Salut Buat GUS DUR !!!!
Di saat semua seolah-olah setuju dengan tindakan-tindakan mahasiswa yang
mengatasnamakan rakyat, ternyata masih ada yang berani menyuarakan rakyat yang
tidak terwakili oleh mahasiswa yang mungkin jumlahnya malah jauh lebih besar !
Saya yakin, mahasiswa itu jangankan mewakili rakyat, mewakili mahasiswa sendiri
kok rasanya belum ya... masih ada lho mahasiswa-mahasiswa yang tidak setuju
dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh rekan-rekannya yang lain, hanya mereka
tidak terlihat karena tidak melakukan gerakan apapun... dan mereka tetap belajar
dengan giat di kampus sesuai dengan tugas utama mereka.
Kalau saya lihat di salah satu edisi acara SAKSI di INDOSIAR beberapa waktu yang
lalu di mana pada saat itu tampil pula Anas Urbaningrum, Prof. Ryas Rasyid dan
Ir. Rully (Golkar), saya melihat bahwa mahasiswa maunya menang sendiri, terlihat
dari gaya bicaranya pada saat diskusi. Mereka hanya mau bicara dan tidak mau
mendengar pendapat orang, setiap Rully bicara selalu diteriaki dengan kata-kata
"interupsi". Untunglah sang presenter yaitu Ronny Waluya melihat gelagat ini dan
menengahinya.
Yah, dengan adanya suara GUS DUR, saya mudah-mudahan rakyat lain yang selama ini
"takut" untuk menyuarakan kebenaran karena takut dibilang "anti reformasi"
-seperti ORBA meneriaki ancaman-ancaman dengan kata-kata "komunis"- menjadi
berani menyuarakan pendapatnya.
>Para Netters,
>Sungguh menarik baca koran pagi ini. Menyusul tuduhan fasis dari Rendra
>buat mahasiswa radikal yang tidak bisa menggunakan cara2 beradab dalam
>berbicara, kini giliran Gus Dur: "...Sebagian mahasiswa mau menang
>sendiri... dalam mengemukakan pendapatnya mahasiswa mulai enggan menerima
>masukan dari pihak lain...." Gus Dur juga menilai mahasiswa tidak
>menggunakan etika. Herman dari FKSMJ dalam reaksinya menyatakan bahwa Gus
>Dur hanya memikirkan ummatnya saja ( Islam ?). Herman menambahkan bahwa bila
>aksi turun kejalan dianggap mengganggu, ya mau apa lagi . FKSMJ punya
>pandangan lain ( kepala keras ?). Tanggapan mahasiswa dari kelompok lain
>seperti KAMMI agak lain . Novel mengatakan bahwa dia tidak melihat tanggapan
>Gus Dur sebagai meng-intervensi gerakan mahasiswa. " memang selama ini masih
>banyak mahasiswa belum tahu arti kebebasan yang bertanggung jawab". Apakah
>komentar yang lunak ini karena menganggap kelompoknya termasuk yang turut
>dipikirkan oleh Gus Dur, sama sekali tidak disebutkan.
>Yang terang adalah amat menarik melihat dua rezim baru kebal kritik saling
>berhadapan. Rezim Mahasiswa Radikal yang hobynya membuat kacau jalanan
>tanpa mau mikir, serta rezim single GUS DUR sang Wali . Bagaimana Mas
>Manurung ?
>Salam.
>
____________________________________________________
"Spread the word - Free Email and Homepages!"
http://www.Pconnections.net
Email - [EMAIL PROTECTED]
Homepage - http://ppage.net/?wach
PCard - http://pcard.net/?wach
_______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
Indonesia without violence!