduli dengan lingkungan disekitasnya (sekali lagi 
terkesan). Nah sama dengan para pengguna BB, apalagi bagi yang baru punya, 
wuiih....serius banget ngutak ngutik BB nya, sampe-sampe mereka gak merhatiin 
lingkungannya, karena saking asyiknya.

        Sebenernya jika ingin mensosialisasikan masalah seperti ini, bukan kata 
Autis saja. Tapi kata GILA pun juga bisa. Sebab saat ini dalam bahasa gaul 
banyak pergesaran makna. Sayapun juga bingung. Kata gila untuk bahasa gaul bisa 
diartikan memuji. seperti

        "Wuiih...gile bener tuh orang hebat bisa manjat gedung...."
        " Wow....gila bener....hebat...

        Kalau diartikan secara kata demi kata ..wah pasti bingung. Saya yakin 
kalau ada orang inggris mentraslate ke dalam bahasa inggris secara kata perkata 
jadinya pasti berantakan.

        Trus ada lagi, saya pernah denger teman saya melihat motor bagus, trus 
dia bilang:
        "Anjrit...keren banget nih motor...."

        jadi sekali lagi memang agak sulit Pak, jika kata-kata gaul diartikan 
secara tatabahasa.

        Saya secara pribadi tidak ada maksud untuk membela mereka yang 
menggunakan istilah itu, sebab saya pun sependapat dengan Bapak. 

        salam
        salam buat keluarga


        Purwaning Baskoro

        WebBlog: 
        http://endonesia-raya.blogspot.com
        http://endonesia-bebas.blogspot.com
        http://p-baskoro.blog.friendster.com

        --- On Thu, 16/4/09, Teddy Kesuma (dbb/vertigo)` 
<[email protected]> wrote:

          From: Teddy Kesuma (dbb/vertigo)` <[email protected]>
          Subject: [www.suzuki-thunder.net] OOT. "STOP PENYALAHGUNAAN KATA 
AUTIS/AUTISME".
          To: [email protected]
          Date: Thursday, 16 April, 2009, 1:40 PM


          Dear all,

          di saat jakarta di landa demam bb [blackberry] ,
          pasti di antara kita sering mendengar kata-kata ini, " *lihat tuh... 
dia 
          lagi autis," *
          Kalimat di atas bukan ditujukan kepada penderita autis tetapi kepada 
          pengguna bb yang sedang asik dengan bbnya.

          Saya kebetulan pengguna bb dan juga kebetulan memiliki anak yang 
          didiagnosa berkebutuhan khusus walau bukan autis - sangat tidak 
setuju 
          penggunaan kata-kata tersebut. Bukan karena saya dicap sebagai autis, 
          tetapi karena saya tahu arti kata autis.

          Mengapa? Karena kata "autis" yang dalam contoh di atas di sejajarkan 
          sebagai kata-kata gaul seperti : "secara", "bete" atau yang lain2.
          seolah-olah sesorang bisa memilih kapan autis kapan tidak autis. Jika 
          sedang asik dengan bbnya maka dia digolongkan dalam kategori autis. 
          Artinya orang normal bisa memilih kapan akan autis kapan normal. 
          Andaikan itu bisa terjadi pada penderita autis.. alangkah indahnya.

          Bersyukur kita dikarunia kesehatan dan keselamatan, memiliki anak2 
yang 
          tidak berkebutuhan khusus, memiliki keponakan, sepupu yang sehat.
          Tetapi jangan lupa di antara kita ada juga yang tidak..
          Memiliki anggota keluarga autis bukan sesuatu yang dapat dipilih atau 
          distel kapan anak saya autis kapan tidak. Ia akan hidup dengan 
kondisi 
          autis selamanya. Yang bisa dilakukan para orang tua adalah mengenali 
dan 
          melakukan berbagai terapi agar anaknya dapat hidup mandiri, dapat 
          melakukan hal2 sebagaimana anak normal.
          Tidak mudah menjadi orang tua anak autis. Apa rasanya melihat 
          anak/saudara kita secara fisik cakep/cantik tetapi tidak bisa 
          berkomunikasi dengan orang lain.

