oooopps, maksudnya mas Manurung itu aku ya? Hi..hi.hii, manurung itu kan
banyak lho.

Saya setuju dengan Gus Dur dan saya juga setuju dengan kawan FKSMJ. Lho kok
bisa? Saya tak melihat adanya suatu hal yang harus dipertentangkan antara
dua --yang menurut anda-- "rezim" itu. Ada banyak jalan menujur Roma. Aksi
turun ke jalan, sejauh ini cukup efektif; Selain efektif menjatuhkan
Soeharto, paling tidak Soeharto bisa diperiksa walaupun belum jelas
statusnya. Dan memang pemerintah sontoloyo seperti sekarang ini kalau tidak
dipressure dengan aksi turun kejalan, akan seenak perutnya saja KKN dan
memperkukuh status quo.

Di sudut lain, Gus Dur dengan aksi pendekatan "dialog nasional" kepada
Habibie-Soeharto juga tidak jelek. Meskipun banyak orang bertanya-tanya
apakah "ada apa-apa"-nya paling tidak, mudah2an mampu menjalin
dialog/komunikasi yang efektif agar suara dibawah bisa lebih didengar oleh
orang-orang diatas. Atau at least, untuk meredam panasnya gesekan antar
elit --termasuk di dalam kabinet Habibie-- yang sekarang mulai pasang gigi
menuju kekuasaan.

So, in my point of view, dua "rezim" itu adalah komplementer dan bukan
substitute. Aksi lobby Gus Dur harus di sertai aksi pressure mahasiswa,
supaya lobby tidak menjelma jadi kongkow-konkow. Sebaliknya aksi pressure
mhs juga akan sangat baik dan lebih efektif, bila disertai lobby oleh Gus
Dur dan tokoh prodemokrasi lainnya, agar panasnya hati masyarakat yang
dibawah bisa dibawa ke atas dan tidak menjadi api dalam sekam yang akan
berbahaya letupannya.

--------------------Martin Manurung---------------------------
E-mail: [EMAIL PROTECTED] & [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
_________________________________________
                "If anyone wants to be first,
  he must be the very last, and the servant of all"
-----Original Message-----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 17 Desember 1998 15:37
Subject: GUS DUR & MAHASISWA


Para Netters,
Sungguh menarik baca koran pagi ini. Menyusul tuduhan fasis dari  Rendra
buat mahasiswa radikal yang tidak bisa menggunakan cara2 beradab dalam
berbicara, kini giliran Gus Dur:  "...Sebagian mahasiswa mau menang
sendiri... dalam mengemukakan pendapatnya mahasiswa mulai enggan menerima
masukan dari pihak lain...." Gus Dur juga menilai mahasiswa tidak
menggunakan etika. Herman dari FKSMJ dalam reaksinya menyatakan bahwa Gus
Dur hanya memikirkan ummatnya saja ( Islam ?). Herman menambahkan bahwa bila
aksi turun kejalan dianggap mengganggu, ya mau apa lagi . FKSMJ punya
pandangan lain ( kepala keras ?).  Tanggapan mahasiswa dari kelompok lain
seperti KAMMI agak lain . Novel mengatakan bahwa dia tidak melihat tanggapan
Gus Dur sebagai meng-intervensi gerakan mahasiswa. " memang selama ini masih
banyak mahasiswa belum tahu arti kebebasan yang bertanggung jawab". Apakah
komentar yang lunak ini karena  menganggap kelompoknya termasuk yang turut
dipikirkan oleh Gus Dur, sama sekali tidak disebutkan.
Yang terang adalah amat menarik melihat dua rezim baru kebal kritik saling
berhadapan. Rezim Mahasiswa Radikal yang hobynya membuat kacau jalanan
tanpa mau mikir, serta rezim single GUS DUR  sang Wali .  Bagaimana Mas
Manurung ?
Salam.




Indonesia without violence!

---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com

Kirim email ke