          Bayangkan seorang keponakan kalian yang paling kalian sayang. Nah 
jika 
          gambar keponakan tersebut sudah ada di kepala anda.. sekarang 
bayangkan 
          anak tersebut melakukan gerakan ulang2 seperti meloncat-loncat 
berulang 
          dan berulang, tidak bisa mengunyah makanannya ataw tiba2 ia ngamuk 
tidak 
          terkendali di tempat umum, mengucapkan kata2 yang tidak ada artinya.
          Atau sekali-kali pergilah ke tempat terapi anak2 autis yang ada.
          Melihat mereka di latih dan sangat kesusahan menggenggam sendok dan 
          garpu dengan benar , melihat mereka tidak terjangkau oleh kita karena 
          tidak bisa melakukan kontak dengan kehidupan di luar dirinya.
          Barangkali bisa lebih menghargai arti autis dan menggunakan secara 
benar.

          Saya berharap tulisan ini bisa menggugah teman-teman untuk tidak 
          menggunakan kata autis yang disejajarkan dalam bahasa gaul seperti 
          contoh di awal tulisan ini.

          /Terimakasih untuk Diki Satya yang menuliskan ide ini dalam blognya 
          /*"STOP PENYALAHGUNAAN KATA AUTIS/AUTISME" .*
          /terimakasih untuk membaca dan memahami apalagi mau mendukung untuk 
          tidak menggunakan kata autis sebagai bahan celaan./

          /serta para orang tua anak autis di manapun berada atas kesabaran 
          kekuatan dan curahan kasih sayangnya
          terimakasih untuk Tuhan yang hari ini memberikan kesehatan dan 
kepekaan 
          hati akan keadaan sekeliling kita.

          /

          berikut artikel mengenai autis yg saya ambil dari website yayasan 
          autis anak indonesia selamat membaca.

          *Autisme Masa kanak ( Childhood Autism )*
          Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang 
gejalanya 
          sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun. 
Perkembangan 
          yang terganggu adalah dalam bidang :

          *1. Komunikasi : *kualitas komunikasinya yang tidak normal, seperti 
          ditunjukkan dibawah ini :

          * Perkembangan bicaranya terlambat, atau samasekali tidak berkembang.
          * Tidak adanya usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik
          muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara.
          * Tidak mampu untuk memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu
          pembicaraan dua arah yang baik.
          * Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik.
          * Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif, biasanya permainannya
          kurang variatif.

          *2. Interaksi sosial : *adanya gangguan dalam kualitas interaksi 
social : 

          * Kegagalan untuk bertatap mata, menunjukkan ekspresi fasial, maupun
          postur dan gerak tubuh, untuk berinteraksi secara layak.
          * Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya,
          dimana mereka bisa berbagi emosi, aktivitas, dan interes bersama.
          * Ketidak mampuan untuk berempati, untuk membaca emosi orang lain.
          * Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi
          kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama.

          *3. Perilaku : *aktivitas, perilaku dan interesnya sangat terbatas, 
          diulang-ulang dan
          stereotipik seperti dibawah ini : 

          * Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola
          perilaku yang tidak normal, misalnya duduk dipojok sambil
          menghamburkan pasir seperti air hujan, yang bisa dilakukannya
          berjam-jam.
          * Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak
          berguna, misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu, sikat
          gigi, pakai piyama, menggosokkan kaki dikeset, baru naik ketempat
          tidur. Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya,
          maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang.
          * Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang, seperti
          misalnya mengepak-ngepak lengan, menggerak-gerakan jari dengan
          cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu.
          * Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak
          berguna, seperti roda sepeda yang diputar-putar, benda dengan
          bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba-rabanya, suara-suara
          tertentu.

          Anak-anak ini sering juga menunjukkan emosi yang tak wajar, temper 
          tantrum (ngamuk tak terkendali), tertawa dan menangis tanpa sebab, 
ada 
          juga rasa takut yang tak wajar.
          Kecuali gangguan emosi sering pula anak-anak ini menunjukkan gangguan 
          sensoris, seperti adanya kebutuhan untuk mencium-cium/ menggigit- 
gigit 
          benda, tak suka kalau dipeluk atau dielus.
          Autisme Masa Kanak lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada 
          anak perempuan dengan perbandingan 3 : 1.

          Salam
          090

          //
       



  

Kirim email ke